
"Nina, ini makanan yang di bawakan Bi Kinan melalui ojek online. Makanlah dahulu biarkan polisi mengurusnya," ujar Philip.
"Iya, kak. Ada tiga kan, ayo kita ke ruang rapat dan makan di sana," kata Karenina.
Di dalam ruangan rapat Kasih dan Delon masih ada di sana karena belum boleh pulang sebelum ada instruksi dari atasan perusahaan.
Pintu terbuka, Kasih terkejut melihat kedua saudaranya datang. Sekarang mereka bertiga berkumpul bersama.
"Kasih, maafkan kami sudah menahanmu terlalu lama. Ayo kita makan bersama, "ujar Karenina sambil berada di sampingnya.
"Kau mau makan bersama kami di sini atau kita ke sebuah restoran saja?" tanya Philip dengan ramah.
"Maaf, kami pulang saja karena besok masih ada banyak pekerjaan," tolak Kasih.
"Yakin nih, padahal aku masih ingin berbicara denganmu," kata Karenina.
"Iya, apakah kami sudah boleh pulang sekarang?" tanya Delon.
__ADS_1
"Bisa karena pelaku sudah tertangkap. Oia aku lupa memperkenalkan diri, Hallo semua aaya adalah Philip kakak Karenina dan juga salah satu penanggung jawab di perusahaan ini. Selanjutnya kalau kalian membutuhkan sesuatu bisa cari kami berdua," jawab Philip sambil tersenyum dan terlihat kedua lesung pipinya.
"Baik kami mengerti, kalau begitu terima kasih dan mohon pamit, " kata Kasih sambil menarik tangan Delon.
"Tunggu dulu, bawa pulanglah ini. Kau bisa memakannya di dalam mobil, tadi Bi Kinan sidah membuatkannya untuk kita bertiga. Ambilah supaya tubuhmu bisa hangat," ujar Karenina dan menyodorkan sebuah tempat makan.
"Bi Kinan sudah bersama kami sejak kecil, masakannya sangat enak. Kau pasti ketagihan, ambil saja," tutur Philip dan membungkusnya kebali ke dalam tas.
"Baiklah nanti tempat makan akan ku kembalikan," ujar Kasih.
"Santai saja, ambil saja juga tak apa-apa. Sampai jumpa Kasih semoga kita bisa sering bekerja sama," kata Karenina.
Kasih melangkah dengan tergesa-gesa, telapak tangannya dingin sekali. Delon tahu kalau adiknya sedang menahan perasaannya. Sesampainya di mobil tangis segera tumpah.
"Hu.. hu... hu.. Kak Delon, dia lumpuh tetapi masih sangat riang. Itu tadi kakak lelakiku kan, kenapa aku bisa rindu berlama-lama dengan mereka padahal kami sudah terpisah lama," ujar Kasih sambil menangis sesenggukan.
"Kau tetap tak bisa membohongi perasaanmu, bagaimana pun pasti ada rasa ingin segera memeluk dan berbicara kepada mereka kalau kalian bersaudara," kata Delon mulai men stater mobil dan meninggalkan basement PT. KCP
__ADS_1
"Mungkin seperti itu, ada perasaan aneh yang bergejolak di hatiku. Kak lihat kan tadi, Karenina memakai kursi roda. Sungguh Malang nasibnya," ujar Kasih.
"Iya,untunglah dia sama sepertimu.Wanita cerdas yang meskipun mengalami banyak tantangan masih mampu bangkit kembali," kata Delon sambil melihat sekilas melalui kaca spion keadaan adik bungsunya.
"Semua salah wanita tua itu, kita percepat saja.Lihat kan dia sudah mencelakai Suzy juga," kata Kasih dengan geram.
"Benar,kita langsung percepat saja" ujar Delon.
Sesampainya di rumah, mereka segera berganti pakaian dan hendak makan bersama.Kasih membuka bekal yang tadi di berikan Karenina. Ternyata isinya adalah sup ayam dan beberapa perkedel kentang dengan isi daging cincang.
"Kelihatannya enak,makanlah,"kata Delon.
"Iya mari berdoa dan makan bersama," sahut Kasih.
Mereka pun makan bersama,tak lama Davin dan Darren juga pulang sambil membawa 3 buah pizza dengan varian rasa berbeda.
Malam itu ketiga kakaknya sibuk nonton bola bersamadan Kasih hanya melihat beberapa naskah film sambil memandangi bintang di langit.
__ADS_1
"Mama,Papa lihat dari surga aku akan membalas pembunuh kalian," gumam Kasih.
Bersambung....