Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Satria sang pelaku


__ADS_3

Kesehatan Ibu Satria semakin drop saja, nampaknya wanita ini sudah tak bisa bertahan lama karena kelakuan suaminya yang semakin berani beberapa kali membawa serta anak haramnya ke rumah.


Satria pun terpaksa berhenti sekolah dan mau mengambil ujian paket C saja. Pemuda itu tak mau sekolah lagi karena tak kuat hadapi cemooh teman-temannya.


"Satria, lihat adikmu sebentar," ujar Ayahnya.


"Adik? jangan gila dong, aku anak tunggal dan dia bukan anak ibuku," sahutnya dengan lantang.


"Ka--kau anak kurang ajar," maki sang ayah sambil menampar wajah anak sulungnya.


Melihat ayahnya murka sang anak kecil malah bersembunyi di belakang sofa. Istrinya pun datang memakai kursi roda.


"Kenapa kau pukul anak kita," omel istrinya.


"Anakmu tak tahu diri, di suruh membantu malah ngeyel. Apa gunanya dia, sekolah saja tak selesai,"kata sang suami.


"Semua salahmu, seandainya kau bisa memperhatikan Satria dengan baik semua hal ini tak mungkin terjadi. Apa yang kamu lakukan selama ini hanya berselingkuh," bentak sang istri.


"Kau bilang apa? Salahku, bukan ini semua salahmu. Perempuan bodoh tentu melahirkan anak idiot," bentak sang suami dengan nada suara mulai meninggi.


"Apa kau bilang, Idiot? lalu kau apa? dasar pria sampah, kau lupa siapa yang membiayai kampanye mu agar sukses kalau bukan aku dan keluargaku. Sekarang kau seperti amnesia saat sukses malah melupakan kami," kata sang istri tak mau kalah.


"Jadi kau minta balas budi, katakan berapa yang kau mau. Sebaiknya minta lebih sekalian tandatangani surat persetujuan poligami," ujar Suaminya lantang.

__ADS_1


"Dasar bajingan!" umpat sang istri.


"Kau keluar saja, setiap kembali ke rumah hanya membuat kacau. Pergi sana,"usir Satria sambil mendorong ayahnya.


"Eh kau berani melawan ayahmu, aku tak mau pergi sebelum Ibumu tandatangani ini. Hey wanita lumpuh berguna lah sedikit dan buat suamimu bahagia," kata pria tua itu.


"Ibu tak akan pernah tandatangani surat apapun, salah sendiri menyuruh wanita itu melahirkan anak harammu," ujar Satria.


Plak... plak... dua buah tamparan keras mendarat kembali di pipi mulus Satria, hadiah dari sang ayah. Anehnya bukannya meringis kesakitan pemuda itu malah tertawa.


hahahahaha....


"Dasar anak idiot, sekarang malah gila," ujar sang ayah.


"Kau berani sekali terus memukul anakku, cepat keluar dan jangan kembali lagi. Bawa anak haram itu," teriak sang Ibu.


Keduanya berlari keluar rumah dan menuju rumah tetangga di depan. Memang keributan itu telah memancing beberapa orang menengok ke arah rumah itu.


"Anak haram itu jauh lebih baik ketimbang anakmu yang menjadi penjahat. Apa yang dia pikirkan sampai sanggup melukai teman sekelasnya sendiri dengan memakai air keras. Perbuatannya itu telah mencoreng nama baikku," hardik sang ayah.


"Nama baik? kau bicara nama baik, aku tak salah dengar. Dimana letak hal kebanggaan itu, perbuatanmu sendiri yang merusaknya. Hobi tukang kawinmu yang harus di kebiri," sahut Satria lantang.


"Lihat anakmu, benar-benar tak berguna. Berani sekali kau melawanku, "maki sang suami dan hendak kembali memukul.

__ADS_1


Satria menahan tangan ayahnya lalu menangkisnya.


"Pergi sana!" teriak sang istri.


"Baik aku akan pergi, kalian sebaiknya cari rumah lain. Pembeli akan datang, aku mau jual rumah ini," ujar Suaminya.


"Tidak bisa ini milikku, kau mau berikan uang lagi ke selingkuhanmu kan," hardik sang istri.


"Sertifikat atas namaku, kau tak punya hak. Sebaiknya bereskan pakaian kalian. Lusa pembeli akan tiba," kata sang suami sambil berlalu pergi.


"Arhhhhhgggg kurang ajar, suami bangsat. Berani sekali dia merampas hakku," ujar sang istri sambil berteriak.


Akibat pertengkaran ini mendadak tekanan darah Ibunya mulai tinggi, serangan stroke kedua terjadi begitu sang ayah pergi.


Satria terus berteriak memanggil sang asisten agar membawa mobil menuju rumah sakit.


"Ibu tolong bertahan, jangan tinggalkan aku," lirih Satria yang melihat sang ibu sudah tak sadarkan diri.


Kecemasan mulai meliputinya!


Bersambung....


******

__ADS_1


Hai emak numpang iklan yee, yuk mampir akak ke cerita seru lainnya dari salah satu teman emak nih.



__ADS_2