
"Kurang asem, siapa sebenarnya yang berani mencelakai putriku," omel Sintia saat melihat kulit wajah Suzy mengelupas.
"Entahlah, tadi masih di selidiki pihak kepolisian. Barusan ada sms masuk dan menurut Lili, asisten Karenina pelakunya salah satu pegawai yang iri karena kecantikan Suzy," sahut Olga.
"Tidak mungkin, pasti ada campur tangan rubah tua itu. Lihat saja dia," kata Dokter Sintia.
"Siapa maksudmu?" tanya Oma Gina.
"Anna, entah mengapa dia bertambah iri padaku semenjak menikahi Awan. Setiap arisan sosialita yang Mami Gina suruh aku hadiri saat melihatku dia selalu judes dan memang ada luka di masa lalu yang di sebabkan wanita itu jadi aku tak pernah bisa melihat baik kelakuannya," kata dokter Sintia.
"Tia menebak kalau kematian kakaknya adalah sabotase Anna, sayangnya belum punya bukti akurat," ujar Awan.
"Oh OKB itu, yang menjabat direktur PT. KCP. Tenang saja sekarang Mami yang akan hadiri acara besok, lihat saja dia,"kata Oma Gina.
"Mami jangan mulai macam-macam," pesan Opa Heru sediklawas.
awatir.
"Diam, kau tahu kan cara kerja istrimu. Berani sekali dia melukai cucuku," kata Oma Gina.
"Mami biarkan Sintia saja yang urus," ujar Awan yang cemas.
"Tidak, Mami saja. Kalian rawat Suzy sampai sembuh total. Lihat saja belum berita besok," kata Oma Gina sambil tersenyum menyeramkan.
Keesokan malam,
Acara Sosialita,
"Hei dengar-dengar ada club asyik di pinggir kota," ujar salah satu wanita bergaun biru.
"Iya, tempatnya agak tersembunyi gitu dan hanya member khusus yang boleh masuk," ucap istri seorang pengusaha mebel.
"Apa kau pernah ke sana Anna?" tanya wanita bergaun biru.
__ADS_1
"Pastilah, kemungkinan Anna pasti jadi ekslusif member. Pemiliknya pria tampan dan memiliki anak-anak buah berwajah tak kalah rupawan," kata istri pengusaha mebel.
"Tidak juga, saya tidak pergi ke tempat seperti itu kan sudah ada suamiku," ucap Anna mencoba menjaga imagenya.
"Oh baguslah kalau kamu wanita lurus. Aku sempat ke sana beberapa kali karena kalian tahulah suamiku kapten kapal jarang sekali pulang. Di sana mereka hanya akan skin ship saja tanpa kelanjutan kalau kita tidak kehendaki dan juga pastinya ada biaya tambahan yang tidak murah," kata Zee salah artis lawas.
"Lihatlah Oma Gina datang, tumben sekali biasanya hanya menantunya yang mewakili," tunjuk wanita bergaun biru.
"Mungkin menantunya sibuk, ku dengar ada kecelakaan menimpa putrinya," kata Zee sang artis lawas.
"Kasihan sekali,"ucap Anna seolah-olah prihatin.
"Bodyguard atau sopir Oma Gina ganteng juga ya," bisik Zee ke telinga Anna.
Rubah itu sedikit tertegun karena lelaki muda yang datang itu adalah salah satu pria yang sering di sewa kala di club malam yang tadi mereka ceritakan.
Semua sibuk bercerita dan memamerkan tas juga perhiasan mewah yang mereka pakai, sementara Anna malah menuju toilet begitu melihat lelaki itu ke arah sana.
"Eddie, kenapa kau bersama nenek tua itu?" tanya Anna sambil menarik tangan pria muda itu.
"Hah! batalkan saja, kau temani aku," kata Anna sambil memeluk pria itu dari belakang.
"Tidak bisa, aku harus profesional," tolak pemuda itu.
"Wow ternyata kau juga pelanggan club itu katanya tidak pernah," teriak wanita bergaun biru.
Beberapa kawan sosialita juga datang menengok melihat Anna memeluk pria muda itu. Tentu saja rubah itu sedikit malu karena ketahuan.
"Mungkinkah suami tak bisa memuaskan,"ledek Zee sang artis lawas.
"Berarti pesan suara ini benar ya," kata istri pengusaha mebel sambil meloud speaker suara handphonenya.
Terdengar suara ******* Anna bersama seorang pria, juga ada perkataan wanita itu yang akan mentransfer sejumlah uang ke rekening pria itu sebagai hadiah atas kelahiran putrinya.
__ADS_1
"Gila, suami orang juga di embat. Kelakuan mu ternyata lebih bejat dari kami," kata salah satu anggota arisan.
"Pantas saja putrimu berdandan seksi begitu, ternyata belajar dari Mamanya," ucap yang lain.
"Eh jeng kalau saya tak mau punya besan seperti dia, bisa-bisa nanti putramu akan di selingkuhi," kata istri pengusaha lebel ke calon besan Anna.
Terlihat sang besan sedikit marah juga kecewa akhirnya memilih meninggalkan pertemuan, sementara itu Oma Gina memanggil pria muda itu untuk pulang.
"Sebaiknya jujur saja kalau memang liar daripada sok munafik padahal kenyataannya adalah pakar dalam hal semacam itu, kata Oma tua itu sebelum pergi.
Sementara di media online beredar kabar tentang perselingkuhan Anna beserta fotonya jalan dengan beberapa pria yang check in di hotel. Tentu saja publik heboh, karena image yang dia bangun selama ini adalah wanita suci dan setia. Cibiran pun mulai terdengar bersuara disekitarnya.
Di dalam mobil,
"Gina, lihatlah aku sudah membantumu jangan lupa janji itu. Member setahun gratis di kinik kecantikanmu," ujar Zee melalui sambungan telepon.
"Tentu saja, kau terus kompori anggota lain sehingga dia di keluarkan. Toh di arisan namanya belum keluar juga kan," kata Oma Gina.
"Beres, kau tahu kan bagaimana pekerjaanku," sahut Zee.
"Tentu saja karena itu aku memilih kamu. Sana lanjutkan tugasmu,"kata Oma Gina.
"Baik, Bos!"
"Eddie pulanglah, bilang ke bosmu terimakasih sudah meminjamkan dirimu," kata Oma Gina.
"Siap, Oma. Turunkan saja saya di mall depan karena ada klien lagi menunggu," ujar Eddie.
"Bonusmu sudah ke rekening ya,"kata Oma Gina.
"Terimakasih."
Itulah hal yang sengaja Oma Gina lakukan untuk mempermalukan wanita yang sudah mencelakai cucunya.
__ADS_1
"Wajah Suzy kau celakai, sekarang wajahmu juga akan hilang dan malu karena perbuatan zinahmu sendiri," gumam Oma Gina sambil tersenyum melihat berita online yang beredar dan langsung ramai.
Bersambung....