Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Halusinasi atau Fakta


__ADS_3

Awan yang sadar merasa agak binggung dan menggangap sedang berhalusinasi melihat Sintia ada di sampingnya mengupas kulit apel. Pemuda itu pun berujar “ Sepertinya aku mulai gila, bagaimana mungkin melihat kekasihku ada di sini. Oh Tuhan apakah ini efek obat aau hatiku yang sedang meradang karena rindu.”


 Sintia tertawa kecil mendengarnya dan sengaja tetap diam agar di sangka khayalan.


“Halusinasi ini kenapa bertahan lama, tolong jangan menyiksaku. Cepatlah kembali ke pemilik aslimu, walaupun kau hanya bayangan aku sudah cukup bahagia,” lanjut Awan lagi.


 Wanita itu tak mampu menahan tawa, Oma Gina dan Opa Heru memang meninggalkannya untuk menjaga Awan. Kedua calon mertua itu sedang membeli makan malam buat mereka ke sebuah warung makan dekat situ. Sintia pun mulai mendekat membawa piring kecil berisi potongan buah apel dan hendak menyuapi kekasihnya.


“Suster, tolong periksa otakku. Ini ada yang salah, masa aku malah melihat orang yang ku rindukan benar-benar hadir,” teriak Awan mulai panik.


“Diamlah! Kau pikir aku hantu,” celetuk Sintia.


Awan mengerjapkan matanya lalu melihat dengan binggung “K—ku nyata?” Lelaki itu mulai mencubit lengannya sendiri.


"Aww sakit!" seru Awan.


“Tentu saja, apakah ada hantu secantik aku,” canda Sintia.


“Sayang, terimakasih mau datang.” Awan


langsung memeluk wanita di depannya dan mulai menangis.

__ADS_1


“Hentikan, ingat infus di tanganmu. Jangan menangis,maafkan aku. Makanlah, aku akan menyuapi,” kata Sintia.


"Aku yang harus minta maaf, bukan kamu,"ujar Awan.


Wajah pemuda itu berubah sumringah, kebahagian


jelas terlihat. Awan memakan habis semua buah apel yang di suap oleh kekasih hatinya. Tak lama kemudian Opa Heru dan Oma Gina datang membawakan makan malam dan minuman. Ada nasi goreng seafood, beberapa jus alpukat juga air mineral.


“Sintia makanlah, Awan sudah bisa makan


sendiri kan.Jangan manja,” ujar Oma Gina yang melihat sang anak masih di suapi.


“Cepatlah sehat atau Sintia akan berubah pikiran dan mencari lelaki lain,” canda Opa Heru.


ke butik dan coba baju ya,” pinta Awan sambil melihat kearah kekasihnya.


“Iya cepatlah pulih, besok dan lusa aku masih ada


jadwal operasi jadi tidak bisa menemanimu,” kata Sintia.


“Tidak perlu di temani, aku akan segera keluar

__ADS_1


dari rumah sakit,” sahut Awan dengan lugas.


"Padahal kesenangan karena ada Sintia,"ledek Opa Heru.


“Sudah... sudah ayo makan dulu, Awan bisa kan


makan sendiri,” kata Oma Gina.


“Bisa,Bu,"sahut Awan.


Mereka makan bersama, semua makan nasi


goreng seafod hanya Oma Gina yang memilih makan ketoprak dengan banyak kerupuk. Mereka bercanda dan mulai membicarakan banyak hal. Keluarga itu sangatlah baik memperlakukan calon menantu seperti anak sendiri tanpa membedakan sama sekali. Bahkan lebih memperdulikan wanita itu ketimbang anaknya.


Di dalam hatinya Sinta bersyukur dan mencoba memaafkan kesalahan Genesis karena kenyataannya bukan salah dia sepenuhnya. Lelaki itu tak mengetahui masalah kehamilan Bebi. Semoga arwah sang sahabat bisa tenang sekarang.


Genesis yang juga datang menjenguk urung masuk ke dalam kamar karena melihat kebahagian kedua orangtuanya bersama Sintia. Dia tak mau merusaknya dengan kehadirannya. Lelaki itu pun pergi dan memberikan roti yang dia bawa khusus untuk sang adik kepada para perawat yang berjaga malam itu.


Bersambung....


__ADS_1


ini cerita baru emak di Noveltoon, rencana bulan depan akan rutin update. Terimakasih loh kalian mau baca cerita ini, juga karya emak lainnya. Jangan lupa bagi Kopi, Mawar, komentar positif dan Vote yee agar emak semangat menulis di noveltoon dan mangatoon. Bye all, Gbu...


__ADS_2