Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Operasi Darren


__ADS_3

Pesona Sang Diva


Beberapa hari kemudian,


 Daren bersiap untuk operasi karena hanya bagian tangan yang kena air keras Jadi tidak terlalu kuatir dan pria ini pun tampak tenang sekali.


“Kak sebenarnya aku merasa telah menemukan wanita yang tepat,” kata Delon.


“ Siapa sekarang targetmu?” tanya Daren sambil terus memakan kripik kentangnya.


“Bukan target melainkan jatuh cinta dan kali ini aku bersungguh-sungguh,” jawab Delon.


“Kuliah saja dulu dan cepat jadi sarjana baru memikirkan wanita,” ujar Darren.


 “Ini berbeda , Kak. Aku tahu dia adalah malaikat yang Tuhan kirim khusus untukku,” kata Delon.


“Siapa sebenarnya maksudmu?” tanya Darren.


“Putri Dokter Sintia,” kata Dellon.


“Hah, otakmu masih ada di kepala kan? kakak pesimis kalau hal ini akan menjadi kenyataan. Kalian berdua sangat berbeda, secara perekonomian saja sangat jauh di atas kita.

__ADS_1


Kelihatan jelas dari cara berpakaianny, kau kerja saja belum apa ke sanggup membiayai gaya hidupnya yang mahal itu dan di sekitarnya pasti berkeliaran banyak pria kualitas unggul,kau tidak ada kesempatan,” papar Darren dengan logis.


“Kau jangan begitu, aku yakin setelah lulus nanti akan giat bekerja dan mulai mendekatinya. Jodoh tak mungkin meleset,”kata Dellon.


“Kalian belum berjodoh, perasaannya saja belum di ketahui apakah menyukaimu atau tidak. Dellon hentikan mimpi di siang hari bolong,” ujar Darren sambil menjitak kepala adiknya.


“Kakak kau ini, lihat saja beberapa tahun kedepan dia akan jadi istriku,” kata Delon dengan optimis.


“Kurasa akan hadir pria yang jauh lebih baik dan berusaha mendapatkannya sebelum kamu siap,” ujar Darren.


“Dia untukku, aku yakin akan hal itu,” sahut Dellon.


“Terserahlah otakmu sudah somplaks, susah mau di bilangin. Jangan jadi gila ya kalau dia nanti tak mau denganmu atau balas cintamu,” kata Daren.


Tak lama masuklah seorang perawat membawa kursi roda agar Darern besiap masuk ruang operasi bersamanya. Kedua orang tuanya tengah menemani Kasih berjalan sebentar di halaman belakang, Delon memanggil dan mereka pun masuk lalu mengikuti perawat menuju ruang operasi. Delon di ruang rawat inap bersama Kasih.


“Kak ayo berdoa agar operasi lancar,” kata Kasih.


“Baiklah.”


Keduanya nampak serius berdoa bersama demi sang kakak sulung yang akan melakukan operasi, selesai berdoa pintu ruang rawat di ketuk dan masuklah seorang wanita cantik.

__ADS_1


“Hai namaku Suzy, anak dokter Sintia. Bolehkah aku menjadi temanmu, bosan menunggu mama masih bekerja dan hari ini tidak ada syuting,” kata gadis cantik itu.


“Tentu saja, namaku kasih dan dia adalah Delon,” ujar Kasih.


Delon nampak membeku melihat gadis yang baru saja dia bicarakan malah datang bahkan mengajak kenalan. “Ini pasti tandanya, Tuhan berkenan menyatukan kami,” Batin Delon.


“Hallo,apakah kakakmu bisu?” tanya Suzy sambil melambaikan tangannya di depan wajah Delon karrena pemuda itu hanya diam saja dengan wajah terkejut.


“Bantu aku untuk cubit lengannya, pasti dia sedang melamun,” kata Kasih.


Timbul niat iseng Suzy dan mulai mencibut dengan kuat lengan pemuda di hadapannya, kukunya sedikit panjang sehingga sedikit kulit Dellon ikut terkelupas. Tentu saja hal ini menyakitkan dan wanita itu malah tertawa puas.


“Makanya jangan banyak melamun,” ujar Kasih.


Bersambung...


********


Iklan yah Guys.. ayo baca deh ke karya kak Muda Anna, ceritanya seru abis loh. Kalian tak akan rugi kalau baca cerita ini.


__ADS_1


 


__ADS_2