PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
HOPE


__ADS_3

(Author) : mencoba membuat POV dan kurasa masih butuh banyak latihan.


…………………………………………..


Di ruang bawah tanah ratusan demihuman berbagai ras di kurung di dalam sel-sel penjara dengan kondisi yang mengenaskan ada yang terluka hingga bagian tubuh nya hilang hingga kelaparan yang diderita mereka semua.


Boa segera mematikan fitur penciuman ketika dia memasuki ruangan itu dikarenakan kondisi mereka yang tidak terawat bau busuk menyebar di seluruh ruangan di sebabkan oleh sel yang mereka tempati tidak memiliki toilet hingga mereka hanya menumpuk kotoran di salah satu sudut ruang sel.


Boa melirik kearah D7 yang ikut bersamanya dia berpikir gadis centaur rusa itu akan kesulitan menghadapi situasi ini karena tidak memiliki cara untuk mengatasi bau yang menyengat, tapi boa salah gadis itu malah tidak merasakan apa-apa bahkan sedikit menikmati aroma diruang itu.


‘apa ini karena sifat salah satu dari serangga yang ku tanam pada dia’


D7 adalah seorang Pemanah tapi karena ras yang boa gunakan untuk nya adalah centaur tipe rusa membuatnya memiliki kecocokan yang tinggi dalam elemen tanah dan air membuat D7 memiliki berbagai sihir pendukung dan penyembuhan, awalnya boa berencana menjadikannya Priest tapi D7 memohon untuk menjadi archer, hasilnya boa boa mengizinkan D7 menjadi pemanah setelah dia memiliki level 100.


Para tahanan yang melihat kedatangan mereka menjadi kaget karena tidak biasa melihat demi human yang datang keruangan itu tampa di seret oleh manusia, Sedangkan boa terus memperhatikan mereka satu persatu.


“yah lumayan untuk meningkatkan kuota”


Kemudian boa menyingkap tudung di kepalanya hingga wajah dengan tanduk dapat dilihat oleh para tahanan yang kaget karena aura yang dipancarkan oleh boa.


“aku adalah salah satu dari 5 tetua yang memerintah kota Lamia emerald green scale, kota para demihuman kedatangan ku kemari untuk membebaskan dan mengirim kalian ketempat aman”


Para tahanan seketika ricuh mendengar perkataan boa desas-desus tentang desa lamia yang berhasil melawan dungeon rampage kelas tinggi sudah tersebar luas bahkan untuk para tahanan di sana, seakan melihat seorang utusan yang dikirim dewa merekapun memohon untuk di selamatkan.


.


.


.


.


Kebakaran melanda desa ditengah kekacauan seorang demihuman rubah dengan mengendarai unicorn melempar sihir api kearah rumah penduduk, sudah di pastikan jika dialah yang menyebabkan kebakaran di desa itu. Sedangkan didepannya ada iblis bertanduk tunggal yang mengendarai bicorn menebas semua penduduk yang berlarian di jalan dengan sabit besar, sungai darah tercipta dari mayat yang tergeletak di sepanjang jalan yang mereka lalui.


“sis menurut D9 yang bertugas mengevakuasi para demi human dengan pasukan red tatto mengatakan mereka sudah selesai”


D3 menginformasikan berita yang dia dapat dari Airin.


“begitu lalu bagai mana dengan B4”


“dia masih terjebak di mansion”

__ADS_1


B1 mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari D9 karena dia berpikir jika seharusnya tidak ada yang bisa membuat B4 memakan waktu lama untuk menyelesaikan misinya.


“alasanya”


“dia butuh waktu untuk mencerna katanya”


B1 menghela nafas berat mendengar jawaban dari adiknya, dia lupa tentang napsu makan adik bungsunya yang paling besar di antara yang lain.


“kurasa sebentar lagi dia akan menjadi bunga bangkai”


B1 merasa pusing memikirkan tingkah salah satu adak nya, walaupun B4 dibuat dengan core yang kuat tapi senioritas tetap di hitung dari siapa yang di ciptakan lebih dulu. Setelah itu mereka terus berkeliling membantai para penduduk dan membakar desa hingga beberapa jam kemudian seluruh desa telah terbakar api.


#


Pov seorang anak harimau


Namaku gkran seorang anak kepala suku harimau merah, aku sangat bangga dengan suku harimau merah karena mereka adalah penguasa hutan tempat kami tinggal, tapi semuanya berakhir ketika ribuan manusia menyerang.


Walaupun kami bisa bertahan beberapa hari tapi pasukan manusia yang terus-menerus datang ditambah kondisi kelaparan karena persediaan makanan yang mulai menipis karena perang yang terus berlanjut menyebabkan para pejuang semakin lemah bahkan ayahku yang seorang kepala suku tewas dan itu menandakan kekalahan kami.


Aku, ibuku besarta ratusan penduduk suku kami di tangkap lalu dibawa ke sebuah desa manusia, kami semua dipenjara bersama berbagai ras lain yang bernasib sama, kupikir tidak akan ada yang bisa membebaskan kami karena suku kami yang kuat saja tidak cukup untuk mengalahkan para manusia yang jumlahnya sangat banyak, kami terus dikurung di sana makanan yang mereka berikan hanya sebuah roti hitam super keras yang tidak ubahnya seperti batu. Dan terkadang para manusia akan mengambil para tahanan entah apa yang akan mereka lakukan, hingga akhirnya mereka mengambil ibuku. Aku berusaha melawan agar ibuku tidak dibawa pergi tapi para manusia itu lebih kuat mereka terus memukuli ku hingga aku pingsan.


