PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.63 kekacauan kota lambung 4


__ADS_3

Di sebuah lubang pohon yang cukup besar ada sebuah perpustakaan di dalamnya. Dango yang tengah asik membaca tidak memperdulikan keributan di luar, sementara di depan pintu masuk terdapat mayat iblis, malaikat dan pemain yang berniat untuk membuat rusuh perpustakaan. Tubuh mayat-mayat itu gosong seakan telah tersambar petir.


Bukan hanya dango yang berada di dalam perpustakaan tapi belasan warga yang mengungsi juga berlindung di dalamnya. Mereka tidak berani mengganggu lizardman pendatang itu setelah melihat betapa kuatnya senapan yang Dango gunakan untuk membunuh para perusuh.


“Hemmm….ini yang ketiga belas.” Suasana hening di dalam perpustakaan kemudian terpecah saat dango bergumam. Walaupun pelan tapi para warga dapat mendengar suara itu akibat keheningan di dalam perpustakaan. Seketika semua warga yang berada di dalam perpustakaan langsung menutup mata dan telinga mereka lalu….


Jdaaaaaar


Sebuah petir menyambar dari senapan Dango membuat seorang malaikat yang berada di balik pintu masuk perpustakaan tersambar. Malaikat itu seketika mati dan terjatuh di lantai, sementara pintu itu sendiri tidak mengalami kerusakan apapun. Kemudian keadaan di dalam perpustakaan Kembali sunyi seakan tidak ada yang terjadi.


***


Sementara itu di wilayah perumahan xalif yang berhasil menemukan keberadaan saudaranya tengah dalam suasana haru. Setelah sekian lama akhirnya dia bertemu kembali dengan kakaknya yang saat ini telah memiliki keluarga.


“Seharusnya kau berkencan dengan seorang gadis, kau tahu.” ucap kakaknya sambil menggendong bayi. Xalif hanya terdiam saat mendengar jika kakaknya telah memiliki 5 anak. Di samping kakaknya seorang wanita dengan ras werewolf yang merupakan kakak iparnya tersenyum pada xalif. Melihat mereka semu terlihat seperti keluarga yang bahagia.


“Akh, sialan. Aku rasa kekhawatiran ku selama 7 tahun sia-sia.” ucap xalif dengan kesal sambil mengelus kepalanya yang botak. Setelah itu dua bersaudara itu berbagi cerita tentang apa yang telah di alami 7 tahun terakhir. Hingga akhirnya reuni mereka terganggu saat terjadi kerusuhan di kota lambung.


***


Dengan wajah yang penuh kasih sayang boa menatap wajah gadis yang tertidur di pangkuannya. Perlahan tubuh gadis itu menyusut hingga seukuran kelereng dan dibungkus oleh semacam cangkang. Tapi tidak seperti sebelumnya, kali ini boa langsung memasukkan kelereng berisi anak kecil langsung ke mulutnya.


“Butuh proses, bersabarlah.” boa berkata sambil mengelus perutnya.


Setelah itu dia keluar dari domain kegelapan yang dia ciptakan Setelah menyerap kemampuan [blood line abisses] yang dia dapat dari Hunter king. Dan ketika dia keluar dari domain kegelapan pemandangan yang dia lihat adalah kota yang terbakar dan pertarungan yang masih berlangsung.


“Malaikat 6 sayap?. Terlihat cukup kuat”


Boa menatap seorang malaikat yang tengah di keroyok oleh monster mutan akibat serangga parasit miliknya. Malaikat itu dengan marah terus menyerang puluhan gorila merah dan Stealth chameleon anakonda. Walaupun kuat tapi jumlah lawan yang di hadapi oleh si malaikat membuatnya kerepotan.


“Aku ingin kepalanya.” ucap boa lirih tapi semua monster yang memiliki serangga parasit di seluruh tubuh baby nighogg dapat mendengar perkataan dari gadis itu. Dalam sekejap semua monster yang telah di kuasai oleh parasit berteriak histeris membuat seluruh kota bergerak hebat, mereka bagaikan tentara yang telah mendapat perintah dari ratu mereka.

__ADS_1


Perintah yang harus di kabulkan tidak peduli apapun.


Menyadari tingkah laku para monster yang semakin ganas, Ariel yang semula mengamuk kembali kepada kewarasannya. Dia sadar jika jumlah dan kekuatan para monster tidak bisa dia tangani sendirian. Dia berniat untuk mundur dan membawa pasukan lebih besar untuk memusnahkan tempat ini tapi.….


Braaaaak


“Ghaaaak.”


Saat dia terbang untuk kabur, ular transparan dengan belasan pasang sayap belalang di sepanjang tubuhnya memukul malaikat itu hingga terjatuh kembali ketanah. Tapi dengan telekinesis Ariel menarik ular itu ke arahnya laku dengan cepat menebas kepalanya. Sisik ular yang keras hanya membuat goresan tapi itu cukup untuk menonaktifkan kemampuan [Stealth] dari ular sepanjang 70 meter itu. Namun dengan cepat luka yang seharusnya membunuh si ular karena tepat di leher kembali menutup. Melihat itu Ariel mengeratkan gigi nya karena kesal.


“Sialan bagaimana monster-monster ini memiliki penyembuhan yang begitu cepat.” geram Ariel. Tapi perhatiannya pada ular itu tidak bertahan lama saat dua gorila melompat tinggi kearahnya. Melihat kedatangan musuh Ariel segera menyerang mereka dengan 2 pedang terbang. Melihat serangan itu salah satu gorila terbang dengan sayap serangga kedepan gorila lain dan menggunakan tubuhnya sebagai perisai daging.


