
Oooouuhhh
Teriakkan dari para penonton terdengar saat pertempuran antar Cecilius dan Ariel terjadi begitu sengit.
Enam pedang yang digunakan Ariel menari-nari mencoba untuk melukai lawannya, namun great demons itu tidak tinggal diam. Cecilius dengan serangan es membuat ratusan pedang es untuk melawan royal Angel knight itu.
Udara semakin membeku saat pertarungan semakin berlarut-larut hal ini membuat Cecilius semakin di untungkan karena dia semakin mudah menggunakan tekniknya. Tapi walaupun keadaan tidak menguntungkan senyum di wajah Ariel tidak sedikitpun mengedar hingga membuat Cecilius semakin kesal.
“Ber*ngsek apa kau tidak menyadari situasi mu saat ini?.” cecilius berkata dengan geram sambil mengibaskan tangannya yang mengakibatkan udara super dingin menyerang Ariel. Tidak terlalu peduli dengan serangan itu, Ariel hanya memancar cahaya hangat pada dirinya untuk menetralisir hawa dingin.
“Semuanya telah diketahui oleh yang mulia, hari ini kau akan pergi ke neraka dan aku akan berada di sisinya.” ucap Ariel tanpa beban.
“Benarkah. kalau begitu biar aku antar kau kembali ke akhirat, [north wind]”
Dengan sekuat tenaga cecilius mengerahkan sihir terkuat yang merupakan sebuah pusaran angin yang begitu dingin, cecilius hampir kehabisan kekuatan sihir yang dia miliki untuk menciptakan tornado es itu.
Kemunculan tornado es itu membuat suhu gurun pasir turun drastis hingga puluhan kilometer jauhnya, bahkan salju pun mulai berjatuhan. Para pemain yang melihat perubah iklan itu merasa sangat takjub, mereka berpikir jika malaikat dengan 6 sayap kali ini akan kesulitan menangani serangan terkuat dari great demon.
Sementara didalam pusaran topan yang begitu dingin hingga dapat membekukan seluruh benda yang berada di dalamnya, Ariel masih tetap tenang hingga…..
Swooosshh
Dalam sekejap angin topan itu lenyap ketika sebuah pedang melintas dengan kecepatan tinggi dari langit langsung menusuk tubuh cecilius yang tidak sempat menghindar.
““!?!?!?!?””
Para penonton langsung tersentak kaget saat mereka melihat cecilius yang semula unggul sekarang terkapar di tanah dengan sebuah pedang yang menembus perut buncitnya. Pedang yang memancarkan cahaya merah gelap. Melihat pedang itu cecilius langsung mengerti siapa yang telah mengganggu duelnya.
__ADS_1
“god of swords...Orm...”
Perkataannya terputus saat kesehatannya berkurang hingga dia mati, jasad great demons itu seketika mengeluarkan hawa yang sangat dingin hingga membuat seluruh Medan sejauh 2 kilometer menjadi es.
“Hemm…. Dia lari.” ucap Ariel saat melihat kabut dingin yang melayang menjauh. Setelah menyingkirkan es dari tubuhnya malaikat itu segera bersujud dihadapan pria bertubuh kekar yang telah menyelamatkan dirinya. Namun pria itu tidak sedikitpun menatap Ariel dia hanya memusatkan perhatian pada baby nidhogg yang masih tertidur.
“Jangan buat aku menunggu lebih lama, cepat bawa potongan itu padaku secepatnya.”
Suara yang dia hasilkan bergema hingga menggerakkan ruang. Mendapat perintah dari tuannya Ariel segera masuk kedalam perut baby nighogg. Sementara pria itu sendiri duduk di puncak kepala cacing dewa itu menunggu hingga bawahnya kembali membawa yang dia inginkan.
***
Dredef mendapati situasi yang begitu genting saat pasukannya telah dikepung oleh dua Guild top rank. Kejadian bermula saat mereka membantu para iblis melawan para malaikat, mereka sangat diuntungkan di awal. Tapi semuanya berubah saat para malaikat meminta bantuan pada dua Guild yang lebih dulu telah datang ke kota ini. Saat para malaikat meminta bantuan sudden quest pun tercipta.
Permintaan yang menghadiahi nilai karna yang cukup banyak saat membunuh para iblis dan pengikutnya membuat pemain dari kedua Guild tanpa pikir panjang menyerang para iblis dan Guild red Hoodie yang dianggap sebagai sekutu iblis. Dan akhirnya situasi menjadi seperti saat ini.
“Ini buruk kita akan kesulitan Setelah ini...” gasela menghawatirkan nasib red Hoodie yang telah mengangkat senjata mereka pada dua Guild top.
“Haaaaahhhh…. terserahlah mungkin kita bisa memulai dari awal, pindah ke slahorn misalnya.” Dredef yang sudah menyerah tentang situasi yang mereka hadapi hanya bisa melontarkan lelucon, tapi tidak disangka jika para pemain Guild red Hoodie malah menganggap jika itu serius.
