
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Pesona Sang Diva
Selesai menonton di bioskop,mereka berdua mulai mencari makanan. Ribut menentukan pilihan karena Sintia ingin makan barbeque atau goreng sedangkan Gunawan mau makan yang berkuah. Akhirnya keduanya setuju untuk pergi ke restoran jepang dan memesan yakiniku juga shabu-shabu.
Pelayan membawakan pesanan keduanya dan mereka pun mulai makan dan sibuk memasak menu masing-masing dan saling mencicipi. Melihat ada saus di ujung bibir Sintia, maka Gunawan berinisiatif unuk mengelapnya mengunakan tissue. Kejadian ini layaknya adegan dalam sinetron.
“Maaf,” ujar Gunawan.
“Tidak masalah, oia kalau di luar rumah sakit kau panggil saja aku , Tia,” kata Sintia.
“Baiklah dan kau bisa panggil aku, Awan,” ujar Gunawan.
“Awan? Langit?” tanya Sintia.
“Semacam itulah, pandangi saja langit cerah berwarna biru maka rasa rindumu padaku akan lenyap,” kelekar Gunawan.
“Pffftt… gayamu itu, siapa yang akan kangen sama kamu,” ujar Sintia.
“Sekarang sih belum, kita mana tahu nanti. Ku pastikan kau akan merindukanku,” kata Gunawan dengan penuh keyakinan.
“Baiklah, aku percaya. Cepatlah makan sudah mau dingin tuh” ujar Sintia.
“Kau mau coba lagi.?” Tanya Gunawan sambil menyuapi Shabu-shabu ke mulut sang wanita.
__ADS_1
“Terimakasih.” Jawab Sintia sambil mengunyah.
Gunawan tersenyum karena wanita ini tak lagi canggung dekat dengannya. Mereka berdua pun menghabiskan makanan masing-masing sambil saling bercerita satu dengan yang lain tapi namanya juga pekerja di bidang kesehatan maka obrolan tak jauh-jauh dari persoalan medis.
“Pelayan , berapa tagihannya?” tanya Sintia dan mulai membuka tas untuk mengambil kartu kreditnya.
“Jangan ambil kartu dia mba, punya saya saja dan kau akan kuberikan tips Rp.200.000,-,” ujar Gunawan sambil menyerahkan kartu kredit miliknya dengan dua lembar uang berwarna merah.
Sudah bisa di tebak kalau pelayan itu mengambil uang pemberian dari sang pria karena ada tips yang besar.
“Kau ini kenapa begitu, biar aku saja yang bayar kali ini. Tadi di bioskop kan sudah pakai uangmu,” cecar Sintia.
“Sudahlah tak masalah nanti di kencan selanjutnya baru kamu yang bayar, kan ini ku yang ajak,” kilah Gunawan.
“Kencan selanjutnya? Kau pikir akan ada lagi?” tanya Sintia sambil tertawa.
“Awan jangan banyak mengumbar janji yang tidak bisa di lakukan. Sesuai realita saja,” ujar Sintia.
“Percayalah.”
Tak lama pelayan datang mengembalikan kartu beserta struk tagihan sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Mereka pun meninggalkan restoran menuju ke dalam mobil. Semual Sintia mengira kalau mereka akan pulang ternyata dugaannya salah, Awan mengajaknya ke sebuah toko buah membeli sekeranjang buah dan juga ke toko kue dan membeli chesse cake ukuran medium beserta blackforest.
“Sebenarnya untuk apa semua ini?” tanya Sintia heran.
__ADS_1
“Untuk tiket masuk ke tempat berikutnya, ikut saja,” jawab Awan.
“Ehmmm cukup aneh juga, mau kemana sih? Masa tiketnya kue dan buah?” Sintia kembali bertanya dengan heran.
“Percayalah aku akan membawamu ke tempat menarik,pasti tidak mengecewakan deh,” ujar Gunawan sambil tersenyum sangat manis.
Mobil kembali berjalan dan berhenti sebentar di pompa bensin karena hampir kehabisan bahan bakar lalu kembali melesat melewati jalanan beraspal. Di dalam mobil terdengar lantunan lagu barat romantis tempo dulu, suasana makin menyenangkan.
Mereka berhenti sejenak di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.Sekuriti membukakan pintu pagar dan menunduk hormat baru kendaraan roda empat itu masuk ke dalam. Sampai di depn pintu rumah besar, Awan membukakan pintu untuk Sintia dan membawa keranjang buah juga dua kardus berisi kedua cake tadi.
“Kita mau kemana sih?” bisik Sintia.
“Lihat saja dan tersenyum,” sahut Awan.
Pintu depan rumah pun terbuka dan keluarlah sosok yang Sintia kenal , sehingga membuat wanita itu terperangah kaget.
Bersambung....
******
Hello emak mau promo karya salah teman emak nih, kalian bisa baca cerita dia ya. Pasti sangat seru loh.
Terimakasih.
__ADS_1