
"Kasih sampai jumpa, saat tiba di sana jangan lupa kirimkan kabar kepadaku," kata Shinosuke yang mengantarkan sahabatnya ke bandara.
"Tenang saja, terima kasih atas keramahanmu selama aku berada di negafa Jepang. Jika ada waktu kunjungiku aku maka akan ku kenalkan dengan kuliner khas negara kami," balas Kasih.
"Pasti aku akan datang jika kau mengundangku dalam pernikahan, tahu sendiri bagaimana sibuknya temanmu ini," canda Shinosuke.
"Dasar kau mengambil alasan tak masuk akal, pacar saja aku belum punya," gerutu Kasih.
"Sengaja biar lama baru menjumpaimu dan sempat mengumpulkan uang untuk beli tiket ke sana," kata Shinosuke.
"Ehmm ada saja alasanmu, ya sudah bye. Jangan rindukan aku," ujar Kasih sambil memeluk pemuda itu dan segera melakukan check in.
"Aku sudah merindukan mu apalagi suara cemprengmu," sahut Shinosuke.
Kasih hanya tertawa dan menjulurkan lidahnya lalu pergi dan kini benar-benar menghilang dari pandangan pemuda Jepang itu.
Setelah memakan waktu beberapa jam sampai juga di bandara udara milik negara yang menjadi icon tentang mode fashion juga cinta. Apa lagi kalau bukan Paris. Bandar Udara Charles de Gaulle Paris (bahasa Prancis: Aéroport Paris-Charles de Gaulle) (IATA: CDG, ICAO: LFPG), juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy (atau hanya Roissy dalam bahasa Prancis) adalah bandar udara internasional terbesar di Prancis.
Baru saja mengambil kopernya dan hendak menelpon kedua orang tuannya ternyata mereka sudah menuggunya tepat di depan terminal kedatangan. Suasana haru langsung kerasa saat itu. Kasih memeluk sang Ibunda lalu ayahnya. Merekalah yang membesarkannnya dari kecil dan tidak pernah membedakan kasih sayang antara anak kandung juga anak angkat. Mereka berjalan menuju parkiran sambil mengobrol.
"Kenapa kamu terlihat kurus?" tanya Bu Kalina.
"Ah Ibu bisa saja, aku sudah makan banyak kok," kilah Kasih.
"Ayah dan Ibu akan segera pulang usai liburan denganmu ini dan menjagamu karena Delon akan segera menikah kan,"kata Pak Budi.
"Kalian tidak akan tinggal di Desa Flamboyan lagi?" tanya Kasih.
"Tidak akan pindah ke kota, apakah Davin tidak cerita. Kami akan menjual rumah dan beli tanah di pinggiran kota dan bangun peternakan beserta rumah di sana. Kami akan buat jarak lebih dekat agar bisa mengawasi kalian berempat." papar Pak Budi.
"Jangan deh, jika kalian betah di sana tidak usah pindah demi kami," kata Kasih.
"Tidak masalah, anak-anak akan berumah tangga. Kami hanya mau jarak lebih dekat sehingga bisa melihat cucu dan juga kalian," ujar Bu Kalina.
"Kita lanjutkan nanti l;agi obrolannya, ayo naik. Ini Pak Steward, sopir dari pihak hotel yang kami sewa untuk menjemputmu hari ini," kata Pak Budi menjelaskan.
"Hallo Pak Steward," sapa Kasih.
Pria bule itu hanya tersenyum dan mereka semua naik ke dlam mobil untuk kembali ke hotel. Kasih beristirahat sebentar menghilangkan jetlag lalu jalan dan makan di luar bersama kedua orang tuannya.
"Karirmu sudah semakin baik ya,"kata Bu kalina kala mereka tengah makan malam.
"Tentu saja berkat doa kalian semua dan usaha para kakak," jawab Kasih.
