
Di dalam mobil,
“Suzy, kau hebat juga ya berani memukul pria kurang ajar itu,” puji Davin.
“Tentu saja ,di dunia entertaiment sudah cukup banyak orang seperti itu,” ujar Suzy.
“Memang berat kehidupan glamormu itu ya,” kata Davin.
“Begitulah, Kamu akan di antar ke rumah sakit atau tempat kost?” tanya sang model.
“Di tempat kost saja, besok pagi datanglah ke ruangan rawat Kasih dan jelaskan tentang penyelidikan malam ini,” saran Davin.
“Iya ,besok aku bawa sarapan sekalian ceritakan malam ini dan beberapa kasus lainnya,” kata Suzy.
Mobil meluncur cepat untuk mengantarkan Davin sementara Suzy sendiripun membutuhkan istirahat selesai. Malam semakin larut selesai beraktivitas mereka tertidur di rumah masing-masing.
Keesokan hari,di rumah sakit.
“Pagi Kasih, lihatlah aku membawakanmu roti bakar dan susu kotak,” ujar Suzy sambil mengangkat kedua tangannya ke atas memperlihatkan kotak makanan.
“Terimakasih.”
Maka Suzy mulai membuka bekal makanan lalu menaruhnya di meja sebelah sang pasien dan makan bersama-sama. Darren dan Delon juga ikut sarapan.
“Di mana Davin?” tanya Suzy.
“Toilet,” sahut Kasih.
__ADS_1
“Kedua orangtua kalian?”
“Tempat kost, memasak untuk makan siang. Kami akan segera pulang kampung,” jawab Davin yang baru saja ikut bergabung.
“Ohh.”
“Cepat ceritakan tentang semalam,” desak Delon.
“Baiklah,aku akan mulai mengenai suami Anna yang tak ada di acara tersebut,” ujar Suzy.
“Lanjutkan saja,kami akan mendengarkanmu,” kata Kasih.
“Namanya Rendy Wirabrata, seorang pengusaha. Menurut info yang ku dapatkan kalau dia melakukan indakan pelecehan kepada Karenina sehingga beada di penjara. Dulu kedua saudaamu tinggal di dalam rumah mereka, namun karena peristiwa ini maka hak asuh pun lenyap dan Kakakmu Philip yang mengurus adiknya sendiri karena berusia dewasa. Kini kedua saudaramu
tinggal di sebuah tempat tinggal terpisah dengan seorang asisten rumah tangga Bi Kinan yang sudah menjaga kedua saudaramu sejak kecil. Akibat pelecehan ini Karenina mengalami trauma dan tak bisa berdekatan dengan lelaki,” papar Suzy menjelaskan.
“Kita harus bantu Kasih, selidiki dan beri pelajaan saja ke mereka,” ujar Davin.
“Kakak terserah padamu, Dik. Lakukan apapun dan kami mendukungmu,” kata Darren.
Kasih terdiam sesaat lalu berujar “Aku akan balas dendam, tetapi belum sekarang. Saat ini aku mau menyelesaikan sekolah dan menjadi lebih baik baru habisi mereka.”
“Benar, selama beberapa tahun ini kita bisa menyelidiki dengan seksama perisiwa kecelakaan tempo dulu,” usul Davin.
“Aku akan sampaikan ke Ayah dan Ibu, sebaiknya setelah ini aku akan tinggal di sini saja sampai wajahku pulih dan meneruskan sekolah dengan ujian paket C,” kata Kasih.
“Lakukanlah, Abang akan melihat rumah di sini dan kita bisa tinggal bersama,” ucap Daren.
__ADS_1
“Saat lulus kuliah aku pun akan membantumu di sini,” janji Delon.
“Kalian jaga adik kita, aku akan berada di desa Flamboyan dan mensupport sambil menjaga Ayah dan Ibu,” kata Davin.
“Bagus, nanti ku sampaikan ke Ibuku,” kata Suzy.
“Kamu tenang saja, masalah cara yang akan kita lakukan nanti abang akan pikirkan. Sekarang fokus ke pemulihan dirimu,” ujar Darren sambil mengelus kepala sang adik.
“Terimakasih, Bang,” kata Kasih sambil tersenyum.
Televisi masih menyala dan muncul berita rencana pernikahan Ibunya dan Awan, model cantik inipun terperangah. Tak menyangka sang pria akan mengambil langkah ini dan mengatakan identitas
sebenarnya. Di sana terlihat jelas wajah sang dokter wanita nampak melonggo, namun dengan cepat berubah dan melakukan konfrensi pers dengan baik.
“Itu mama kamu kan?” tanya Delon sambil melihat ke arah layar kaca..
“Iya, semalam kan pulang larut lalu pagi ini langsung kemari. Aku memang tak sempat menyapanya,” jawab Suzy.
“Kau akan punya ayah baru, selamat ya,” ucap Davin sambil mengulurkan tangan.
“Terimakasih.”
Ternyata Awan sudah merencanakan untuk mempublikasikan identitasnya juga kabar pernikahan itu ke media agar tak ada lagi yang menyepelekan dirinya juga mengusir secara langsung pria-pria yang berusaha mendekati sang kekasih.
Bersambung....
Visual Dokter Sintia Utomo
__ADS_1