Ketika aku tersadar ibuku sudah dibawa pergi itu membuatku tidak tahu harus berbuat apalagi hari demi hari dilalui aku terus memikirkan nasib ibuku, kemudian pintu yang selalu membuat semua orang takut ketika di buka hari ini kembali di buka namun bukan manusia yang memasuki ruangan tapi seorang lamia yang terlihat aneh.


Kemudian seorang centaur yang datang bersama Lamia itu menyembuhkan para tahanan yang telah dibebaskan bahkan anggota tubuh para pejuang yang hilang bisa kembali normal, kurasa dia seorang Priest tapi kenapa dia memakai panah.


Setelah semua tahanan telah di sembuhkan oleh centauri itu kami keluar dari restoran yang digunakan untuk menampung para demi human untuk dijadikan budak, sepanjang perjalanan Mayat tergeletak di lantai Belum lagi desa yang dulu ku lihat ketika dibawa oleh manusia sudah terbakar, aku melihat centaur itu terus waspada mengawasi sekitar sedangkan lamia berlengan empat yang memimpin jalan. Para pengungsi tidak berani membuat keributan apapun karena khawatir membuat mereka berdua terganggu atau mungkin lebih dikarenakan aura mengerikan yang dipancarkan oleh si lamia membuat kami tidak berani berbicara.


Kami terus dikawal hingga masuk hutan, disepanjang perjalanan jumlah pengungsi semakin banyak karena demi human yang dulunya budak para warga desa itu ikut di selamatkan hingga aku berusaha mencari ibuku tapi aku tidak mendapat apapun hingga akhirnya kami di kumpulkan di tepi sungai.


“baiklah selagi kita menunggu kereta untuk membawa kalian ke tempat yang lebih aman kita akan membagikan makan dulu”


Akhirnya Lamia yang dari tadi diam memulai pembicaraan, para pengungsi yang mendengar itu langsung bersemangat, mungkin Lamia itu memang sudah tidak tega melihat para pengungsi yang sangat lemah karena kelaparan hingga dia memilih berhenti di tempat ini.


“pertama bagikan roti untuk mengganjal perut dan untuk semua orang yang bisa memasak tolong bantu centaur manis ini untuk memasak”


“nyonya!!!!”


Centaur itu berteriak dengan keras dengan wajah yang memerah sedangkan si lamia hanya tersenyum kemudian seluruh tubuhnya bercahaya dan menghilang.


“emm…. baik kita hanya punya waktu satu jam untuk beristirahat jadi mari memasak

__ADS_1


Ucap centaur dengan malu-malu Sedangkan para pengungsi hanya saling menatap tidak tau harus berbuat apa.


“emm…. Kita hanya punya waktu satu jam untuk beristirahat dan perjalanan selanjutnya membutuhkan waktu 7 jam hingga sampai ke kota Lamia jika kalian tidak makan mungkin akan banyak dari kalian yang mati kelaparan”


Ah si centaur perlahan membagikan roti aku juga dapat perlaha ku makan roti itu dan kurasa rasa enak sangat berbeda dengan roti hitam super keras yang di berikan oleh para manusia, tapi daging masih menjadi menu favorit.


Perlahan para demi human yang kebanyakan adalah perempuan mulai mendekati si centaur untuk membantu, Centaur kemudian membagi tugas para demi human. Aku tidak tau apa yang sebenarnya mereka lakukan karena orang sepertiku tidak mungkin tau cara memasak tapi satu hal yang Kutau dengan pasti adalah centaur itu pasti sangat pandai memasak, itu karena setelah mereka mulai memotong-motong sesuatu dan mencelupkan berbagai bahan yang tidak ku ketahui di dalam air mendidih muncul aroma yang membuat para pengungsi di sana langsung meneteskan air liur.


20 menit kemudian masakan yang di buat oleh centaur dan di bantu para demi human lain akhirnya selesai, para pengungsi pun segera berbaris untuk mendapat jatah walau terjadi keributan kecil oleh orang yang takut tidak kebagian makanan tapi itu segera mereda ketika centaur itu mengatakan telah membuat cukup banyak hingga mereka dapat makan 2 mangkuk.


‘sniff, bau yang sangat harum’


Aku menatap sup yang kudapat setelah menunggu 5 menit mengantri itu terasa sangat lezat dan terlebih aku benar-benar sangat bahagia ketika menemukan sepotong daging didalam sup.


‘nyammm kupikir aku tidak akan dapat makan daging lagi kuharap ibuku bisa makan enak seperti ini’


Air mata ku mulai tumpah ketika kembali memikirkan nasib ibu yang tidak tau apa yang dia alami Setelah dibawa oleh para manusia.


‘ibu kuharap kau disini bersamaku’


Aku terus menatap mangkuk kayu yang kosong walau si centaur mengatakan mereka boleh meminta mangkuk kedua tapi aku tidak melakukannya karena pikiranku terus terganggu.


‘bagaimana aku bisa makan dengan santai sementara aku tidak tahu nasib ibuku seperti apa’


Di tengah lamunan ku para pengungsi mulai ribut di karenakan ada sejumlah orang yang datang kemari, mereka takut jika itu pasukan manusia yang akan menangkap mereka lagi.


“tidak usah khawatir itu adalah pasukan saudari ku yang kembali setelah menyelamatkan demi human lain yang di jadikan budak”


Gadis Centaur berusaha menenangkan para pengungsi yang ketakutan, mendengar itu para pengungsi kembali tenang namun berbeda dengan ku.


‘kuharap ibu ada di sana, mother gaya kumohon’


Dewa yang beberapa hari lalu terus ku sumpahi dan kutuk karena nasib buruk yang ku derita kini kembali ku puja demi harapan terakhir.


.


.


.


.

__ADS_1


Chp 64 end.


__ADS_2