Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Konferensi Pers


__ADS_3

Seketika seluruh ruangan riuh, tidak ada yang menyangka jika sang pendatang baru yang kemaren jadi perbincangan akibat di isukan menjadi sugar baby ternyata pewaris perusahaan besar yaitu PT . KCP . Tentu saja hal ini mematahkan beberapa rumor negatif yang bilang dia merupakan simpanan salah satu orang terkaya di kota tersebut. Publikasi ini juga berfungsi untuk memulihkan nama baik Kasih.


“Jadi dia bayi yang hilang puluhan tahun silam dan di mana keberadaannya selama ini?” tanya salah satu wartawan pria dengan kaos putih.


“Dia di rawat oleh sebuah keluarga baik hati di sebuah desa bernama Flamboyan. Di sanalah dia di besarkan dan mendapat limpahan kasih sayang,”jawab  Philip.


“Inilah mereka yang membesarkan adik kami. Sekarang mereka juga menjadi orang tua dan juga ketiga lelaki ini adalah saudara kami,” kata Karenina memperkenalkan keluarga Pak Budi dan Bu Kalina.


Kasih nampak memeluk sang Ibu dan para wartawan mengambil potret keluarga itu. Darren nampak kesal dengan kilatan blitz yang menggangu penglihatannya. Delon malah asyik cengar cengir menebarkan pesona.


“Kasih seharusnya kedua kakakmu itu menjadi foto model ,tampang dan badan mereka sangat seksi,” ujar salah satu wartawan wanita.


Davin tertawa sedangkan Darren malah membuang muka. Memang benar jika mereka memliki wajah tampan dan postur tubuh proposional bahkan memiliki otot perut dan lengan. Sayang sekali kedua lelaki ini tidak berniat ganti profesi bahkan Davin makin banyak menambah hewan ternak untuk dia urus dan buat berkembang biak di peternakan milik keluarga.


“Sudah – sudah, cukup Kasih saja yang bergelut di entertaiment beserta anak ketiga kami. Mereka  berdua telah memiliki profesi sendiri,” kata Pak Budi sambil tersenyum.


"Benar sekali, kedua kakakku sudah cukup sukses dengan pekerjaan mereka," sahut Delon.

__ADS_1


“Adakah bukti tambahan jika dia memang benar adik kandung kalian?” tanya wartawan berkaos merah.


“Kalung, orangtua kami membuatkan kalung untuk kami dan ini adalah buktinya,” jawab Karenina sambil menunjukan perhiasan yang menguntai di leher dan di pakai bersama Kasih.


Deg, Alicia agak terkejut melihat bentuk kalung itu. Dia merasa seperti pernah melihat benda yang di tunjukan sang bos. Gadis bodyguard itu berusaha mengingat di mana kira - kira, penjelasan tentang kalung tersebut.


“Baiklah semua sekarang sudah jelas. Di kemudian hari saya harap tidak ada lagi rumor tidak menyenangkan yang menyebutkan adik kami adalah wanita simpanan. Langkah hukum akan kami ambil tegas terhadap penyebar hoaks,” kata Philip dengan tegas.


“Okey sekarang sudah usai sudah, kini kita semua tahu bahwa Kasih adalah sang anak yang hilang dan juga ahli waris dari perusahaan KCP,” kata pembawa acara.


“Terima kasih atas kedatangan kalian, di depan ada sedikit cinderamata dari pihak keluarga. Samapi jumpa lagi,” lanjutnya.


“Akhirnya selesai juga, ayo makan,” kata Delon.


“Benar aku suidah lapar,” kata Kasih.


“Aku malah masih syok, apakah sudah ada kabar dari pihak polisi?” tanya Karenina.

__ADS_1


“Belum, biarkan mereka proses saja dahulu,” jawab Darren.


“Oia Tante Anna bagaimana kabarnya?” tanya Davin.


“Dia ada di rumah sakit jiwa. Kondisi mentalnya terganggu dan sering berbicara sendiri, tingkahnya benar – benar seperti orang kehabisan akal sehat,” jawab Philip.


“Kasihan sekali ya,” kata Delon.


“Sudah ayo kita makan, mau di mana?” tanya Bu Kalina yang malas membahas wanita jahat tersebut.


“Rumah makan padang,” ucap Kasih.


“Boleh juga, kita cari yang dekat sini saja,” kata Karenina.


“Ayo berangkat!” ajak Darren.


Bersambung,

__ADS_1


Ayo baca karya di bawah ini, sambil nunggu kelanjutan PSD loh, di jamin seru.



__ADS_2