
“Ingat ini Kido, lencana itu akan hilang setelah sepuluh menit. jadi kau harus bergegas, karena saat lencana itu menghilang maka kepalamu akan di incar seluruh pker di dalam toko winner”
Penjaga toko itu menerangkan kegunaan pin.
Aku sudah menduga ini akan terjadi.
Lencana adalah item eksklusif dari sebuah guild.
Sebuah tanda pengenal untuk membedakan kasta seseorang. semakin kuat dan berkuasa guild itu maka lencana dari Guild itu akan semakin kuat.
Kau ingin tau kekuatan dari sebuah lencana?
Banyak tapi yang paling umum adalah menjadi voucher diskon.
Kau bisa menunjukkan lencana guild yang kau miliki untuk memeras seorang pedang, lalu kau bisa mengambil barang-barang mereka dengan harga lebih murah bahkan gratis.
Lencana guild tertentu juga dapat mempengaruhi pandangan npc di kota.
Tapi tentu tidak semua lencana Guild memiliki kemampuan seperti itu.
Hanya guild-guild besar yang telah menaklukkan banyak game saja yang dapat menikmati kemewahan itu.
“Tapi bukankah jika aku keluar dari toko saat masih memiliki lencana ini para pecinta npc akan beramai-ramai menyerang ku?”
“Yap, karena itulah kau harus pandai mengatur waktu saat akan keluar dari toko”
Aku termenung Mendengar itu.
Mungkin saja ini hanya sebuah jebakan yang di siapkan oleh penjaga toko dan pker di sana.
150 cp bukanlah sebuah angka yang sedikit bagi sebagian orang.
Tapi kurasa tidak. dia bahkan menyebutkan lamanya waktu yang tersedia hingga lencana menghilang.
Yah, walaupun aku di jebak tidak ada ruginya untukku yang tidak memiliki apapun.
[Mendapat lencana HIDRA guild]
[Lencana memiliki sihir pengikat. Waktu tersisa 9.58 hingga lencana kembali ke pemilik aslinya]
Timer langsung berjalan saat aku mengambilnya lencana itu.
Tanpa membuang waktu aku segera menggunakan teleportasi gratis.
[Anda menggunakan fitur teleportasi gratis, silahkan tentukan tujuan]
“Aku pasti akan langsung di bombardir oleh pecinta npc jika muncul di depan pintu toko, jadi aku akan langsung teleportasi kedalam saja”
[Tujuan di konfirmasi]
Dengan cepat tubuhku bersinar terang hingga aku secara refleks memejamkan mata.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Saat cahaya mulai pudar ziral menyadari jika tempat dia berdiri saat ini sudah berganti.
Lalu tidak ada hal lain yang bisa dia harapkan selain sambutan hangat dengan teriakan dan suara ledakan menekankan telinga di seluruh tempat yang baru dia datangi.
Blaaaaar!!
Ratatatatata
“Ammo, ammo kami kehabisan amunisi!”
“Mediiiss!”
“Rasakan ini, starbrusstream!”
“Saringaaaaan!”
“Mataku!, Matakuuuu!”
Ziral hanya bisa terpaku melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
Puluhan pemain dengan berbagai Avatar tengah melakukan tawuran di lobi toko winner. Lalu tiba-tiba.
Klang~
Sebuah bola bulat agak lonjong berbetuk seperti nanas jatuh tepat di bawah kakinya.
Mata ziral langsung terbelalak saat mengetahu benda apa itu.
“Wanjeeeerrr geranat”
Dia ingin lari tapi padatnya pemain di tempat itu membuat pemuda itu sulit menggerakkan tubuhnya.
“Tidak ada jalan lain”
Dengan pengalaman saat mengikuti perang petasan saat dia masih kecil. ziral langsung mengambil geranat di bawah kakinya dan langsung melemparnya kearah kerumunan para pecinta npc di luar toko winner.
Blaaaaar
[Kau telah menyerang pemain narto]
[Kau telah menyerang pemain cint….]
[Kau telah menyerang pem…..]
[Kau telah menyer…..]
Notifikasi terus terdengar saat bom yang dilempar ziral meledak ditengah kerumunan.
[Hubungan mu dengan Guild Pure heart dan persatuan pecinta npc sekarang bermusuhan]
Mendengar notifikasi terakhir rahang ziral langsung jatuh.
‘Luarbiasa, belum satu jam aku tiba di virtual univers dan sekarang sudah menjadikan 2 kekuatan besar sebagai musuh?’
Ziral hanya menghembuskan nafas berat berusaha untuk menenangkan diri.
“Tidak bisa ditolong, jika aku diam saja maka aku yang akan menjadi bubur daging”
Takut mendapat masalah yang lebih besar ziral segera menerobos kerumunan para pker.
“Paket untuk mad bulldog Siapa yang bernama mad bulldo”
Taklama kemudian seorang pria bertubuh besar berotot dengan kepala botak berjalan menghampirinya.