Groaaaaaaaahhh


Teriakkan gorila itu terdengar saat dua pedang Ariel menembus tumbuhnya, gorila itu pun terjatuh sementara gorila yang tersisa terus terbang kearah Ariel. Malaikat itu seketika tercengang melihat para monster yang saling berkerja sama dengan baik untuk membunuhnya.


“Sial….. mutan macan apa kalian..…. Gaaaaaaahhh” perkataan Ariel terhenti saat dari belakang ular tidak terlihat melilit tubuhnya sementara giginya menancap di leher Ariel.


Malaikat itu tidak bisa lagi mengendalikan diri saat rasa sakit yang teramat sangat menyakitkan dirasakan di lehernya. Dengan sekuat tenaga dia menarik kepala ular besar hingga terputus dan membantingnya ke tanah, darah mengucur deras dari luka gigitan di leher hingga membuat konsentrasi Ariel memudar. Tapi setelah lepas dari ular gorila merah datang dan memukul perutnya.


“Ghooohookkk…” seluruh udara di paru-parunya keluar saat hantam keras itu mendarat di dengan epik. Lalu seperti yang dilakukan Ariel pada ular transparan. Gorila itu dengan kejam menarik rambut Ariel dan melemparnya dengan sangat keras ke tanah.


Tanpa daya Ariel hanya bisa terbaring di tanah sambil menatap lengan yang tersisa dari adiknya, dia teringat saat-saat terakhir adiknya yang meminta pertolongan tapi dia terlambat. Karena kehilangan itu membuat Ariel kehilangan kendali yang membuat dia tidak bisa bertarung dengan benar. Dia hanya terus menyerang siapapun di sekitarnya bahkan para malaikat yang mencoba menenangkannya juga ikut terbunuh. Sementara para monster yang memiliki pikiran hanya duduk diam menunggu Ariel kehilangan seluruh tenaganya, hingga akhirnya dia dalam kondisi saat ini.


Dia kemudian mengalihkan perhatian sekeliling, saat ini para gorila merah dan ular transparan telah mengepungnya. Lalu matanya terbelalak saat melihat salah satu gorila dengan 2 pedang yang menusuk tubuhnya berdiri di barisan depan. Dengan santai gorila merah itu mencabut 2 pedang dari tubuhnya dan seketika luka dari pedang menutup. Serangan yang Ariel anggap membunuh si gorila malah tidak berefek apapun. Ada pula seekor ular yang kepalanya terputus dengan cepat menumbuhkan kepala baru sementara kepala yang lama menjadi ular dengan ukuran yang lebih kecil.


Melihat itu tidak ada kata-kata yang di ucapkan Ariel selain umpatan.


“Sial monster macam apa kalian....Gahaaaakkk..” Ariel terbatuk-batuk saat salah satu gorila menginjak punggungnya. Lalu malaikat itu dapat menyadari jika 2 sayapnya saat ini tengah ditarik dengan kuat.


“Tidak…..jangan ku mohon jangan aaaaaa.” jeritan malaikat itu terdengar keras saat 2 dari 6 sayap yang dia miliki di patahkan. Jeritan kesakitan malaikat itu membuat setiap warga kota lambung merasa prihatin padanya. Tapi dari atas genteng salah satu rumah, boa menikmati pemandangan dan jeritan malaikat itu dengan rokok di mulutnya.

__ADS_1


“Tidak ada ampunan untuk mereka yang ingin menghancurkan apapun yang ku miliki.” ucapnya sambil melihat sekeliling di mana banyak bangunan kota yang hancur akibat pertempuran.


“Aaaaaaaa…..”


Jeritan Ariel terdengar hingga 3 kali dimana itu menandakan semu saya yang dia miliki telah terputus. Saat ini dia dengan lemas tergeletak di tanah namun kembali dengan kasar 2 gorila merah menarik masing-masing tangannya lalu menyeretnya menghadap sang ratu.


Ariel hanya menatap lemas dengan wajah yang dipenuhi air mata. Dia hanya menatap dengan lesu pada boa yang tengah duduk santai di atap. Dia dapat melihat jika semua monster bersujud di depan gadis yang sepertinya hanya seorang manusia biasa.


“Jadi hanya seperti ini kekuatan dari royal Angel knight?. Menyedihkan.”


Mendengar perkataan boa, Ariel dengan marah menatap kearah gadis perokok itu. Tapi boa tidak peduli dan merasa hilang minat pada Ariel, diapun segera memanggil algojo untuk mengakhiri hidup malaikat itu.


“Penuhilah panggilanku wahai pendendam, [Crimson fury sword]”


Dengan cepat sebuah pedang dengan sinar merah gelap muncul dari lingkaran sihir pemanggilan. Mata Ariel terbelalak saat melihat pedang itu, pedang yang sudah berulangkali dia lihat.


“Ke….kenapa?. Kenapa kau memiliki pedang master...” ucap Ariel yang masih tidak percaya jika pedang yang seharusnya adalah milik dari dewa yang di layani, dewa pedang. Dimiliki oleh seorang monster.


Tapi bukan jawaban yang dia terima melainkan sebuah kilat merah yang begitu cepat dari Crimson fury sword yang memenggal kepalanya.


***


Diluar tubuh baby nighogg.


Dewa ormes yang menunggu kedatangan para pelayan setianya membawa potongan tubuh Ekhidna, tengah semedi dengan mata terpejam di atas kepala baby nidhogg tiba-tiba mengerutkan keningnya. Perlahan giginya bergeretak menandakan dia sangat marah, bahkan udara di sekitar sampai bergetar.


“Dasar tidak berguna.” ucapnya dingin.


...CHP 258 END...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2