Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Kejutan ala Gunawan


__ADS_3

Suzy sangatlah pandai, seketika dia menjadi akrab dengan Kasih. Keduanya asyik membicarakan tentang dunia hiburan , model rambut dn artis kesukaan. Semua obrolan khusus wanita yang beranjak dewasa, apalagi kalau bukan seputar dunia kecantikan.


Delon sendiri nampak menonton siaran televisi sambil makan kue kering dan minuman soda berwarna merah dan memiliki rasa strawberry. Setelah sekian lama akhinya operasi selesai karena bapak dan Ibu kembali kekamar untuk mengambil selimut buat Daren.


“Loh nak Suzy ada di sini ya, syukurlah kalian bisa akrab,” kata Bu Kalina sambil tersenyum.


“Iya Bu, bosan menunggu sendirian di ruangan praktek Mama,” ujar Suzy.


"Tidak apa-apa, Kasih juga butuh teman. Terimakasih mau menemaninya,"kata Pak Budi.


“Baiklah kami akan pergi lagi melihat kondisi Darren, nak kalau mau makan belikan Adikmu dan Suzy juga,” pesan Bu Kalina.


“Kau mau makan apa bilang saja ke kakakmu,” kata Pak Budi.


“Baik Ayah dan Ibu,” sahut Kasih.


Kedua pasangan ini pun meninggalkan ruang rawat inapmemulai lihat kondisi puteranya paska operasi, nampak di dalam ruang recovery Darren masih tertidur mungkin efek dari obat bius belumlah hilang. Dokter Sintia nampak mendatangi mereka.


“Lusa kita akan mulai operasi Kasih, bersiaplah. Kalian berdua jaga kesehatan, aku tahu pasti berat melihat kedua anakmu sakit seperi ini. Jangan lupa makan dan minum, kalian musti lebih sehat untuk merawat mereka,”kata dokter Sintia.


“Iya Bu Dokter,” ujar Pak Budi.


Tak lama datanglah salah seorang perawat dan bilang kalau Gunawan mencarinya. Dokter Sintia berpamitan untuk pergi dan merasa firasat buruk dengan kedatangan pria ini.


Benar saja dugaannya, Lelaki ini sengaja datang dengan memakai vespa dan membawakan sebuket bunga mawar untuknya.Sepertinya sengaja untuk buat yang lain tahu hubungan mereka.

__ADS_1


“Sintia sayang bagaimana dengan operasinya lancar?ini bunga buatmu, sampai jumpa saat weekend nanti ya,” kata Awan sambil mencium tangan kekasihnya.


“Kau tak perlu repot-repot,” ujar Sintia sedikit malu karena di tatap pekerja medis lainnya.


“Tidak masalah, sampai jumpa sayang,” kata Awan sambil melambaikan tangannya.


Beberapa orang yang suka mengurusi hidup orang nampak mulai berbisik-bisik.


“Pasti dokter Sintia kena pelet dari Awan,” kata perawat bertubuh besar.


“Bukan deh , kemungkinan udah bosan jadi janda terlalu lama,” kata yang lainnya.


“Sok banget pamer kemesraan, kere saja berlagak,” ucap yang lainnya.


“Berhenti, bisakah kalian gunakan mulut itu untuk menghibur pasien. Kalian ini ahli medis sebaiknya tangan yang banyak bekerja bukan mulut. Berhenti ikut campur urusan pribadi rekan kerja, sana bubar,” hardik Memey kepala staf administrasi.


“Kau ini terlalu lembut, lawan mereka jangan diam,” kata Memey.


“Biarkan saja toh nantinya mereka akan lelah sendiri,” sahur Sintia.


“Dasar oang-orang gila hanya melihat dari sampul saja, Awan juga sudah ku bilang jangan datang masih juga nonggol,” gerutu Memey.


“Kalian saling kenal?” tanya Sintia.


“Kami teman satu sekolah sampai zaman putih abu-abu, aku lah yang membuat dia bisa masuk kemari demi mengejarmu. Tenang saja aku telah bertunangan dan tak suka pria tengil itu,” kata Memey.

__ADS_1


“Oh begitu, tidak masalah juga kalau kau menyukainya kan jodoh di tangan Tuhan.’ Kata Sinia sambil tersenyum.


“Aku akan menolak kalau jodohku dia, Pria itu sangatlah posesif, berhati-hatilah kau tak akan bisa berpaling begitu setuju denganya. Dia akan selalu mengawasimu,” pesan Memey.


“Terimakasih atas saranmu,” kata Sintia.


“Sama-sama dan ada satu hal lagi berhati-hatilah minggu depan,akan ada pengumuman penting dan terkait hubungan kalian.” ujar Memey.


"Baiklah saya akan lebih waspada," kata Sintia.


"Aku masuk duluan ya, bye tia," ujar Memey.


Sintia segera menghubungi sang puteri agar ke ruangannya dan mereka akan bersiap pulang karena jam kerjanya telah lewat. Di bawanya bunga pemberian Awan , ternyata ada sebuah kartu ucapan romantis di sana.


“Teruslah mencintai aku sama seprti diriku yang selalu meyayangimu dan aku berjanji akan menjagamu sampai maut memisahkan, Awan.”


“Pria ini romantis sekali,” lirih Dokter Sintia sambil tersenyum.


Sang dokter cantik yang mulai tersentuh hatinya akibat serangan Awan, mulai terlena dan lupa peringatan dari salah satu rekan kerjanya barusan. Jatuh Cinta emang bisa buat lupa segalanya. Tak ada batasan usia untuk kembali memulainya.


Bersambung.....


*********


Seperti biasa emak numpang iklan karya salah satu penulis kece nih, jika berkenan bisa mampir baca ya.

__ADS_1



__ADS_2