
Ammmm
Fanservice lagi 😂
………………………………..
(KOTA EMERALD SCALE)
Gerbang selatan yang menjadi jalur utama kota Green scale selalu di padati orang-orang dan kereta kuda yang lalu lalang.
Ada belasan prajurit yang menjaga gerbang ini namun tidak seperti jalan utama kota pada umumnya, gerbang di buka sepenuhnya dan tidak ada pemeriksaan, sehingga tidak ada antrian panjang untuk mereka yang ingin memasuki kota. Para tentara hanya sesekali menghentikan pendatang yang tampak mencurigakan.
Seorang wanita dengan jubah mage yang menutupi seluruh tubuhnya dan tudung membuat orang lain sulit untuk melihat wajahnya melangkah memasuki gerbang kota.
“tunggu sebentar nona, bisakah anda memperlihatkan wajah anda?”
Seorang prajurit beastman berjenis tikus menghentikan langkah wanita itu. Sudah menjadi pengetahuan umum bagi para pendatang jika kota ini tidak menerima manusia, Karena itulah para prajurit selalu memeriksa pendatang yang terlihat mencurigakan.
Tanpa penolakan wanita itu membuka tudungnya, dan sebuah wajah cantik dengan mata merah terlihat, kulit putih pucatnya perlahan mengeluarkan asap saat terkena sinar matahari membuktikan jika dia adalah seorang undead.
“uwaaaa maaf anda bisa memasuki kota”
Dengan panik prajurit itu meminta maaf sambil membungkuk. Undead adalah ras yang memiliki kelemahan fatal dengan cahaya matahari, tubuh mereka akan terbakar jika berjalan di siang hari, karena itulah mereka selalu menggunakan baju yang sangat tertutup saat berpergian.
“hihihihi Jang terlalu dipikirkan”
Wanita itu hanya tertawa saat melihat tingkah prajurit tikus yang dia pikir lucu, diapun kembali menutup tudungnya lalu melanjutkan perjalanan memasuki kota demihuman terbesar di benua Slahorn.
.
.
.
.
(DESA TRAAN)
__ADS_1
Di ruang bawah tanah rumah kepala desa traan terdapat gerbang teleportasi yang menghubungkan desa dengan kota les maquie.
Saat kain penutup gerbang di buka sebuah gerbang dengan lebar 2 meter dan tinggi 3,5 meter terlihat indah. Memiliki 2 daun pintu yang dipenuhi ukiran rune dan gambar 2 dewa di setiap sisi.
2 mage maju mendekati gerbang, satu tangan mereka menyentuh gerbang dan tangan yang lain saling berpegangan satu sama lain. Mereka mengucapkan mantra untuk membuka segel gerbang.
Mantra yang cukup panjang dan rumit sehingga membutuhkan waktu 5 menit untuk diselesaikan. Setelah mantra selesai gerbang memancarkan cahaya dari sela-sela pintu menandakan segel telah dibuka.
“oke itu terhubung… kerja bagus”
Durn yang menjadi pengawas mengucapkan terimakasih pada kedua mage.
Setelah tugas mereka selesai kedua mage menyingkir. Mereka terlihat sangat kelelahan karena proses pelepasan segel yang membutuhkan banyak mana yang dikonsumsi.
Giliran enam pria dengan badan kekar maju mendekati gerbang. Mereka mengikat tali pada setiap gagang pintu yang akan ditarik oleh 3 orang di setiap tali.
“okeey pada hitungan ke 3.… 1. 2.. 3... tariiiiik”
Termasuk durn, lima pria lainnya yang memiliki ras minotaurs dan orc dengan sekuat tenaga menarik tali untuk membuka pintu gerbang.
Krieeeek
.
.
.
.
(KOTA LES MAQUIE)
Ribuan warga demihuman berkumpul membanjiri distrik lampu merah, satu persatu mereka memasuki rumah termegah distrik itu.
“tolong perhatian, dahulukan wanita dan anak-anak serta orang tua”
Lurd yang mengawasi proses evakuasi memberi peringatan pada pengungsi yang mulai khawatir jika aksi pelarian mereka akan diketahui oleh aparat.
__ADS_1
“jangan khawatir, nyonya belvia kakak perempuan dari Marquis belfo yang baik hati telah memberi izin untuk semua demihuman yang ingin meninggalkan kota”
Mendengar perkataan lurd, kekhawatiran para pengungsi agak berkurang. Itu disebabkan karena memang tidak ada aparat keamanan yang menggangu mereka saat ini.
Biasanya banyak aparat penjaga kota yang sering berkeliaran di distrik lampu merah untuk bersenang-senang atau membuat onar. Tapi seakan telah ditelan bumi, tidak ada seorangpun dari mereka yang terlihat saat ini.
#
Di lantai tiga rumah mesra boa yang sekarang hanya mengenakan piyama Sedang menatap para pengungsi yang terus berdatangan melalui jendela.
“mereka terus datang”
Dengan penuh nikmat dia meminum anggur merah di gelas ditangannya. Dia menyesap sedikit demi sedikit minuman itu untuk menik mati rasanya.
“apa itu menjadi masalah?”
Savia yang tiba-tiba memeluknya dari belakang agak khawatir jika para pengungsi yang mereka kirim melebihi jumlah yang bisa diterima oleh kota emerald scale.
“tidak, jika pun semua demihuman di kota ini memilih pindah, kami dengan senang hati menerima mereka”
Boa kembali meminum anggur dengan elegan tidak memperdulikan tangan savia yang mulai masuk kedalam piyama yang dia kenakan, karena dia sendiri sibuk menikmati aroma dari succubus itu.
Bukan hanya mereka berdua yang berada di kamar itu, sadine si wanita rubah juga ada di sana, tanpa pakaian wanita itu tertidur lelap di kasur dengan ukuran king size.
“jadi bisakah kita kembali tidur?”
Bisik lembut savia. mulutnya sangat dekat dengan kuping boa, hingga gadis itu dengan jelas bisa mendengar nafas dan detak jantung wanita dibelakangnya.
“yah kurasa aku harus menghabiskan malam disini”
.
.
.
.
__ADS_1
Chp 101 end.