
"Kami akan pulang ya, nanti akan mampir lagi," ujar Kasih berpamitan.
"Hati-hati di jalan, tak usah sering jenguk. Kami paham kau juga sibuk, sudah mau mulai syuting kan," kata Dokter Sintia.
"Iya, Tante. Tidak masalah justru energi Kak Delon akan full terisi kalau mampir kemari," ujar Kasih.
Delon langsung menjitak kepala adiknya. Semua malah tertawa melihatnya yang mulai salah tingkah dan langsung mempercepat langkahnya.
"Loh Delon, kok buru-buru belum juga pamitan sama kami,"ujar Dokter Sintia.
"Eh iya, maaf lupa Salim," kata Delon yang berbalik dan mulai mencium tangan Papa dan Mama Suzy.
"Ciee ciee udah dapat restu, cari uang sono yang banyak abis itu langsung lamar saja,"goda Olga.
"Apaan sih!" seru Suzy.
"Sudah, sudah pulanglah ke rumah. Beristirahat saja," kata Awan.
"Baik, Om. Sampai jumpa semua," kata Kasih sambil melambaikan tangannya.
Di dekat ruangan praktik dokter kandungan, Kasih menghentikan langkahnya dan menarik Delon untuk diam sebentar dan duduk di sana.
"Kenapa?" tanya Delon.
Kasih mengeluarkan handphone dan menfoto gadis yang baru keluar dari sana. Tampaknya dia cepat-cepat memakai topi dan masket untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
"Sttt... diamlah lihat di sana ada Connie," tunjuk Kasih.
"What! dia ke dokter kandungan? berarti hamil dong," kata Delon.
"Sepertinya, kita bisa minta tolong Om Awan selidiki kan ini rumah sakit milik keluarganya,"ujar Kasih.
"Benar, kirim saja ke dia foto itu,"kata Delon.
"Iya, tak menyangka kalau bisa menjatuhkan mental si rubah dengan secepat ini. Bagaimana tanggapan dia kalau tahu putri kesayangannya hamil sebelum menikah," ujar Kasih dan mulai mengirim itu ke Suzy agar dia meminta bantuan ayah tirinya.
"Sudah beres, tunggu sebentar dulu kak agar tidak bertemu dia di parkiran," kata Kasih.
"Baiklah, eh kita mampir ke mini market deh. Stok bahan makanan mulai berkurang dan nanti telepon Ayah dan Ibu ya," usul Delon.
"Siap, aku jaya pengen beli cemilan," kata Kasih.
"Tenang, sekarang aku akan ganti cemilan ke buah-buahan saja. Kita berburu bahan salad," kata Kasih.
"Itu lebih baik."
Sementara itu,
Di parkiran mobil,
"Sial, kenapa malah hamil!" maki Connie sambil memukul perutnya.
__ADS_1
Tak lama dering telepon berbunyi dan muncul nama salah satu sahabatnya.
"Connie, aku ada di tempat karaoke .dan lihat tunanganmu sedang bermanja dengan wanita lain."
"Kau serius! Jangan bercanda ya."
"Cek deh gambar yang ku kirimkan kalau tidak percaya. Saranku segera kemari,sebelum mereka pergi."
"Baiklah tunggu aku!"
Connie mempercepat laju kendaraan roda empat miliknya, sayangnya dia lalai dan menerobos lampu merah saat ada patroli polisi di sekitar sana.
Pihak berwajib segera menghentikan laju kendaraan dan menilang wanita itu. Wajah kesal jelas terlihat apa lagi masuk telepon dari temannya yang mengatakan kalau sang tunangan sudah pergi dengan wanita itu.
"Damn, kenapa hari ini bisa sial!" gerutu Connie memaki sendiri di dalam mobil.
"Kau tidak sial justru beruntung, manfaatkan bayi itu dan paksa dia menikahimu," saran temannya.
"Eh benar juga, kenapa tidak terpikirkan kesana,"kata Connie.
"Tidurlah dan besok mulai hantui dia sampai menikahimu. Kalau perlu datang juga ke keluarganya jika dia tak menggubrismu. Bawa hasil pemeriksaan dari Dokter," ujar temannya.
"Akan ku lakukan, terima kasih atas saranmu."
"Sama-sama."
__ADS_1
Gadis itu pun segera pulang ke rumah dan mulai menyusun rencananya sendiri.
Bersambung.....