
Hujan semakin lebat dengan Suara Guntur yang terus terdengar.
Hutan yang sudah tidak memiliki daun hanya menyisakan pohon hitam menandakan pernah terjadi kebakaran yang sangat besar. Menjadikan hutan itu terlihat seperti wilayah terkutuk.
Suasana bertambah mencekam saat arwah dari para pemain yang gugur berdatangan di segala penjuru peta.
Atas panggilan dari grave thief, mereka kembali dihidupkan sebagain monster.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Setelah berjalan cukup lama boa tiba di tengah hutan yang dulunya berupa lapangan luas atau taman bunga, namun sayangnya sudah tidak ada lagi bunga apapun di sana. Hanya tersisa tanah gersang menghitam dan beberapa puing-puing airship yang jatuh di area ini.
Kemudian pandangan boa tertuju pada sesosok tengkorak yang memiliki aura berwarna hijau di sekitarnya. Dia mengenakan jubah yang terlihat mewah dan sebuah buku besar ditangannya. Melihat itu siapapun akan sadar jika monster itu adalah bos monster yang disiapkan untuk meramaikan babak kedua ini.
__________________________________________
[Grave thief]
Ras : Undead (lich)
Level : 350
Hp : 550.000
MP : 2.000.000
__________________________________________
“uwaaaa, apa mereka para pemain yang mati di game ini?”
Boa terkejut saat melihat banyaknya arwah yang berpenampilan seperti seorang pemain. Di samping itu banyak pula monster dengan tubuh hangus terbakar.
[Benar, mereka adalah arwah para pemain dan Undead monster yang mati terbakar saat kebakaran di hutan]
“eh? Apa itu artinya mereka juga dikendalikan oleh para pemain?”
[Tidak, merek dikendalikan oleh AI monster tingkat jendral biasa]
Boa hanya mengangguk kecil Mendengar penjelasan dari Nebula. Dia pun bersiap untuk memulai penyerangan.
Ribuan serangga keluar dari dalam tubuhnya untuk menjadi tentara melawan pasukan arwah. Atas saran dari nebula yang mengatakan jika serangan fisik tidak efektif untuk melawan makhluk sejenis hantu, boa mengeluarkan serangga yang bisa menggunakan sihir.
__ADS_1
.
.
.
.
POV BOA
Di depanku ribuan arwah pemsin berlari bagaikan ombak hijau menuju kearahku. Serangga-serangga yang telah aku siapkan segera melakukan serangan jarak jauh. Ada yang melempar bola sihir dan ada yang membakar tubuh mereka sendiri dengan api atau petir.
Pasukan dari serangga battle, tipe serangga humanoid dengan kulit keras dan memiliki kecerdasan tinggi. Serangga yang aku ciptakan sendiri dari [insect creator]. Seperti halnya para pemain mereka memiliki job yang berbeda-beda. warrior, knight, assassin, mage dan sebagainya bahkan Priest juga ada.
Battle mage dan battle archer mengeluarkan skill serangan mereka, hujan panah api dan sihir petir menyambar seluruh Medan perang mengenai pasukan arwah dan membuat mereka terbunuh untuk kedua kalinya.
Walaupun para arwah terlihat mengenakan perlengkapan yang sama dengan milik para pemain, tapi itu jauh lebih lemah dari yang asli.
Jdaaaaaar
Suara dari sihir[thunder giant] terdengar menggelegar di tengah Medan perang saat para battle mage membombardir pasukan arwah. Seakan sihir mereka semakin kuat saat cuaca sedang terjadi badai.
Saat pasukan arwah mulai kesulitan, lich memerintahkan pasukan zombie untuk bergerak. Dengan cepat zombie-zombie yang merupakan mayat dari monster hutan menyerbu, tapi tentu saja boa tidak tinggal diam.
Pasukan zombie dengan tubuh mereka yang tidak ubahnya seperti BBQ gosong. Bentrokan terjadi, tapi bagaikan tembok besi pasukan battle tank tidak goyah sedikitpun saat ribuan zombie monster berbagai jenis menyerang.
Pasukan dengan tinggi badan 2,50 meter membawa sebuah perisai menara di tangan kiri dan sebuah pedang greatsword ditangan kanan, mereka terlihat seperti benteng yang sangat kokoh saat berbaris. Dengan berbagai jenis tanduk kumbang rusa di kepala mereka, pasukan itu terlihat seperti segerombol prajurit viking.
