Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Berita Palsu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


"Bu Nina, lihatlah ada berita negatif mengenai Kasih," ujar Asistennya.


"Mana coba ku lihat," sahut Karenina.


Sebuah majalah gosip menampilkan wajah kasih dengan beberapa pria termasuk yang usianya sudah bau tanah.


"Ini hoax, berita buatan. Pasti ada yang iri dengannya. Hubungi bagian marketing ambil tindakan untuk pulihkan nama baik Kasih. Jangan sampai produk Mithanina ikutan tercemar karena hal palsu ini," perintah Karenina.


"Baik, Bu."


Sang asisten segera pergi dan berbincang dengan manager marketing, humas juga bagian IT agar menyebarkan kabar positif mengenai Kasih.


Sementara itu, memang tidak semua hanya saja tetap ada yang percaya dengan berita itu. Kasih adalah playgirl dan simpanan salah satu pejabat.


"Tak menyangka kalau gadis itu seburuk ini, kupikir dia alim nyatanya sama saja,"keluh Steven sambil melemparkan koran yang dia baca ke kursi sofa.


"Kenapa? kok tiba-tiba marah," tanya sang Oma.


"Tidak apa-apaan hanya melihat berita buruk saja," jawab Steven.


"Sudahlah jangan terlalu emosi, ini masih pagi. Tersenyumlah! Oia Oma akan jalan ke mall siang ini, nanti jemput saat sore ya baru kita malan malam bersama," kata wanita tua itu kepada sang cucu tersayang.


"Oma untuk apa ke Mall, sendirian? sudahlah tunda saja nanti weekend kita pergi bersama," ujar Steven.


"Tidak mau, sudah cukup lama Oma tidak keluar dan di sana akan ketemu dua orang teman juga," kata Oma.


"Baiklah, ingat besarkan nada dering dan langsung telepon aku ketika menghadapi masalah. Seharusnya Mami cepat pulang biar bisa menemani Oma jalan-jalan," pungkas Steven.


"Biarkan saja kedua orangtua mu bersantai sejenak. Mereka juga butuh Me time bukan hanya mengisi waktu dengan wanita tua sepertiku," kata sang Oma.

__ADS_1


"Oma tidak tua, Oma itu cantik dengan bertambahnya usia. Baiklah nanti sore akan ku jemput dan kita kencan berdua," ujar Steven. sambil memeluk Oma.


"Kamu memang cucu terbaik sayangnya tak kunjung dapat jodoh malah berakting pura-pura tunangan," kata sang Oma.


"Oma doakan dong, masa begitu sih. Kan kalian tahu juga gimana keadaan keluarga itu kasihan juga Karenina jika kita tak bantu. Toh cuma status sementara saja," tutur Steven.


"Baiklah terserah padamu saja, awas lupa jemput Oma. Kalau Pak Burhan harus pulang lebih awal karena istrinya masih di rumah sakit," ujar Oma.


"Siap Bos,"canda Steven.


"Bos apa lagi, Bosan dengan mu," sahut Oma.


Keduanya tertawa, lalu Steven pamitanan dan langsung menuju kantor nya.


"Anak itu, semoga dia bisa bersikap ramah wanita muda lainnya," batin sang Oma.


Siang hari di mall,


"Anak muda sana merokok terlalu banyak," bisik teman Oma.


"Kita panggil pelayan saja untuk menegurnya,"usul Oma.


Tak lama pelayan datang dan mulai menegur sang tamu, hanya saja teman oma merasa takut pria bisa emosi karena memandang dengan wajah tak suka ke arah meja para manuala itu.


Terlihat sorot matanya tajam sekali. Oma memilih tak menghiraukan dan kembali berbincang bersama dengan teman-temannya.


Setelah itu mereka berpisah karena kedua teman Oma sudah di jemput sementara Oma memilih berjalan-jalan sebentar sambil menunggu sang cucu.


"Bagus sekali pakaian ini, mungkin cocok dengan Karenina," lirih Oma.


Selesai membayar wanita itu keluar dari toko dan malah di tabrak dengan sengaja oleh seorang pria.

__ADS_1


Bugh.. Oma malah terduduk, pria itu bukan membantu malah berkata"Jadi orang tua tidak usah banyak mulut."


Rupanya dia adalah pria di restoran tadi, seorang gadis di depan pria itu segera menghajar dengan tas miliknya juga menampar dia.


"Mulutmu belum di sekolahkan ya, berani sekali mengganggu orang tua," hardik Kasih.


"Jangan ikut campur wanita s i a l a n," bentak pria itu.


"Apa katamu? Berani kurang ajar juga ke adikku," kata Delon dengan ketus lalu mulai mengamankan tangan pria itu ke belakang. Meskipun lawannya berteriak kesakitan, tetapi Delon tak melepaskan.


Pihak keamanan pun datang, Kasih sendiri tengah membantu Oma berdiri juga memberikannya minuman juga mengurut kaki wanita tua itu.


"Kasihan sekali Oma sudah tua malah di perlakukan kasar,"ujar Kasih.


"Tidak masalah, biarkan pihak keamanan mengurusnya. Oia nama kamu siapa?" tanya Oma.


"Aku Kasih dan dia Delon kakakku,"jawab Kasih.


"Kalian ada acara setelah ini? kalau tidak temanilah Oma makan," ajak wanita tua itu.


"Makan, ayo Oma biar Delon memapahmu," kata Delon.


"Kau ini saat makan malah cepat," celetuk Kasih.


"Biarkan saja," sahut kakak lelakinya sambil menjulurkan lidah untuk mengejek adiknya.


"Awas kau ya!"


Kasih pun terpaksa mengikuti kedua orang di hadapan untuk mampir ke beberapa outlet pakaian dan tas import yang ada di sepanjang jalan di dalam mall. Sebelum menuju ke restoran.


Bersambung..

__ADS_1



__ADS_2