
Sekarang si kembar sudah berada di dalam kamar yang sama. Puluhan tahun terlewati dan sisa sebentar saja waktu mereka kan bersama karena Nina akan melangsungkan pernikahan tentu Kasih tidaak bisa lagi tidur bersama sang kakak.
“Baju ini cukup unik. Bu Kalina sengaja membeli sepasang ya?” tanya Karena sambil mengenakan piyama berwarna merah muda dengan motif kelinci imut dan sandal berbulu dengan kepala kelinci.
“Ibu sengaja membeli ini tempo hari, mungkin saja dia sudah curiga kalau aku mengetahui keberadaan saudaraku,” jawab Kasih.
“Anak – anak keluarlah dahulu. Ibu ingin mengambil gambar bersama kalian,” Kata Bu Kalina dari depan pintu kamar.
“Gambar apa?” tanya Nina.
“Foto, pasti Ibu mau mengabadikan kita dengan pakaian imut ini dan kurasa ketiga kakak juga mendapatkannya,” sahut Kasih lalu bergegas ke luar dan benar saja masing-masing telah memakai piyama motif lucu itu dengan warna berbeda dan motif binatang lucu.
Darren warna hitam dengan motif harimau kecil, Davin warna cokelat dengan motif beruang lucu sedang makan dan Delon memakai piyama warna biru dengan motif binatang pengiun. Sementara kedua orangtua mereka hanya memakai piyama biasa dengan warna hijau lumut.
“Lihat kelihatan lucu kan, ini bando buat Kasih dan Nina. Bibi tolong ambilkan gambar kami sekeluarga,” pinta Bu Kalina kepada asisten rumah tangga yang baru.
Segera mereka melakukan beberapa pose dan di foto oleh sang Bibi. Gaya terlucu adalah milik Delon dan gaya tidak pernah berubah ada Bang Darren. Sepanjang jepretan lelaki ini hanya berdiri mematung tanpa senyuman sama sekali. Memang dia terpaksa memakai piyama itu karena sang Ibu menangis saat memintanya mencoba mengenakan.
“Darren , kenapa wajahmu tak ada senyum sedikitpun. Bagaimana bisa kami mendapatkan menantu jika tampanngmu menyeramkan,”ujar Bu Kalina saat melihat hasilnya melalui layar Handphone.
“Aku malas,Bu. Sudah kalian lanjutkan saja, aku mau Istrirahat dan mengecek club subuh nanti,” kata Darren sambil berlalu pergi.
“Aku minta foto – foto tadi,Bu. Akan ku share ke Kak Philip dan memakai jadi foto profile,” pinta Karenina.
“Mana alamat emailmu. Akan ku kirimkan ke sana,” kata Bu Kalina.
“Kareninaxxxx @ gmail . com.”
__ADS_1
Bu Kalina menekan sejumlah huruf di layar handphonenya lalu mengirimkan semua foto dalam attch file ke Nina. Kasih sendiri nampak membuat susu cokelat dan Delon mengeluarkan aneka cokelat dan minuman sachet yang dia beli dari luar negri.
“Coklat putih dengan sedikit kue ini sangat enak loh,” ujar Delon sambil mengunyah.
Bibi datang membawakan juga beberapa gelas susu hangat buat semua orang. Mereka semua memilih bersantai di ruang keluarga sambil bercengkrama. Mendengar tawa dari anggota keluarganya Darren memutuskan untuk keluar dan ikut bergabung.
“Tak jadi tidur?” tanya Davin.
“Kalian ribut, sedang apa sih?” Darren duduk di lantai dan mengambil cokelat milik Delon.
“Nonton acara komedi sambil santai sedikit sebelum tidur,” jawab Delon.
“Astaga, berisik sekali. Sepertinya masih ada sekotak pizza yang siang ku beli buat makan. Akan ku panaskan lalu kita makan saja,” usul Darren.
“Asyik ada pizza!”seru Kasih.
“Dia biar makan sebanyak apapun tidak akan gendut,” sahut Bu Kalina.
“Benar, anak ini sangat rakus. Namun untuk menambahkan bobot badannya sangatlah sulit,” timpal Davin.
“Kalau dia menginap di rumahmu, suruh Bi Kinan siapakan banyak makanan dan cemilan,” kata Darren yang datang dengan sepiring Pizza hangat.
“Benar dan harus ada kentang goreng beku di kulkas. Bila lapar dia akan makan itu dan minum orange jus,” ujar Davin.
“Kesukaan kita sama, aku juga suka sekali kentang goreng dengan mayo dan saus tomat,” ucap Karenina.
“Apakah kau juga suka makan sayur pare, oseng bunga pepaya dan sayur pepaya?” tanya Delon.
__ADS_1
“Suka hanya sayur pare jika bunga pepaya aku maunya pakai kangkung dan di tumis sedikit pedas,”jawab Karenina.
“Ternyata biarpun terpisah , makanan kesukaan kalian tetap sama saja ya,” kata Darren.
“Untung selera pria tidak sama,” ujar Delon.
“Tidak juga , aku sempat menyukai Steven loh saat dia menolongku ketika ada kasus dengan Paman Rendy,” kata Karenina.
“Suka, cinta , kagum beda loh. Kamu di posisi yang mana?” tanya Delon.
“Mungkin kagum kali ya, karen adia sangat baik mau menolong orang asing,” jawab Nina.
“Kalau Kasih lain lagi, dia mah sempat meyukai Steven. Cinta monyetmu kan,” goda Delon.
“Ih apaan sih, itu dulu ya,” sahut Kasih.
“Cinta monyet bisa saja keterusan dan jadi cinta sejati,” lanjut Bu Klaina.
“Ibu jangan ikut – ikutan dong,” protes Kasih dan semua pun tertawa.
Malam yang sangat menyenangkan, Karenina bersyukur sekali bisa berada dengan semua orang – orang baik ini.
Bersambung...
yuk mampir ke cerita ini pasti seru loh :)
__ADS_1