
“…..”
Seorang gadis berdiri sendirian di depan pintu masuk dungeon, semua orang pasti dapat menebak jika dia sedang menunggu seseorang sebab wajah gadis itu yang mulai kesal karena terlalu lama menunggu.
Walaupun sedang kesal wajahnya masih terlihat imut, namun karena aksinya belum lama ini membuat para anak nakal berpikir dua kali untuk menggoda gadis itu.
Tapi itu menjadi pemandangan tersendiri bagi pemain yang baru datang ketempat ini sehingga cukup banyak yang mencoba menggodanya, tapi para pemain dari red flare guild menghalangi usaha mereka.
“bukankah ini terlalu lama”
White yang sudah menunggu party gelim selama satu setengah jam merasa kesal. Seharusnya hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di tempat ini dari kota, tapi tidak ada tanda-tanda party itu akan datang.
“kurasa aku harus menghubungi ascard”
Dia berencana untuk meminta penjelasan dari master guild red flare yang merupakan boss dari gelim. tapi sebelum dia menghubungi lewat friend chat sebuah notivikasi muncul di depannya.
[Player venc meminta pertemanan dengan mu]
[Terima?]
Yes/no
Sebuah permintaan pertemanan dari wakil ketua guild red flare.
“yes”
Setelah permintaan diterima suara dari venc yang terdengar khawatir langsung terdengar.
Venc langsung meminta maaf pada wakil dari perusahaan yang menjadi sponsor mereka. Dia khawatir jika white akan marah karena hal ini.
Beberapa saat lalu dia telah dikirimi sebuah video yang menunjukkan pembantaian pada 5 kelompok pemain nama merah.
Video yang menunjukkan betapa kejamnya gadis dengan rambut putih itu membunuh sepasang kekasih tanpa perasaan membuat vice merasa ngeri.
Saat dia mendapati kabar jika white telah menunggu party gelim selama satu setengah jam, venc merasa jika ini akan menjadi krisis untuk guild karena telah mengecewakan utusan penting.
Dia pun segera meminta penjelasan dari gelim tentang masalah ini, namun alasan yang diberikan oleh gelim membuatnya tidak biasa berbuat apa-apa.
__ADS_1
“hemmm apa mereka disergap?”
“itu mudah. Lagipula aku juga memikirkan kemungkinan yang membuat mereka terlambat dan kemungkinan terbesar adalah sergapan”
“oleh?”
Venc mulai memberikan semua informasi yang dia dapat dari gelim.
.
.
.
.
Marquis belfo seorang bangsawan di kerajaan bremund. Dikarenakan dia adalah anak lelaki satu-satunya dia mendapat gelar warisan dari ayahnya dan mendapatkan hak penuh atas kota terbesar kedua setelah ibukota, les maquie.
Namun semu itu membuatnya tidak puas, layaknya seorang bangsawan serakah pada cerita clasik, dia juga tidak puas dengan apa yang dia punya sekarang.
Kekayaan dan kekuasaan membuatnya gelap mata. Dia menganggap jika semua yang ada di sekitarnya adalah miliknya termasuk kakak perempuan yang dia anggap hanya sebuah barang dagangan.
Dikarenakan kakak perempuannya yang cantik, belfo pernah berpikir untuk menjodohkan kakaknya pada seorang bangsawan yang memiliki kedudukan lebih tinggi untuk kepentingannya sendiri.
Namun semua tidak semudah yang dia pikirkan. Kesalahan terbesarnya adalah ketidaktahuan tentang siapa kakak perempuannya yang sebenarnya.
Karena kesalahan itu belfo harus menanggung biaya besar untuk menenangkan kemarahan kakak perempuannya. Walaupun harus menyerahkan sebagian kekuasaan kota dan tangan kiri, dia bersyukur kakaknya membiarkan dia hidup.
Setelah kejadian itu tiba-tiba pajak kota dinaikkan dan diskriminasi pada demi human semakin tinggi, seakan belfo sedang meluapkan kemarahannya pada warga kota.
.
.
.
__ADS_1
.
“bagai mana rencana berjalan”
Belfo yang duduk di kursi meja kerjanya melontarkan pertanyaan pada lelaki dengan baju besi yang merupakan komandan pasukan kota les maquie.
“kami sudah melaksanakan sesuai rencana”
Jawab Mikre orang yang sangat di percaya belfo di kota.
“bagus”
Belfo merasa puas dengan jawaban yang di berikan oleh Mikre. Dia teringat kejadian tadi malam saat dua petualang bertamu di kediamannya, tujuan kedatangan mereka adalah untuk melaporkan penemuan dungeon.
Awalnya dia merasa sangat senang dengan berita itu, tapi semua sirna saat mereka menginginkan hak pengelolaan dungeon untuk mereka sendiri.
Walaupun belfo sudah menawarkan hadiah dalam jumlah besar dan bahkan dia sempat mengancam kedua orang itu, tapi mereka tidak merubah keputusan mereka.
Pada akhirnya dia menerapkan pajak tertinggi pengelolaan dungeon menurut undang-undang dengan harapan mereka akan bankrut, namun mereka segera menyanggupinya seakan tidak ada masalah dengan jumlah pajak yang harus mereka bayar setiap bulan, dan itu membuat belfo semakin kesal.
“beraninya para sampah itu mengakui sesuatu yang seharusnya menjadi milik ku”
Karena keserakahan yang membuatnya lapar akan harta, dia masih belum rela kehilangan hak atas dungeon yang berada di wilayahnya.
Dia berusaha menyabotase pihak lain dengan membuat rusuh di sekitar dungeon dan menyebar desas-desus tentang ketidakmampuan pihak pengelola dungeon sehingga banyak monster yang keluar dari dungeon.
“hanya tinggal masalah waktu sampai warga meminta kita untuk mengambil alih dungeon”
Mikre yang bertugas untuk menangani semu operasi sabotase ini berkata dengan sangat yakin.
“setelah itu terjadi, aku akan menahan mereka semua yang berani menentang ku hahaha”
Tawa belfo bergema di ruangan itu. Tapi andai saja dia tahu jika itu adalah saat terakhirnya untuk tertawa lepas dia pasti sudah menggunakan kesempatan ini untuk lari dari ular pembunuh yang sedang mengincarnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Chp 86 end.