
Davin begitu sampai di rumah sedikit kaget karena melihat mobil yang tadi menjadi gosip Ibu-ibu rumpi ada di rumah sang tetangga, si janda cantik. Pemuda ini malas ikut campur dan memilih masuk ke dalam rumahnya untuk mandi dan mempersiapkan keperluannya untuk berangkat ke kota, memasukan baju-baju ke tas ransel juga menyiapkan kardus bekas mie instan untuk membawa kue kacangnya nanti.
Adzan maghrib sudah lama berlalu dan perutnya pun meminta jatah untuk di isi, bosan selama beberapa hari hanya makan mie instan dengan beragam variasi rasa akhirnya dia memutuskan untuk ke mencari penjual yang bisa memakai gerobak untuk menjajakan bakso atau ketoprak. Penjual biasanya mangkal di jalanan dekat pos siskamling.
Keluar rumah dengan berjalan kaki, namun dia heran melihat mobil itu masih terparkir di sana dan sekarang malah sedikit bergoyang. Membuat bulu kuduknya merinding disko. Davin segera berlari. untung saja di pos siskamling ramai karena ada beberapa pembeli juga petugas yang ronda malam ini.
"Vin, kenapa? habis olahraga ya, kok keringatan?" tanya Bang Kosim sang petugas ronda.
"Kagak, cuma lari saja tadi lantaran takut habis lihat hal serem," ujar Davin.
"Jangan takut, entar pulang Abang anterin deh," kata Bang kosim.
"Mantap, gitu dong ,bang entar aku bilangin Bapak kalau abang kerjanya bagus," puji Davin.
"Ok deh, pesan gi sana atau makan di sini saja sam bil ngobrol sama kita-kita," kata Bang Kosim.
"Makan sini dong, kalau di rumah eentar cuci piring lagi, males ribet ah," ujar Davin.
"Bang, pesan ketoprak sau akai cabai 4 buah ya. Kerupuknya lebihin dong bang buat di cowel ke sisa saus kacang," lanjutnya memesan.
"Siap, antri dulu yee," kata sang penjual.
"Beres."
Sambil menunggu Davin memperhatikan para bapak-bapak yang tengah bermain catur di pos siskamling, suasana begitu mencekam karena persaingan memperebutkan pion catur lawan. Saat situasi kritis tiba-tiba ada yang menepuk pundak belakangnya. sontak pemuda itu sedikit melonjak karena kaget.
__ADS_1
"Eh busyet dah, bang jangan ngagetin dong," protes Davin sambil mengelus dadanya.
"Lah abang kan mau kasih ketoprak pesanamu, jadi makan ngga nih?" tanya sang penjual.
"Jadi dong, sini bang sudah lapar banget nih. Mana kerupuk tambahannya," pinta Davin.
"Ini, kalau mau minum ke gerobak saja ada air es di teko," kata penjual sambil menyodorkan dua buah piring.
"Makasih ya, bang."
Davin langsung makan dengan lahap, menghabiskan semua dalam sekejab. Kenyang adalah perasaannya kali ini. lalu dia mulai celengak celinguk kesana kemari mencari Bang Kosim, tetapi tak menemukan petugas ronda itu.
"Duh kemana lagi Bang kosim, mana kebelet pipis lagi," batin Davin sambil menjepit selangkangannya menahan hasrat buang air kecil.
"Pengen pipis ye, sono ke balik pohon beringin besar itu saja atau ke rumpun bambu di seberang. bilang permisi kagak bakal ada yang ngintip kok," kata sang penjual bakso memberikan saran.
"Bang Kosim, rahasiakan ini ya," pinta Mpok Ipeh.
"Beres, uang tutup mulut ada kan," ujar Bang Kosim.
"Ada dong, terus di Davin gimana tuh. kasihan tadi dia ketakutan," kata Mpok Ipeh.
"Tenang saja, bocah itu polos jadi tak paham dan hanya mengira ada hantu," ujar Bang Kosim sambil tersenyum penuh arti.
Tampak janda cantik itu mengeluarkan sejumlah uang dari dalam bajunya tepatnya di bagian dada ada selembar uang berwarna merah di serahkan kepada pria tua itu.
__ADS_1
"Ini Bang, akhir bulan kalau dia datang lagi akan ku lebihkan," kata Mpok Ipeh.
"Beres, nanti kalau ada klien baru lagi akan abang kasih ke Mpok deh," janji Bang Kosim.
"Mantap gitu dong Bang, tapi carikan yang mau nikah sirilah. Cakep juga jadi janda begini," pinta Mpok Ipeh.
"Kenapa ngga Januard saja suruh nikah siri sama Mpok?" tanya Bang Kosim.
"Duh belum berani, dia ada kontrak dengan pacarnya. Ngga boleh menikah dulu meskipun nikah siri, jadinya ya cuma bermain begini deh," jawab Mpok Ipeh.
"Jalanin saja,Mpok toh uang jajan tetap ada kan sambil cari yang jelas dan mau menikah siri," kata Bang Kosim.
"Iya, Bang. Soalnya kalau andalin kebun sayur sulit buat ke salon. Makan sehari-hari saja seadanya, padahal kan Mpok pengen cantik terus," ujar sang janda sambil curhat.
Davin yang malas mendengar lagi ingin pergi, namun sialnya menginjak batang bambu yang kering sehingga menimbulkan bunyi, krek....
"Siapa itu?" tanya Bang Kosim.
Takut ketahuan maka Davin berinisiatif menirukan suara kucing, Meong...meong...
"Cuma kucing ,bang. Ya sudah saya balik ke rumah deh," kata Mpok Ipeh.
"Hati-hati ya,Mpok," ujar Bang Kosim.
Selanjutnya petugas itu mencari Davin ke pos simkamling, namun tak melihat pemuda iu dan mengiranya telah pulang. Jadi dia pun melanjutkan menonton pertandingan catur. Sementara itu Davin segera pulang ke rumahnya. jantungnya berdegub kencang lantaran tahu rahasia sang tentangga.
__ADS_1
"Jadi mobil bergoyang tadi bukan setan toh, ternyata mereka berdua lagi indehoi," guman Davin sambil tertawa.