
Aku terus berlari untuk menghindari pedang cahaya yang terus menjadikan aku target.
“Sial, apa pedang itu tidak bisa hancur?” aku mengumpat saat melihat pedang cahaya masih baik-baik saja walaupun sudah berulangkali diserang oleh pasukan chaos bringers.
“Apa membunuh pemilik kemampuan adalah suatu-satunya cara untuk melenyapkan pedang sialan ini?” aku kemudian melirik ke arah pasukan guardian of light, dibarisan tengahnya aku melihat Hans greater dijaga ketat oleh pasukan terbaik pure heart.
“Itu konyol jika aku harus menerobos pasukan itu” kataku saat menyadari jika pilihan untuk membunuh pemilik skill pedang cahaya adalah tindakan konyol.
“Tapi itu tidak mustahil jika…..” pandanganku beralih ke atas di mana awan hitam pekat memenuhi langit.
Tapi tidak lama kemudian perasaan bahaya itu kembali, membuatku kembali fokus pada masalah yang saat ini aku hadapi.
Wusssss
pedang cahaya itu dengan cepat melesat kearahku. Tapi mungkin karena sudah ratusan kali membuatku terbiasa hingga menghindari serangan pedang itu adalah sesuatu yang cukup mudah.
“Oh ayolah, kenapa kau tidak mencari target lain?.” aku mencoba berkomunikasi dengan pedang di depanku. “Apa kau tipe orang yang suka membully orang yang lebih lemah darimu?”
Tidak ada jawaban, pedang itu hanya membalas perkataanku dengan kembali menyerang. Dengan sudah payah aku terus mencoba untuk berlari hingga kehabisan mana karena terus menggunakan kemampuan [Flickr].
“Ah….sial, apa hanya sampai di sini?.”
Aku nya diam sambil merentangkan tubuhku di tanah. Tidak ada lagi harapan untukku, semua MP yang aku miliki telah habis, sementara tidak ada lagi pemain atau npc yang mau menolongku karena setiap dari mereka yang berhadapan dengan pedang cahaya pasti akan tewas dengan beberapa serangan.
“Tubuhku sangat lelah…..” aku merintih kesakitan saat merasakan kakiku yang terus berlari mulai mati rasa dan keram.
Bagaikan malaikat pencabut nyawa yang tidak peduli dengan penderitaannya, pedang itu dengan cepat menuju kearahku. Aku hanya bisa memejamkan mata tidak kuasa melihat apa yang akan terjadi.
“….. Kegagalan lain….hidupku memang hanya sebuah kegagalan.” Gumamku.
“Mungkin jika aku memang seorang main carakter, akan ada kejadian tidak masuk akal yang membuatku selamat dari maut. Tapi itu mustahil bukan?”
Aku teringat pada film-film yang sering aku tonton, dimana seringkali saat sang protagonis menghadapi kematian yang terlihat tidak bisa dihindarkan tiba-tiba terselamatkan dengan sesuatu yang sangat rancu, Orang-orang menamai itu sebagai-
Ding*
[Skill (Deus ex Machina) telah aktif]
“Ah, karena terlalu lelah aku bahkan lupa jika punya Skill ini.” ucapku dengan senyuman lebar di wajah.
__ADS_1
Aku dapat merasakan perasaan bahaya yang semakin kuat yang menandakan jika pedang cahaya sialan itu semakin dekat denganku, lalu-
Braaaaak
Suaran benturan antara besi terdengar keras, membuatku menyadari jika ada seseorang yang telah menghalangi pedang cahaya.
“Kurasa kau sudah bisa bernafas lega tuan Main carakter.” terdengar suara seorang perempuan yang tidak asing.
Lalu saat membuka mata aku melihat wanita yang menjadi teman pertamaku di dunia virtual.
“Avera....” ucapku dengan bingung.
“Hay, hay. Avera di sini.” balas wanita itu dengan tingkah laku yang tidak sesuai dengan usianya. Apa dia memiliki usia yang berbeda dari usia aslinya di dunia nyata?.
Tanpa menunggu membuang kesempatan aku segera bangun dan mencoba untuk lari, tapi avera mengatakan jika dia membutuhkanku untuk menangkap pedang cahaya itu.
“Menangkap?” tanyaku dengan heran.