"Masalah penyebab kematian kedua orang tuamu dan paman Suzy sudah ketahuan kan, jadi sekarang mau apa?" tanya Pak Budi langsung keinti pembicaraan.
"Terus berkarir lah ayah. Rencananya aku akan menanda tangani beberapa proyek dengan agensi di Jepang. Respon publik di sana lumayan bagus untukku,"jawab Kasih.
"Kenapa memilih yang jauh? bukan karena mau menghindarkan, Ibu rasa sudah saatnya kamu akui identitas mu sebenarnya," kata Bu Kalina sambil mengenggam tangan anak gadisnya.
"identitas apa lagi? Aku adalah Delina Kasih Ciptosusilo anak dari Kalina Dan Budi Ciptosusilo," jawab Kasih dengan lantang.
"Salah, kamu adalah adik kami," teriak sebuah suara pria.
Kasih menoleh ke belakang ke asal suara yang dia dengar, ternyata di sana sudah ada Philip, Karenina, Bi Kinan, Lili, Oma Adimiharja, Oma Gina dan juga Suzy.
"Kalian untuk apa datang kemari?" tanya Kasih sambil berdiri dari meja makan dan menatap semua orang yang datang tanpa di undang itu.
"Kami akan menjemput Chelomitha Tina Ariwijaya putri bungsu dan juga pemilik saham perusahaan KCP. Sudah cukup lama mencarimu dan saat mengetahui keberadaanmu tak sabar rasanya untuk segera berjumpa," papar Philip.
__ADS_1
"Kalian salah orang aku bukanlah orang yang kamu cari," tolak Kasih dan mencoba pergi.
"Berhenti, ini adalah bukti kalau kamu adik kami dan saudara kembarku," kata Karenina sambil menahan tangan Kasih lalu mengeluarkan kalung dari lehernya.
Kasih pun menepuk wajahnya karena sudah kepalang basah dan tidak bisa menyangkal.
"Non Kasih, pulanglah. Kita akan kembali berkumpul dan tebus beberapa waktu yang hilang. Kedua orang tua kalian pasti senang melihat kamu masih hidup dan sehat,"pinta Bi Kinan.
"Kasih jangan keras kepala, mau lari kemana pun darah keluarga Ariwijaya mengalir di nadi dan setiap pembuluh darahmu. Kamu adalah adikku," kata Philip.
Karenina memeluk saudara kembarnya lalu Philip ikut memeluk kedua adiknya dan mereka menangis bersama. Sungguh mengharukan sampai setiap orang di sana juga ikut sedih.
"Pak akhirnya Kasih bertemu keluarga kandungnya," kata Bu Kalina samabil menatap suaminya dan menghapus air mata.
"Sekarang kita bisa lega karena semua berakhir baik," ujar Pak Budi.
"Kalian adalah kedua orang tua angkat Mitha kan, kami berdua mewakili kedua orangtua yang telah tiada mengucapkan terima kasih," kata Philip lalu bersujud bersma dengan Karenina dan Bi Kinan juga ikut kedua majikannya.
"Sudahlah tak usah demikian, kami juga bahagia bisa mendapatkan anak perempuan. Kasih sudah membuat hidup kami lebih berwarna," Kata Pak Budi sambil mengangkat Philip dan Bu Kalina memapah Karenina agar berdiri.
"Wajahmu memang mirip dengan Kasih," ujar Bu Kalina lalu memeluk gadis itu.
Karenina tetap menangis kali ini dia merasakan kesejukan dan pelukan kasih sayang dari seorang Ibu,
"Ketahuan juga akhirnya, sudahlah mau bagaimana lagi," celetuk Kasih sambil menghapus air matanya.
"Anggap saja Bapak dan Ibu juga sebagai orang tua kalian baru aku mau mengakui identitas kedua itu," lanjutnya.
"Tentu saja kami mau, selama ini tidak punya sosok ayah dan Ibu,"sahut Karenina.
