
TP POV
“YOU WILL PAY FOR THIS!!!!.”
Dengan penuh amarah dewa ormes berteriak menunjuk kearah mulut Beby nidhogg yang terbuka lebar, tepatnya dia sedang meneriaki boa yang masih berdiri di lidah cacing raksasa itu.
Dengan santai gadis raksasa api berlengan empat menyilangkan kedua lengannya sementara dua lengan lain menggenggam [brown earthquake Axe] dan [white judgemen hammer].
Melihat sikap boa yang terkesan meremehkan dirinya, membuat dewa ormes semakin kesal. Dia pun segera mengeluarkan kekuatannya yang tidak bisa di gunakan saat berada di dalam tubuh baby nidhogg.
Blaaaaar
Petir menyambar dari langit tepat di mana dewa ormes berdiri. Itu bukanlah serangga petir merah dari boa, melainkan petir emas yang menandakan jika seorang dewa telah datang ke bumi.
Beberapa detik kemudian asap debu yang dihasilkan oleh ledakan petir mulai membumbung tinggi lalu siluet raksasa setinggi 15 meter muncul dari balik kepulan debu.
“Jangan bersembunyi kau serangga….. dimana kesombongan mu, hah!.”
Suara dari dewa ormes yang telah menggunakan mode raksasa sangatlah keras hingga dapat terdengar sampai beberapa kilometer.
GROOOAAARRRRR
Tapi bukannya boa yang membalas melainkan baby nidhogg sendiri. Cacing raksasa itu teralihkan Setelah melihat dewa ormes, dia tidak lagi mengincar ibukota kerajaan Olysdel, melainkan ingin menjadikan dewa ormes sebagai menu utama.
****
“Ini gila.…” gumam seorang pemain yang melihat kemunculan dewa ormes.
“Sial bukankah yang di tunjuk oleh raksasa itu adalah boa?.” ucap pemain lain.
“Boa!!!! Di mana???.” tanya seorang pemain Avatar Spectre dengan wajah penuh ketakutan saat mendengar nama boa di sebutkan.
__ADS_1
“Itu di dalam mulut Beby nidhogg.” jawab pemain lain sambil menunjuk kearah mulut cacing besar di mana terlihat seorang gadis api berlengan empat berdiri di atas lidah.
“Siaaaaaalll. Aku harus segera melakukan live streaming……” teriak pira itu histeris.
****
Boa yang masih di dalam mulut baby nidhogg hanya melihat dewa ormes dengan sinis, sementara baby nidhogg mulai bergerak kearah dewa itu dengan mulut terbuka lebar berusaha untuk memakannya. Walaupun tubuh cacing itu sangat besar tapi kecepatannya tidak bisa dianggap remeh.
“Cacing sialan masih tingkat young God mau memakanku?. Jangan mimpi.”
Dengan cepat dewa ormes menggunakan skill [Holy weapon] untuk memanggil [white judgemen hammer] yang ukurannya jauh lebih besar dari saat dia masih dalam bentuk manusia biasa.
“Tidak salah lagi senjata suci menyesuaikan ukuran pemiliknya.” boa berkata Sambil menatap kedua senjata di tangannya yang lebih besar saat dia menggunakan mode Titan.
Tapi perhatian boa kemudian teralihkan saat melihat ayunan palu raksasa menuju ke arahnya, dengan cepat boa langsung menggunakan [flicker] untuk pindah ketempat yang aman.
Gadis api itu pindah ke atas langit yang tidak terlalu jauh dari Beby nidhogg, sehingga dia dapat melihat serangan dewa ormes yang mendarat mulus di kepala nidhogg dari kanan.
Suara hantaman begitu keras terdengar, hingga dampak dari tabrakan antara palu raksasa dan kulit cacing raksasa mengakibatkan hembusan angin yang begitu kuat. Para pemain yang menonton bahkan ada beberapa yang terlempar ke udara akibat dari hembusan angin tersebut.
GROOOAAARRRRR
Baby nidhogg berteriak penuh kemarahan, Walaupun cacing raksasa itu tidak terluka dari serangan dewa ormes karena kulitnya yang keras. Bahkan serangga tersebut tidak sampai memotong 1% kesehatan baby nidhogg yang memiliki total keseluruhan melebihi 700 juta. tapi sifat dari Beby nidhogg sendiri yang ganas membuat monster itu marah.
Membalas serangan dewa ormes, Beby nidhogg mengeluarkan serangan yang berupa cairan dari mulutnya. Banyaknya cairan yang di keluarkan oleh cacing raksasa itu membuat ibukota kerajaan Olysdel dihujani cairan yang memiliki kemampuan korosi sangat tinggi.
