Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Rumah Sakit


__ADS_3

❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨


Memacu kendaraan roda empatnya dengan kencang, sampai juga di sebuah rumah sakit terdekat. Pria itu pun membopong tubuh sang gadis yang lumpuh dan segera menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Terdapat beberapa memar di tubuh Nina akibat pukulan Pamannya yang mau memaksakan kehendak gilanya.


"Bi, coba telepon keluarga yang lain," kata Pemuda itu.


"Baik, boleh pinjam Handphonenya," pinta Bi Kinan.


"Silakan." Pemuda itu menyerahkan handphone yang ada di saku celananya.


Bi Kinan menekan sejumlah nomor dan akhirnya tersambung ke kakak kandung Karenina yang sekarang berada di luar negeri untuk menjalani perawatan usai operasi jantung.


Philip Tyo Ariwijaya, anak sulung keluarga Ariwijaya-Susanto. Saat ini berusia 22 tahun dan bersiap untuk masuk ke dalam perusahan Ariwijaya peninggalan kedua orangtuanya.


"Tuan Philip, tolong kami,"Seru Bi Kinan.


"Bi, ada apa? ini nomor handphone siapa?"tanya Philip yang sedikit cemas mendengar suara asisten rumah tangganya.


"Nona Nina mau di perkosa Paman Rendy, sekarang kami di rumah sakit. Ini Handphone milik tetangga sebelah yang membantu kami," papar Bi Kinan menjelaskan.


"Apa! Kurang ajar, Berani sekali dia mau menodai adikku. Berikan telepon ini ke pemiliknya, aku akan bicara," kata Philip.


Bi Kinan nampak sudah menangis dan menyerahkan Handphone ke arah pemuda itu.

__ADS_1


"Tuan Philip, kakaknya Karenina mau bicara," lirih Bi Kinan.


"Halo," ujar tetangga dengan singkat.


"Maaf bolehkah saya tahu nama anda? terimakasih sudah menolong adik dan Bibi saya. Perkenalkan saya Philip Ariwijaya," kata Philip.


"Saya Steven Adimiharja," jawabnya singkat.


"Baiklah Steven, saya minta tolong untuk menjaga adikku. Nanti akan ada seorang pengacara datang juga teman saya, ceritakan kepada mereka untuk membuat laporan di pihak berwajib. Saat ini saya masih berada di Singapore. Sekarang juga akan mengusahakan pulang secepatnya," papar Philip meminta bantuan.


"Ok, saya akan jaga adikmu dan Bibi sampai kamu datang," sahut Steven.


"Terimakasih," kata Philip.


Sambung telepon di matikan, sambil menunggu dokter memeriksa Nina. Keduanya duduk di bangku yang ada di rumah sakit.


"Sejak bayi, ada kecelakaan yang menimpa keluarga akibatnya meraka jadi yatim piatu dan Nona Nina lumpuh sebelah kaki sejak itu," kata Bi Kinan menjelaskan.


"Oh Begitu."


Tampak Steven berusaha berpikir keras"Berarti dia bukanlah gadis 5 tahun lalu, tak mungkin kalau lumpuh," batin pemuda itu.


Tak lama Pengacara dan seorang teman lelaki seperti yang sudah Philip bilang kalau akan datang ke rumah sakit, mereka menanyakannya kronologi kejadian dan langsung pergi ke pihak berwajib melaporkan kejadian ini.

__ADS_1


Benar-benar keji kelakuan sang Paman, bisa-bisanya berpikiran untuk menodai keponakannya yang cacat.


Sementara di rumah,


Anna Kusuma, sang Tante dan juga istri dari Paman tak berakhlak itu baru saja pulang sehabis hang out bersama. teman-teman sosialitanya.


Kaget melihat keadaan rumah yang berantakan, pintu depan terbuka lebar dan melihat suaminya terkapar tak sadarkan diri dengan banyak bekas pukulan.


Anna langsung menelpon dokter pribadi keluarga itu dan meminta bantuan sopirnya mengangkat suaminya bersama-sama menuju kamar mereka.


Wanita itu menuju kamar anak sulungnya, sang nona bisu tapi anaknya tak mau membukakan pintu sama sekali.


Cecilia Wirabrata, perempuan sulung yang mendadak bisu saat usia 8 tahun. Kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa, namun mengisolasi diri dari dunia luar. Memilih hidup dalam dunia yang dia ciptakan sendiri.


"Cecilia, cepat buka pintunya. Katakan apa yang sebenarnya terjadi," teriak Anna tapi tak jua mendapatkan respon.


Tiba-tiba sebuah kertas keluar dari cela di bawah pintu dengan tulisan.


"Kau akan tahu, Sebentar lagi polisi akan datang"


Hanya itu saja tulisan yang Cecilia berikan kepada ibunya. Anna pun pergi usai membaca surat itu, karena percuma saja mendesak Putri sulungnya pasti tak akan mau bicara satu kata pun.


"Ah pusing melihat kelakuan kalian semua, tak berguna," Maki Anna sambil pergi meninggalkan kamar sang anak.

__ADS_1


#PesonaSangDiva


#NezhaAgeha


__ADS_2