“Benar, senjata itu tingkat Legendaris tidak mungkin dihancurkan kecuali jika nona boa sendiri yang turun tangan. kita hanya bisa menangkapnya dan melumpuhkannya agar tidak berkeliaran mengejarmu lagi”
“Oh….aku tidak mengira kau sebegitu perhatian padaku. Apa kau jatuh cinta pandangan pertama padaku?” kataku agak tersipu.
***
“Gunakan [mana whipe] untuk mengikatnya!.” perintah avera pada 20 pemain perempuan dari guild sexy species.
“““Roger, kapten!.”””
Balas pasukan itu serempak seakan mereka adalah pasukan khusus yang sangat terlatih.
“Dia 20 pasukan elite, apa dia seorang kapten pasukan?” aku hanya bisa terpukau mengetahui jika teman pertamaku di dunia virtual adalah sosok yang tidak biasa.
Mengikuti rencana avera, 7 pemain yang merupakan seorang thief, archer dan Hunter yang memiliki kemapuan untuk membuat [mana whipe] segera menunjukkan kemampuan mereka. Tapi sayangnya kecepatan pedang itu terlalu lincah sehingga tidak ada satupun dari mereka yang berhasil mengikatnya.
Dengan sangat lihai pedang itu terus menghindar dan berusaha melukai para pemain guild sexy species, namun predikat sebagai guild terkuat dengan setiap individu pemain bukan sebuah buwalan belaka.
Kecakapan bertarung anggota sexy species dan kekuatan monster yang mereka miliki memberikan perlawan yang sepadan pada pedang cahaya. Hingga aku menyadari jika cahaya dalam pedang itu semakin bersinar terang.
“Kelihatannya dia bersiap untuk mengamuk.” ucap avera saat melihat perubahan pada pedang cahaya.
__ADS_1
Benar saja, cahaya pedang yang semula berwarna kuning keemasan sekarang berubah menjadi merah muda. Lalu pedang itu hanya terdiam Sambil menunjuk ke arahku.
Mata avera seketika melebar saat melihat jika pedang itu sedang berusaha melakukan sesuatu. Lalu sesaat kemudian pedang itu melesat sangat cepat kearahku.
“Sial, itu [charger]” menyadari jika aku dalam bahaya, dia langsung berlari di depanku untuk melindungi tapi sayangnya kekuatan dari pedang cahaya itu terlalu kuat untuk dia tahan.
Jraaaas
“Gaaahh!.”
Avera berteriak keras saat kekuatan dari pedang cahaya itu menghantam tubunya menyebabkan seluruh equipment yang dia kenakan retak. Helem yang dia kenakan sebagai pelindung kepala terlepas, membuat rambut hitam panjang dan sepasang telinga anjing terlihat.
“Avera!.” aku berteriak karena menghawatirkan wanita itu, tapi pedang sialan itu kembali terbang ke arahku. “Sial aku muak terus lari dari kepar*t ini.”
Dengan cepat aku mengambil sebuah pedang yang aku pungut dari mayat, pedang yang terlihat bagus dan memiliki rank unique.
Melihat aku sudah tidak berniat untuk kabur, pedang cahaya bersiap melakukan serangan. Kembali pedang itu melesat kencang ke arahku, aku pun bersiap untuk mengayunkan pedang di tanganku. Lalu-
Traaang
Suara benturan kedua pedang terdengar begitu keras hingga kupingku terasa Sakit. Hempasan udara dari bentrokan kedua pedang menyebabkan para pemain sexy species di sekitar terkejut.
“Tck, ini tidak akan bertahan lama.” Gumamku saat melihat pedang yang aku gunakan sudah retak hanya dengan satu benturan
“Andai aku memiliki pedang tidak bisa dihancurkan seperti pedang sialan itu pasti……. Tunggu sebentar”
Seakan telah tersambar petir, aku menyadari sesuatu setelah mengingat efek utama dari berkah dewa kerajinan.
“Mungkinkah itu bisa dilakukan?.” di otakku sebuah rencana yang cukup gila muncul begitu saja.
“Tidak ada salahnya untuk mencoba, jika aku terus berlari kemungkinan sangat kecil aku mampu bertahan di perang ini.”
Dengan keinginan untuk bertahan, aku kembali berhadapan dengan pedang cahaya yang bersiap untuk menyerang. Sementara itu para pemain dari sexy species mengambil jarak untuk bersiap menggunakan skill [mana whipe] sebelum akhirnya di cegah oleh avera yang telah di obati.
“Jangan mengganggunya!” perintah avera pada para bawahannya.
Bersambung.
Chp 216 end
__ADS_1
Komen guys 😱