
Pemuda itu di serahkan ke pihak keamanan bandara sayang pelaku enggan membuka mulut dan tetap bersikap keras kepala. Dia mengaku nekat mencuri karena membutuhkan uang untuk baiya rumah sakit Neneknya dan melihat gadis cacat memakai tas mewah dan bisa di manfaatkan jadi target. Memang Karenina masih berjalan memakai tongkat karena kakinya belum sepenuhnya pulih butuh proses untuk kembali normal.
"Alasan saja, meskipun kau menutup rapat mulutmu. kami akan segera tahu dalangnya, kasus ini teruskan dan bawa saja ke kantor polisi. Darren berikan mereka nomor kontakmu saja dan awasi pria ini juga keluarganya. Aku tidak yakin nenek tua menjadi alsannya," kata Alicia dengan tegas.
"Ini kartu nama saya, silakan kabarkan perkembangan kasus kemari," ujar Asisten Darren dan menyodorkan kartu nama.
"Sudah selesai, ayo kita pergi Bos dan para Nona," lanjut sang asisten.
"Alicia, kamu sepertinya terbiasa menghadapi kasus begini ya?" tanya Karenina saat mereka berjalan untuk kembali ke dalam mobil.
"Sudah, sejak dulu ayahku sering mendapatkan penyusup dan terkadang ikut curi dengar jadi aku tahu kalau pelaku berbohong semacam punya insting saja,"jawab gadis bule itu.
"Latar belakang Alicia akan ku selidiki," gumam Darren.
"Bang kenapa hanya diam saja?" tanya Karenina kala melihat sang kakak tidak berbicara lagi sejak penangkapan pelaku.
"Oh tidak apa-apa hanya memikirkan sesuatu, ayo kita segera pulang," sahut Darren.
Sesampainya di mobil.
"Alicia tinggal saja di mess karyawan milik perusahaan KCP," usul Darren kala mereka sudah berada dekat rumah Karenina.
"Tidak usah, di rumah kami saja karena ada kamar untuk asisten rumah tangga. Dia lebih baik di dekatku agar mudah untuk melindungi," kata Nina.
__ADS_1
"Kamu yakin dia bisa di percaya, kedatangannya terlalu tiba-tiba," ujar Darren.
"Jadi kamu pikir aku ini penjahat? untuk apa juga mencelakai dia, ingat ya aku lagi lari dari rumah makanya tidak punya uang. kalau tidak pasti nasib lebih baik," kata Alicia dengan ketus.
"Dasar aneh masa kabur dari rumah sampe keluar negri," selidik Darren.
"Orang tuaku bisa dengan mudah menyeret pulang kalau jaraknya dekat, kalau ke kampung halaman Nenek pasti mereka sulit mencariku. Negara ini kan luas," sahut Alicia.
"Dasar wanita aneh, yang pasti jangan terlalu percaya padanya," pesan Darren.
"Tenang saja abang, aku akan waspada. berhenti di sini saja. Makasih sudah mengantarkan kami," kata Karenina.
"Sama - sama, awas kalau sampai adikku terluka. Kemama pun kamu pergi akan ku temukan dan habisi," ancam Darren.
"Ayo jalan," kata Darren ke Asistennya.
"Mari masuk, selamat datang di rumah kami," ujar Karenina.
Salah satu asisten rumah tangga membukakan pintu pagar dan mereka ke dalam. Koper mlik Nina di bawa oleh Alicia. Gadis itu tidak membawa apapun hanya sebuah tas selempang kecil berisi identitasnya dan sedikit uang dollar di dalam dompet.
"Rumahmu cukup besar," kata Alicia.
"Ini warisan kedua orangtua ku dan baru kami tempati beberapa bulan," ujar Karenina.
__ADS_1
"Bukankah Darren kakakmu? kenapa tidak tinggal bersama?" tanya Alicia sambil duduk di sofa.
"Dia kakak angkat, ceritanya sangat panjang. Aku sudah menggangapnya sebagai saudara kandung. Oia masih ada tiga kakak lelaki lainnya dan satu adik perempuan," jawab Karenina menjelaskan.
"Banyak sekali keluargamu, aku hanya punya satu kakak perempuan hanya saja dia telah menikah," kata Alicia.
Asisten rumah tangga membawakan lemon ice tea dan sepiring kue brudel (kue basah khas kota Manado).
"Terima kasih,Bi," kata Karenina.
"Minumlah," lanjutnya.
Alicia segera mencoba minum dan makan kue lalu berkata "Enak ya kuenya seperti roti manis."
"Syukurlah kalau cocok di lidahmu. Boleh aku tahu kenapa kau kabur?" tanya Karenina.
"Aku mau di jodohkan, orang tuaku senang mengatur pernikahan anaknya. Aku tidak suka, apalagi pria itu belum pernah ku temui dan keberadaanya masih di cari. Kakek yang buat perjanjian pernikahan dengan keluarga pria itu dulu saat aku masih bayi. kamu pikir deh, masa ada kejadian demikian. Hutang budi kakek harus aku yang lunasi. Mana kakekku sudah di kubur dalam tanah," gerutu Alicia menjelaskan.
"Oh begitu, ya sudah tinggal saja di sini. Bibi tlong antarkan ke kamar kosong di belakang. Beristirahatlah dahulu, aku juga demikian. Sampai jumpa nanti malam," kata Karenina.
"Terima kasih mau menolongku," ujar Alicia sambil tersenyum.
"Sama-sama."
__ADS_1