“Uwooo…. Kita akan pergi ke slahorn. Apa kapten ingin mencoba berkoalisi dengan sexy species….” teriak seorang pemain.
“Sungguh?. Seperti yang diharapkan dari kapten kita.” sahut pemain lain.
Suasana dalam pasukan guild red Hoodie menjadi kembali bersemangat saat para pemain memiliki harapan besar pada pemimpin mereka, namun itu justru membuat dredef menderita sakit perut.
GROOOAAARRRRR
__ADS_1
Terdengar suara teriakan yang sangat keras begitu tiba-tiba yang membuat setiap pemain dengan reflek melihat ke arah asal suara tersebut. Dari atas ratusan monster gorila merah dengan empat lengan berjatuhan menimpa tempat mereka berada. Kepanikan para pemain lain menyebar ketika mereka menyadari jika kekuatan para gorila itu tidaklah bisa mereka tangani.
“Sial kenapa mereka menyerang kita.” Jaroh mengumpat keras saat melihat pasukan fallenguard yang dia pimpin mulai diterbangkan oleh gorila-gorila itu. Bukan hanya Fallenguards tapi flame of immortal juga mengalami hal yang sama. Kekuatan para pemain mereka benar-benar tidak sebanding dengan gorila merah yang ane itu.
“Serang salah satu dulu!.” teriak tomas saat memberi arahan pada pemain flame of immortal. Ratusan pedagang pemain tidak ada yang berhasil melukai kulit keras gorila merah, sama halnya dengan sihir. Kecepatan gerak para gorila dan kekutan serangan membuat pasukan dua Guild top itu hampir dimusnahkan.
Melihat kemunculan para gorila merah, dredef menganggap ini adalah sebuah kesempatan untuk melarikan diri, tapi sayangnya anggota guild red Hoodie pun tidak luput dari amukan para monster. Para pemain red Hoodie tiba-tiba diserang oleh makhluk tidak terlihat, sekeras apapun mereka mencoba mendeteksi keberadaan penyerang mereka hasilnya selalu nihil. Hingga dredef yang tidak bisa menahan diri saat melihat para pemain red Hoodie berguguran akhirnya menggunakan skill yang sangat jarang dia gunakan.
“[dragon rage]”
Seketika tubuh dragonik itu terbakar oleh api, kekuatannya dalam mode ini menjadi berlipat ganda. Namun dikarenakan skill yang dia dapat Setelah menjadi seorang dragonik ini hanya bisa dia aktif 1× dalam 5 hari membuat dredef hanya mengaktifkan saat dia terdesak.
Dengan dragon insting dredef mengetahui monster apa yang telah menyerang pasukan guildnya. Tapi itu malah membuatnya mengerutkan dahinya saat mengetahui sosok sebenarnya dari monster itu, seekor ular yang memiliki skill [Stealth] tingkat tinggi yang bahkan tidak bisa di deteksi oleh skill pemindaian biasa.
“Levelnya sangat tinggi hampir menyamai gorila merah, sebenarnya dari mana asal monster-monster ini.” dredef bergumam saat mengidentifikasi musuhnya.
Dengan dua pedang katana yang terbakar karena teknik bertarung dari suku Lamia Ruby red scale, dia mencoba bertarung dengan salah satu ular tidak terlihat. Para pemain red Hoodie yang melihat Ketu Guild mereka menggunakan mode dragon blood hanya bisa merasakan kekaguman mereka semakin kuat, bahkan saat dredef mengayunkan senjatanya pada tempat yang kosong. Mereka tidak mengerti tapi semu orang yakin jika guild master mereka memiliki maksud lain.
“Sial, apa dia sebenarnya adalah seekor naga?. Kenapa sisiknya sangat keras.” dredef mengumpat keras saat serangan yang dia lancarkan tidak dapat menimbulkan kerusakan yang memuaskan. Tapi itu membuatku para pemain red Hoodie mengira dia sedang melawan seekor naga sungguhan.
Sorakan untuk memberi semangat pada dredef terus meningkat dari para pemain guild red Hoodie, namun tiba-tiba dredef terpental jauh hingga membentur pohon berukuran raksasa. Darah keluar dari mulut dredef karena tabrakan yang begitu keras serta kesehatan miliknya juga terkuras setengahnya.
“Akh, sial aku rasa ini akhirnya.” gumam dredef saat melihat ular itu bergegas ke arahnya. Tapi tiba-tiba ular itu berhenti seakan ada seseorang yang melarangnya untuk membunuh dredef. Dredef tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh sesuatu, tubuhnya melayang dan melesat sangat cepat hingga beberapa kali menabrak bangunan. Para pemain yang khawatir segera bergegas untuk menyusul tapi mereka dihadang oleh monster tidak terlihat.
...***CHP 256 END...
...BERSAMBUNG***...
__ADS_1