“Cairan lambung kah?.” boa bergumam saat melihat bangunan di kota mulai meleleh terkena hujan korosi dari cairan yang dia lihat saat di kota lambung.
Sementara itu dewa ormes dengan mudah menghindar serangga cairan korosi dengan memindahkan dirinya menggunakan [Sage domain]. Melihat serangannya dihindari baby nidhogg bertambah marah. Dengan kuat dia menghisap seluruh material di depannya hingga beberapa tembok dan atap rumah diterbangkan, pasir di sekitar pun tidak luput dari hisapan itu.
Dari dalam rongga mulut Beby nidhogg kumpulan mana dengan jumlah yang sangat besar dari proses penghisap tadi di padatkan. Boa tidak pernah melihat jumlah mana sebesar itu selama bermain game ini. Sementara dewa ormes mengerutkan keningnya saat melihat tindakan baby nidhogg. Dia sadar jika terkena serangan yang akan di lancarkan oleh baby nidhogg maka tidak akan berakhir baik untuknya.
__ADS_1
Dewa ormes berniat menghindar tapi seakan tidak mengijinkan baby nidhogg segera menembakkan bola mana yang dia kumpulkan dengan tiupan yang sangat kencang. Dengan sangat cepat bola mana dengan diameter 10 meter ditembakkan ke arah dewa ormes, tapi dewa itu masih dapat menghindar walau ukuran tubuhnya saat itu terlihat sulit untuk di gerakkan.
Bola mana yang tidak mengenai sasarannnya terus terbang dengan kecepatan tinggi menuju sebuah gunung berjarak 5 kilometer dari ibukota kerajaan Olysdel. Setelah menabrak gunung itu kemudian ledakan yang setara tengah beberapa bom nuklir pun terjadi.
BOOOOOOMMMM
Ledakan begitu besar hingga gempa dapat dirasakan ratusan kilometer dari titik Ledakan. Hembusan angin dari dampak ledakkan mengakibatkan badai pasir disekitar wilayah ledakan.
“Gila gila gilaaaaaa.…”
Teriakan para pemain yang diterbangkan bagai dedaunan dapat terdengar di mana-mana. Para penonton live streaming dibuat kagum dengan ledakan yang begitu dahsyat hingga dapat membuat sebuah gunung menjadi kawah yang begitu luas.
“Huwooow…. Bukankah masih terlalu awal untuk menyalakan kembang api tahun baru?. Hahaha...” boa tertawa keras saat melihat betapa kuatnya ledakan yang diciptakan oleh baby nidhogg.
Sementara itu dewa ormes merasa sangat bersyukur bisa menghindari tembakan bola mana dari baby nidhogg. Tapi itu tidak bertahan lama saat untuk kedua kalinya cacing raksasa itu kembali menghisap partikel di sekitarnya untuk mengumpulkan mana, Setelah beberapa saat bola mana yang tadi telah melenyapkan sebuah gunung kembali di ciptakan.
“Seberapa banyak pun kau menciptakan bom itu, tidak akan ada yang dapat melukaiku.” ucap dewa ormes sambil menggenggam [brown earthquake Axe], dia berniat menyerang Beby nidhogg Setelah menghindari bola mana yang di tembakkan ke arahnya.
Tapi serangga kali ini berbeda. Daripada melempar bola mana Seperti sebelumnya, baby nidhogg menelan bola mana dan menyemburkan ledakan laser dari mulutnya kearah dewa ormes. Merasa bahaya dari serangan laser tersebut membuat dewa ormes kembali memilih untuk menghindar tapi ternyata laser itu mengejar targetnya.
Dari atas boa yang melihat dewa ormes di kejar-kejar oleh sinar laser, mulai tersenyum mengerikan. Dengan mengunakan [telekinesis] boa menahan gerakan dewa ormes.
Dewa itu panik saat pergerakannya tertahan oleh [telekinesis] dari boa. Dia sangat mengutuk tindakan pengecut yang dilakukan oleh boa, tapi dia tidak memiliki cara lain selain berusaha untuk lepas dari efek pengekangan [telekinesis]. Dengan kekuatannya dia berhasil terlepas tapi itu sudah terlambat karena laser dari baby nidhogg telah berhasil mengejar.
BLAAAAAR
“Gaaaaakkk”
Ledakan yang tidak kalah kuat dari ledakan pertama menelan dewa ormes dan melenyapkan ibukota kerajaan Olysdel.
...CHP 262 END...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...