Menunggangi belalang sembah seukuran kuda, para battle kavaleri menerjang ketengah kerumunan zombie, kilatan api pada pedang mereka dengan mudah memotong-motong tubuh mereka menjadi daging cincang.
Sementara itu battle warrior terus mengikis pasukan zombie dengan sangat ganas. Menggunakan skill [dragon blood] mereka bergerak sangat cepat, semat merek berkobar saat bertarung hingga tubuh mereka terbakar. Yap, terbakar. Mungkin itu adalah efek dari evolusi mereka karena mampu menahan suhu tubuhku yang memanas, bahkan aku bisa melihat beberapa pasukan battle mengeluarkan api dari mulut.
“Mereka memang anak-anakku”
Merasa terharu dengan perkembangan mereka aku menghapus air mata imajinasi di bawah kelopak mata.
[Mereka akan berkembang semakin kuat seiring berkembangnya dirimu]
“Yap, mereka adalah pasukan penghancuran dunia. Mereka harus tumbuh lebih kuat di masa depan”
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Sementara mengawasi perkembangan perang, aku menyadari jika ada sekelompok pemain yang sedang mengintai dari kejauhan. Tidak ingin mengalami sekenario buruk aku mengirim serangga mata-mata untuk mengawasi, hingga aku bisa mendengar pembicaraan mereka.
“Kapten apa kita benar-benar akan ikut berperang yang terlihat sangat menakutkan itu?”
“Benar, bukankah Anda takut dengan serangga?”
Para pemain dari Guild Pure heart yang masih ragu dengan perintah pemimpin mereka mencoba untuk meyakinkan tyfainne untuk mengurungkan niatnya. Mereka berpikir jika berburu pemain lain jauh lebih baik daripada mengganggu pertempuran dua monster.
“Dasar bodoh, kalian hanya harus bersikap ramah pada gadis itu. Katakan jika kalian akan membantunya untuk menyerang dari udara. Setelah kematian bos monster, kalian serang gadis itu dari belakang” Ucap wanita bernama tyfainne itu menerangkan rencananya yang dia anggap sangat jenius.
“Kalian???? Apa itu artinya kapten tidak ikut dalam ren…”
Bletak
“Ouucch”
Seorang pemain ingin berbicara tapi tyfainne segera memukulnya dengan gagang pedang. Para pemain yang lain hanya menatap pemimpin mereka dengan tatapan curiga seakan mereka tahu jika wanita itu memang tidak akan ikut dengan rencana yang dia buat sendiri.
“Gohoom. Sudah ikut saja rencana ku ini, kalian pasti akan mendapatkan poin yang banyak”
Mendengar perkataan tyfainne, setiap pemain hanya saling menatap. Yah mereka tidak ada pilihan lain selain menurut, jika mereka menolak maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung karena berani menolak perintah atasan. Mereka mungkin bisa di sebut sebagai penghianat.
“Haaahhhh, dasar konyol” desahku bosan.
ku merasa tidak perlu khawatir dengan kelompok dari pure heart, tapi untuk jaga-jaga aku meminta Nebula untuk mengawasi mereka dan seluruh pemain yang masih tersisa.
Dia mengatakan jika aku hanya perlu mewaspadai 3 pemain yang masih tersisa, yang pertama seorang mage, kedua adalah pemain dengan Avatar wrait bersenjata sabit dan terakhir wanita yang aku lihat tadi.
“Sungguh aku harus waspada terhadap wanita itu?”
[Ya, kau harus. Walaupun dia terlihat sedikit bodoh. Tapi kemampuan bertarung miliknya tidak bisa dianggap enteng. Menurut penilaian ku, dia adalah yang terkuat di guild pure heart]
“Owoow, sungguh? Oke aku merasa tertarik sekarang”
Aku terus mengawasi pertempuran hingga akhirnya pasukan dari grave thief mulai terdesak. Tapi lich itu masih terlihat tenang seakan tidak khawatir dengan keadaan pasukannya.
Pandangan grave thief terus menatap ku seakan sedang menilai
“Ya, aku juga memiliki senjata rahasia kau tahu?” ucapku saat membalas tatapan grave thief dengan senyuman.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Chp 167 end.