Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Kembali Bekerja


__ADS_3

Sekarang saat nya bagi Alicia untuk pertama kali menuju ke kantor menemani Karenina. Sebagai bodyguard tugasnya harus berada di dekat sang Bos. Celana panjang kain berwarna hitam dengan kemeja biru muda dan blazer menjadi pakaian yang di pakai pertama kali.


"Ayo kita berangkat, nantinya selama dua jam sehabis makan siang. Kamu akan latihan mengenal jalanan kota ini bersama sopir,"kata Karenina.


"Baik saya paham."


Kedua gadis itu segera menuju ke mobil yang akan meluncur ke PT . KCP , hari pertama setelah mengambil cuti beberapa hari. Tumpukan dokumen langsung menyerang Nina untuk di kerjakan sementara itu Alicia di tugaskan keliling bersama seorang karyawan untuk mengenal lingkungan kerja.


"Ternyata perusahaan ini cukup besar juga ya," kata Alicia.


"PT . KCP memiliki beberapa lini bisnis sehingga menjadi cukup besar setiap lantai ini berbeda divisi juga produk atau jasa yang di handle," papar sang karyawan menjelaskan.


"Kalian semua pekerja keras ya, eh apa itu yang berada di balik lemari kaca?" tanya Alicia sambil menujuk ke salah satu sudut.


"Di sana adalah dummy kosmetik dan sample parfum yang pernah di buat Bos Nina," jawab sang karyawan.


"Jadi dia juga terlibat dalam proses produksi?"


"Benar karena lini produk kecantikan adalah usul Bu Karenina jadi dialah penanggung jawabnya dan membuat sendiri semuanya."


"Hebat juga ya, sekarang kita kemana lagi?"


Saya akan perkenalkan ke bagian kemana agar anda bisa ikut memantau aktivitas sambil menjaga Bos."

__ADS_1


"Benar, terima kasih ya."


Sesampainya di ruang CCTV tampak beberapa orang pihak keaman memandang rendah Alicia karena dia warga asing dan juga wanita. Memang profesi sebagai bodyguard banyak di lakukan para pria ketimbang wanita. Tatapan mata mereka dan bicara yang merendahkan lama - lama membuat kesabaran Alicia habis.


"Dia bodyguard baru nya? Bos ini tidak slah memilih wanita cantik ini?"


"Seharusnya dia jadi model produk kecantikan buatan bos saja buat menjaga keamanan."


"Buat repot saja , bukannya membantu paling saat ada penjahat dia malah menangis."


"Badannya saja ramping apa bisa memukul lawan."


Itulah beberapa kalimat menyakitkan dan ejekan yang di lontar beberapa pihak keaman untung saja ada beberapa yang membela nya juga.


"Kalian ini sudahlah jangan menggangunya."


"Ayo kita kembali berjaga ke tugas masing - masing."


Masih ada orang baik yang mau membela dan bersikap fair terhadap perbedaan masalah gender ini.


"Berhenti," teriak Alicia.


Sekelompok pihak kemanan yang akan pergi langsung menoleh ke belakang melihat ke arah sag body guard baru.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya salah satu yang juga mengejeknya tadi.


"Apakah di sini ada ruang latihan atau tempat tidak ada CCTV?" tanya Alicia.


"Tidak ada bahkan di atas yang di jadikan lokasi pemotretan ada CCTV nya juga," jawab sekurity itu.


"Kalau begitu, ikut aku," kata Alicia.


Kini mereka ada di depan lorong ruangan CCTV, lalau wanita itu berkata "Maju dua orang menghadapiku."


"Kau serius?" tanya karyawan yang di tugaskan mengantarkan Alicia.


"Serius ,ayo lawan aku jika kalian terluka jangan minta tanggung jawab," sahut Alicia enteng.


"tidak bisa, kalau kau terluka maka Bos akan memecat kami," kata yang lainnya.


"Aku jamin hal itu tidak akan terjadi karena kalian tidak akan menang meskipun maju semua melawanku," ujar Alicia kembali .


"Dia harus di kasih pelajaran karena bermulut besar, kita bereskan saja."


Majulah dua orang sekuriti menyerang Alicia bersamaan.Sayangnya mereka memang bukan tandingan gadis itu dalam sekejab bisa di lumpuhkan memebuat yang lain terperangah akan kemampuan sang bodyguard.


"Belajarlah lagi dan jangan pernah mengejek orang lain meskipun dia wanita karena kami jauh lebih kuat daripada para pria," kata Alicia dan segera pergi meninggalkan para pencundang itu. Sementara yang tadi memebelanya tampak bertepuk tangan kagum akan kehebatannya.

__ADS_1


__ADS_2