
“Bos, nanti malam akan ada makan bersama Pak Truddy dan Pak Denias di hotel Flamboyan,” kata asisten mengingatkan.
“Aku tahu ,nanti ambilkan jas ku di laundry jadi dari sini bisa langsung ke sana,” ujar Steven.
“Bos musti berhati-hati, menurut info yang beredar Pak Truddy suka sekali bermain trik kotor,” kata sang asisten.
“Iya aku juga pernah dengan cerita itu dari Bos stasiun sebelah, dia terpaksa merelakan beberapa persen aset sahamnya,”ujar Steven.
“Dia bukanlah pengusaha yang baik, suka sekali bermain manipulasi,” kata sang asisten.
“Terima kasih sudah mengingatkan. Aku akan lebih berhati-hati.”
Di lokasi syuting,
“Selesai, adegan terakhir sudah di rekam. Terimakasih atas kerja sma semua selama ini. Aku yakin film ini akan menjadi tontonan menarik. Selamat kepada para pemain, akting kalian begitu mengangumkan,” puji sutradara.
Seluruhnya bertepuk tangan ada yang saling berpelukan.Rasanya sangat lega bisa menyelesaikan pekerjaan kali ini. Kasih pun bahagia dan mengungah moment ini ke media sosial miliknya.
“Kasih, mau ikut makan kan usai berganti pakaian?” tanya Sutradara.
“Iya, Pak.”
“Bagus, ayo kita berangkat. Kami tunggu di mobil van ya,” kata Sutradara.
Hari ini Delon memang tak menjemputnya karena pergi membeli hadiah mainan untuk calon adik iparnya, Kasih memang sengaja juga ingin sendiri dulu merasakan sedikit kesenangan karena musuh sudah kalah.
Di tempat makan,
__ADS_1
“Kenapa kita malah merayakan dengan makan malam di restoran hotel?” tanya salah satu aktris.
“Sponsor yang memberikan hadiah karena penjualan pre order tiket bioskop lumayan melimpah,” jawab kameramen.
“Wah kalau begitu sehabis ini para bintang film pasti terkenal ya,” canda penata rias.
“Tentunya siapa yang tidak mau bermain film bersama sutradara M dan lagi film ini dari adaptasi novel online terkenal,” kata Kameramen.
“Kalian ini bisa saja memuji, ini juga berkat kerja keras penulisnya yang mendedikasikan waktu dan perasaan membuat cerita seindah ini,” sahut Sutradara.
“Ngomong-ngomong penulis cerita, kamu suka baca kan Kasih. Siapa penulis favoritmu?” tanya pemeran utama wanita dalam film ini.
“Aku suka baca cerita karangan Nezha Ageha,” jawab kasih.
“Wah aku tahu dia, salah satu akun media sosialnya di Instagram aku follow loh. Napennya ada beberapa kan,” kata sang aktris.
“Dia seorang Ibu Rumah Tangga kan,” kata aktris itu lagi.
“Iya, sejak dulu aku suka baca ceritanya karena ada beragam genre jadi tidak bosan,” ujar Kasih.
“Benar sekali ada horor, fantasi dan juga pendekar eh cerita anak juga ada.”
“Dia gemar sekali menulis beragam genre dan sepertinya otaknya tidak pernah kehabisan ide.”
“Benar, meskipun kadang sedikit lama update mengikuti moodnya tetapi setiap publish karya pasti tamat.”
“Eh lihat makanan sudah datang ayo kita makan dulu,” kata Kasih.
__ADS_1
“Mari makan.”
Selesai bercengkrama dan makan bersama kru dan juga pemain film lainnya . Kasih memutuskan untuk segera ke kamarnya. Kebetulan memang dia memesan di hotel ini untuk menikmati pelayanan Spa sebelum berangkat lusa ke Jepang.
Saat menunggu lift terbuka tiba-tiba ada yang memegang bahunya. Kasih sontak menoleh ke belakang dan kaget saat mengetahui kalau orang itu adalah Steven. Tampang pemuda itu awut-awutan dan keringat mengucur deras di dahinya.
“Kau kenapa, sakit?” tanya Kasih.
“To-tolong aku, sembunyikan aku,” pinta Steven.
“Sebentar, ayo ikut aku ke kamar dahulu nanti ku telepon Oma agar menjemputmu,” kata kasih sambil memapah pria itu masuk ke dalam lift yang kebetulan sudah terbuka.
“Terima kasih,”lirih Steven.
“Ada apa sebenarnya denganmu?” tanya kasih.
“Mereka ingin menjebakku,” jawab Steven.
“Hah! Ada –ada saja, ayo berjalan. Kamarku di lantai ini,” kata Kasih.
Dengan tertatih-tatih dia membawa pria itu menuju kamarnya untung saja bisa sampai dengan selamat. Kasih menartuh Steven di sofa dan kembali ke depan untuk menutup pintu. Tampak di luar sana ada beberapa pria dengan setelan hitam-hitam tampak celingak celinguk seperti mencari seseorang.
“Mungkinkah mereka yang mengejar Steven,” gumam Kasih langsung cepat menutup pintu dan menguncinya.
Dia segera menuju ke sofa untuk menanyakan ke pada Steven sayangnya , dia sudah tidak ada di sana. Kasih pun hendak menuju ke dalam kamar.Namun dia malah kaget saat Steven muncul dan langsung memeluknya juga mencium paksa.
“Apa-apaan ini ? Kau gila ya?” teriak Kasih sambil berusaha mendorong pria itu.
__ADS_1