
Suzy mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari keberadaan Karenina ataupun Philip, namun tak menemukan keduanya. Bahkan dia sengaja mendatangi Connie untuk memberikan hadiah ulangtahun sambil menanyakan tentang sepupunya.
“Hai Connie selamat ulang tahun,”ujar Suzy yang datang sambil menggandeng tangan Davin lalu menyerahkan kado kepadanya.
Si bungsu kesayangan Anna ini sempat sedikit terkesima melihat pesona Davin, dia baru sadar usai salah satu temannya menyenggolnya.
“Oh i—iya terimakasih,” ucap gadis itu sambil mengambil kado tadi lalu menaruhnya ke atas meja bersama tumpukan hadiah lainnya.
“Pria itu pacar kamu?” tanya teman Connie sambil menunjuk ke arah Davin.
“Bukan, dia anak teman Mamaku dan sengaja ku paksa kemari karena aku masih single tak punya pasangan,” jawab Suzy sambil tersenyum melihat tingkah konyol sang tuan rumah.
“Siapa namamu?” tanya Connie sambil tersenyum centil.
“Davin,” jawab pemuda itu singkat.
“By the way dimana kedua sepupumu?” tanya Suzy langsung ke inti tujuannya datang.
“Mereka mungkin tak datang sebab Karenina sakit,” jawab Connie sekenanya.
“Oh begitu, baiklah kami akan permisi dahulu. Mau duduk, lelah berdiri,” ujar Suzy.
“Silakan, nikmati pestanya,” kata Connie.
Suzy segera mencari meja yang kosong untuk duduk, posisinya sengaja di tengah agar mereka bisa mengawasi setiap aktivitas orang-orang dalam pesta. Nuansa pestanya sendiri begitu elegan dan mewah, hiasan dekorasi emas dan merah muda menjadi tema kali ini. Ada beberapa penyanyi idola yang tengah naik daun ikut hadir meramaikan acara. Tak ketinggalan modern dance pun ada dalam pesta ulang tahun ini. Rata-rata para tamu adalah anak muda sehingga percakapan dan tawa terdengar selama acara
berlangsung. Tiba waktu untuk meniup lilin ulangtahun seluruh keluarga itu berkumpul tanpa kehadian sang Ayah yang masih berada di penjara tetapi ada Steven di sana berada di samping kekasihnya.Semua terlihat bersukacita.
“Mohon perhatian semuanya,” ujar
Anna sambil memegang mikrofon.
“Hari ini adalah ulangtahun putri bungsuku sekaligus pengumuman pertunangannya dengan Steven Ang,” lanjut wanita tua itu.
Seluruh tamu undangan pun bertepuk tangan, wajah Connie terlihat sangat bahagia lalu nampak sang kekasih mencium kening dan memeluk pinggangnya di depan para tamu undangan.
__ADS_1
“Kalian semua silakan makan dan nikmati acara,”ujar Chandra.
“Itu keluarga sang wanita licik bersama ketiga anaknya juga calon menantu,” bisik Suzy.
“Dimana sang kepala rumah tangga?” tanya Davin.
“Nanti kuceritakan besok ketika bersama Kasih,” jawab Suzy.
“Baiklah, sekarang kita akan menunggu atau pulang saja,” kata Davin.
“Makan dong,rugi sudah kasih kado dan tak menikmati sajian prasmanannya. Ayo antri ambil jamuan makan malam,” ajak Suzy.
Keduanya pun berdiri dan segera menuju antrian untuk mengambil makan malam setelah itu mereka kembali ke meja untuk menikmati makanan. Susy nampaknya sangat menyukai daging, isi piringnya ada tiga jenis masakan dengan rasa berbeda.
“Apakah kau tak takut gendut?” tanya Davin saat meliha piring sang model.
“Tidak, aku sulit gemuk meskipun makan dengan banyak dan dalam porsi besar,” jawab Suzy dan mulai memakan daging kecap.
“Bagus sekali jadi tidak perlu diet demi pekerjaanmu,” ujar Davin.
“Tentu.”
Keduannya kembali melanjutkan makan lalu saat akan ulang, Suzy berkata akan ke toilet dahulu. Davin hanya menunggu di meja. Merasagadis itu pergi terllu lama , maka pemuda itu berinisiatif menyusul dan justru melihatnya tengah kesulitan.
Bugh.. sebuah tonjokan tepat di pipi di layangkan oleh Davin dengan tiba-tiba kepada pemuda yang berusaha melecehkan Suzy. Tampak wanita itu tersandar di dinding dan pria jahat itu mau menciumnya.
“Terimakasih Davin! aku tak mengerti kenapa sejak tadi aku berteriak,namun tak ada yang datang,” ujar Suzy sambil mengenggam tangannya yang di tahan pelaku.
“Kurang ajar? Siapa kau?” tanya sang penjahat dan berusaha memukul balik Davin.
Kali ini Suzy bergerak cepat dan menendang junior pria itu dengan keras, mengakibatkan lawannya kesakitan. Davin sendiri ikut meringgis ngilu melihatnya.
“Kau kira aku wanita lemah, tadi saat tak siap
kau menahan kedua tanganku juga menekan tubuh sehingga tak mudah melakukan
__ADS_1
perlawanan. Sekarang aku sendiri yang akan membalasmu,” ujar Suzy.
Model cantik itu melepaskan high heelsnya dan Davin menahan kebelakang tangan sang pelaku. Selanjutnya dia memukuli menggunakan hak sepatunya juga meninju perut pria mesum itu berulang kali. Sang pelaku mulai berteriak minta tolong dan datanglah Chandra berserta teman-temannya yang lain.
“Ada apa ini?” tanya Chandra.
“Kau kemana saja, sejak tadi aku berteriak tak ada yang datang! Kenapa giliran dia berteriak kalian bisa datang semua?” tanya Suzy dengan sorot mata tajam.
“Kami baru saja mau ke toilet jadi bisa mendengar,” jawab Chandra.
“Hah! Ke toilet barengan, hobi yang aneh," kata Suzy.
“Apakah dia teman kalian? Cepat urus saja pria sial an ini. Kalau berani melapor ke pihak berwajib, kami akan lakukan hal yang sama karena sebelum memukulnya aku sudah merekam perbuatan tak senonoh yang di dia perbuat ke Suzy. Jadi jangan bertindak gegabah,” ancam Davin lalu mendorong dengan kasar sang tersangka ke arah teman-temannya.
Cuih.. Suzy meludahinya tepat di wajah dan memakai kembali sepatunya lalu menginjak tepat di telapak tangan sang pria yang tergeletak di lantai.
“Aww sakit!’ serunya.
“Makanya otak di pake, kalau mau nakal di pikirkan dulu siapa targetnya,” kata Suzy lalu menggandeng tangan Davin dan meninggalkan tempat itu. Saat mereka sudah pergi terjadilah sedikit pertengkaran di sana.
“Sial, ini gara-gara saranmu. Wanita itu berbahaya,” ringgis sang pelaku.
“Kau sendiri yang bodoh,” kata Chandra membantah.
“Sudah, ayo pulang dan obati lukamu,” kata salah satu pria.
“Awas saja kau, Chandra. Urusan kita belum selesai,” ancam sang pelaku lalu pulang bersama teman lainnya.
“Suzy park hebat juga, aku makin tertarik,” gumam Chandra.
Bersambung....
Visual Suzy Park Utomo, model cantik yang pemberani.
__ADS_1