Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Genesis Menyesal


__ADS_3

“Ada apa sebenarnya?” tanya Oma Gina.


“Cepat katakan siapa itu Bebi, kalian kenapa bertengkar seperti ini,” hardik Opa heru melihat ke arah kedua putranya.


“Bebi adalah kekasihku, dahulu kami memang berencana menikah tetapi tidak jadi karena aku harus bertanggung jawab kepada Almira,” kata Genesis sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah.


“Aku malu punya kakak sepertimu.Bagaimana bisa kau menghamili banyak wanita. Kau tahu alasan kematian Bebi karena aborsi anak kalian. Dia pendarahan sampai meninggal. Sintia menceritakan


semua, pernikahanku batal karenamu. Kau gila, bagaimana bisa menabur banyak


benih di wanita tanpa menikah.” Awan meninju kembali perut sang kakak.


“Hentikan! Kalian mau berkelahi sampai kapan?” hardik Opa Heru.

__ADS_1


“Ja-jadi Bebi hamil anakku?” tanya Genesis sambil melihat ke arah adiknya.


“Iya, kau tak bisa punya anak mungkin karena karma meninggalkan kekasihmu. Cepat bereskan masalahmu, aku tak mau gagal menikah. Kau tahu kan Sintia adalah duniaku, Bebi adalah sahabatnya.


Tentu hatinya juga terluka karena dirimu sampai kehilangan sahabat. Cepat datangi keluarga mantan kekasihmu minta maaf,” ujar Awan sambil berlalu pergi.


“Genesis, Papa kecewa denganmu kenapa kau bisa melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Sekarang kau tanggung sendiri,” ucap Opa Heru sambil berlalu pergi. Semua asisten rumah tangga ikut


pergi.


Genesis berlutut, hatinya sakit. Perih luka yang ada karena pukulan Awan tak sebanding dengan sesak di dadanya.


“Be—bebi maafkan aku,” lirih Genesis.

__ADS_1


Sekian lama diam, dia pun segera  bangkit. Mengambil kunci mobil dan tas kerjanya langsung menuju mobil untuk bergegas pergi. Lelaki itu memacu dengan cepat kendaraan roda empat miliknya menuju rumah sang mantan kekasih.Keluarga Bebi tinggal di wilayah cukup jauh, perbatasan dengan desa. Sayang sekali setibanya di sana rumah dalam keadaan tertutup tak nampak adanya kehidupan sama sekali.


“Permisi apakah di sini masih tinggal keluarga Bebi?” tanya Genesis kepada tetangga di sekitar.


“Tidak, mereka telah lama pergi usai putri bungsunya meninggal,” jawab wanita yang tinggal di sebelah rumah Bebi.


“Dimanakah mereka sekarang?”


“Entahlah kematian putrinya tragis akibat mau aborsi. Kelihatanya keluarga itu malu dan memutuskan pergi.”


“Terimakasih infonya, saya pamit pergi.”


Genesis masuk kembali ke dalam mobilnya dan kini dia menangis, terlalu besar luka yang di timbulkan akibat kebodohannya. Lelaki itu benar-benar menyesal. Kini dia bertekad untuk ke rumah Sintia agar mengetahui mahkam mantan kekasihnya dan juga memperbaiki semua agar adiknya tetap bisa melakukan niat baiknya untuk menikah.

__ADS_1


“Carikan alamat Dokter Bedah Sintia, calon istri adikku. Kirim alamatnya sekarang juga!” perintah Genesis ke sang asisten.


Tak butuh waktu lama, masuk sebuah pesan singkat ke ponsel miliknya, membaca sebentar lalu bergegas menghidupkan mesin mobil lalu melaju kencang. Si biru metalic melaju menembus kegelapan malam menuju rumah calon adik ipar. Entahlah apakah masih bisa di perbaiki , tetapi dia terus berharap untuk mencoba.


__ADS_2