Merasa jika orang itu adalah pemain yang dia cari, ziral menghampirinya dengan senyum cerah tanpa kewaspadaan sedikitpun.
“Anda pasti tuan mad bulldog ini pake….”
“Bukan”
Tapi sebelum ziral menyelesaikan kalimatnya, pria besar itu segera mengatakan jika dia bukanlah orang yang ziral cari.
“Eh?”
“Aku bukan mad bulldog!”
“O….oke maaf tuan”
Pemuda itu langsung minta maaf sambil agak menundukkan kepalanya.
Dia pun berniat untuk kembali mencari tapi pria besar tadi kembali memanggilnya.
“Hay kau, aku ingin bertanya sesuatu padamu”
Merasa jika dirinya yang di panggil, ziral kembali menghadap pria botak tadi.
“Oh…iya ada yang bisa saya bantu”
“Oh tentu ada banyak, tapi pertama katakan padaku apa aku cantik?”
“Ehh????”
Ziral terdiam seketika seakan otaknya tidak dapat memproses apa yang baru saja ditanyakan oleh pria botak didepannya.
Hingga akhirnya pria botak itu memperagakan pose yang biasa di lakukan oleh gadis-gadis agar terlihat imut.
Tapi itu justru membuat ziral mengeluarkan seluruh isi perutnya saat seorang pria yang terlihat sangat macho melakukan hal yang sama.
“Bugueeeehhh!”
Pemuda itu langsung muntah di tempat.
__ADS_1
“““Buwahahahaha”””
Terdengar suara tawa dari para pemain yang melihat kejadian itu.
“Sialan, Jangan ganggu aku”
Dengan wajah yang memerah ziral lari dengan cepat. tapi karena tempat itu sesak oleh pemain, pemuda itu tidak sengaja menabrak seorang perempuan.
“Kyaaaaahh!”
Teriak perempuan itu saat tubuhnya terjatuh.
“Ah! Maaf nona”
Ziral berusaha membantu perempuan itu bangkit tapi.
“Uuuhhh, aku merasa ada yang aneh. Apa aku hamil karena di tabrak seorang lelaki?” Ucap gadis itu dengan wajah polosnya.
“NGGAK MUNGKIN” ziral langsung berteriak sambil kembali berlari tidak menghiraukan panggilan gadis yang baru dia tabrak.
“Haaahh, sial aku sudah sering mengalami penipu dengan modus seperti itu”
Pemuda itu hanya bisa menghela nafas berat saat menyadari betapa kacaunya para pker.
“Tapi aku tidak akan menyangka jika akan sekacau ini”
Dia kembali mencari kliennya sementara waktu yang tersisa hingga lenca menghilang hanya tersisa 4 menit.
“Oy.. kurir apa ku mengantar barang untuk mad bulldog?”
Suara yang sangat merdu terdengar di belakangnya.
Lalu saat ziral berbalik untuk melihat suara siapa itu, dia terpana saat melihat seorang wanita cantik berpakaian perawat rumah sakit.
Wajah cantiknya dan pakaian yang dia kenakan dinodai oleh bercak darah seakan dia telah melakukan sesuatu yang ekstrim. Tapi itu tidak membuatnya takut justru itu menambah pesona tersendiri bagi ziral.
‘Aaahh! Lihat dadanya yang hampir keluar itu, aku ingin ditampar dengan buah itu’
Tatapannya tertuju pada dada wanita didepannya.
‘Lalu kaki yang tinggi dan bok*Ng yang besar, aku ingin mencalonkan diri sebagai kursi mobile yang akan ditindih bok*ng itu kapanpun dia mau duduk’
Pikiran kotor pemuda itu terus berkembang dengan liar hingga author tidak bisa menyebutkan satu-satu karena takut dilaporkan.
“Gluck”
Tanpa sadar ziral menelan ludahnya saat melihat wanita itu.
“Oy… jawab apa kau mencari mad bulldog?”
Suaranya kembali terdengar, tapi kali ini agak kasar Seperti dia marah karena ziral hanya diam tidak kunjung menjawabnya.
“Oooyyy…. Apa ada seorang di sana?”
Wanita itu melambaikan tangannya didepan wajah ziral. Tapi pemuda itu masih mematung tanpa berkedip sedikitpun.
“Heeeng, apa dia AFK?”
Ucapnya dengan bingung. Tapi tiba-tiba tangannya langsung di tarik oleh pemuda didepannya.
“Kau, itu pasti kau sang Heroine” ucap pemuda itu dengan penuh semangat seakan menemukan uang 20 ribu di jalan.
Tapi wanita berambut hijau dengan sebuah kaca mata di wajahnya itu, hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti apa yang dikatakan pemuda sengklek didepannya.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Chp 204 end.
dikarenakan banyaknya pekerjaan di TL dan ada novel yang ingin saya baca, update bakalan nggak nentu.
tapi tetap satu hari bakan update setidaknya satu kali.
dah gitu ajah. saus tomat
__ADS_1