"Jadi sekarang kalian memiliki empat anak lelaki dan dua anak perempuan,"kata Philip.
Semua pun tertawa, tiba-tiba terdengar alunan musik dan sejumlah pemain musik mendatangi meja meraka. Seorang penyanyi menyanyikan lagu berjudul From This Moment dari penyanyi Shania Twain.
"Sebenarnya kalian menyiapakan kejutan apa lagi untukku?" tanya Kasih.
Semua hanya diam dan tak lama munculah seorang pria yang memakai setelan toksedu juga topeng yang menutup wajahnya sambil membawa bunga matahari berlutut dan mengeluarkan sebuah cincin emas di hadapan Kasih.
Gadis ini tentu saja binggung dan usai lagu berhenti, pria itu mulai berbicara "Nana, maaf tidak mengenalimu. Maukah kau memafkan kebodohanku dan menikahi pria tak berguna ini lalu lahirkan banyak anak buat keluarga kecil kita."
Deg.. jantung Kasih berdebar kencang, satu-satunya orang yang memanggilnya dengan nama Nana hanya pria itu. Sang cinta Monyet yang ingin dia lupakan. Memang benar saja itu dia ketika topeng di buka munculah wajah Steven Adimiharja.
"Maaf tidak bisa, aku menolakmu karena aku tahu kalau Nina lebih mencintaimu dan kalian dulu bertuanngan kan," tolak Kasih.
"Terima saja, pertunangan ku dengan Steven hanya setingan saja agar terlepas dari genggaman Anna. Apakah kau tidak melihat cincin di jari manisku, lusa lalu Dokter Sonny melamarku dan kami akan segera menikah. Lagipula sejak awal dia memang mencintaimu dan setuju membantuku hanya karena wajah kita mirip," papar Karenina menjelaskan dan menunjukan jari manisnya yang melekat sebuah cincin.
Kasih terdiam cukup lama baru berujar "Menikahimu tidak bisa ku lakukan sekarang karena kita belum kenal dekat dan sudah lama tidak bertemu. Sebaiknya kamu mengenali diriku lagi sebelum kita salah melangkah kedepanya.Pernikahan hanyalah sekali seumur hidup dan aku tidak mau gagal."
Steven bangkit dan bertanya " jadi kau menolakku?"
Tiba-tiba Oma Adimiharja datang dan langsung memukul kepala cucunya dengan tas yang di bawa baru berkata " Dasar bodoh, dia tidak menolak hanya saja ingin punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat. Jadi pergunakan waktu ke depan untuk buktikan cinta dan juga ketulusanmu baru lamarlah lagi."
Semua malah tertawa melihat sang Oma yang bersikap semena-mena kepada pimpinan grup Adimiharja.
"Pakailah saja dan berikan aku kesempatanuntuk buktikan padamu cintai ini," kata Steven lalu memasang cincin ke jari manis Kasih.
"Berjuanglah Steven karena saingan cintamu sangat banyak, ada beberapa aktor Jepang dan sudah mendekati bahkan melamar Kasih," teriak Suzy.
"Aku tidak akan kalah," kata Steven dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
*****Tamat****
Nb : Terima kasih sudah membaca sampai tamat sebagai bonus Emak akan memberikan bonus beberapa part tambahan, sampai jumpa di karya lainnya ya. Baca juga judul cerita Because I See Only You akan on going selanjutnya tahun depan, kisah mengenai pernikahan seorang penulis yang akan mengalami sendiri setiap konflik yang di tulis dalam bukunya. nanti ada part pacaran dengan mahkluk kasat mata ganteng loh.
salam cinta,
Nezha Ageha
Cuplikan lagu romantis lamaran Steven ke Kasih.
From this moment, life has begun
From this moment, you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment, I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love, I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
I can't wait to live my life with you, I can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment, as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on, oh
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment, as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment, I will love you
As long as I live, from this moment on
__ADS_1