
BOA POV
Aku hanya mematung tidak tahu apa yang harus aku berikan sebagai jawaban. Tapi tiba-tiba pundakku di sentuh oleh seseorang yang tidak lain adalah Dewi Roro kidul sendiri.
‘Sejak kapan?.’
Tidak ada reaksi lain yang aku miliki selain kaget. jarak antara tempatku berdiri dan singgasana sejauh kurang lebih 10 meter, tapi dia tiba-tiba berdiri di sampingku dalam sekejap tanpa aku ketahui.
Apa dia menggunakan [teleportasi], [flicker] atau [warp], tidak jika dia menggunakan skill itu aku akan merasa ledakan udara yang dihasilkan oleh perpindahan objek dalam sekejap. Tapi dia sangat halus hingga aku tidak bisa merasakan apapun. Jika dia ingin membunuhku, aku yakin kepalaku sudah jatuh ke lantai dari tadi.
Dewi Roro kidul hanya tersenyum melihat reaksi terkejutan ku, kemudian dia berjalan keluar dari ruangan singgasana sambil memintaku untuk mengikutinya. Dua naga dibelakang singgasana terlihat ingin mengikuti tapi Dewi segera menghentikan mereka, begitu juga 4 pengawal. Hanya aku yang sekarang menemani berjalan di belakangnya.
“Kau tidak perlu langsung memberikan jawaban. Mungkin kau harus membicarakan ini dengan temanmu si maniak kehancuran itu.” ucapnya sambil terus berjalan.
Aku kembali dibuat tidak percaya dengan apa yang aku dengar, dia bahkan dapat mengetahui jika saat ini aku memiliki hubungan dengan dewa Ahirman atau tidak lain adalah Nebula.
“Kau tidak akan merebut senjata ini secara paksa?.” aku bertanya sehalus mungkin agar tidak menyingung perasaannya.
Tapi sebagai respon Dewi Roro kidul hanya tertawa kecil.
“Bisa saja aku melakukan itu, tapi aku lebih memilih untuk memintanya baik-baik karena saat ini aku memiliki cukup banyak musuh yang harus aku waspadai, tidak bijak jika harus menambah musuh penuh potensi sepertimu.” Dewi berkata sambil menatap lorong istana yang sepi.
“Anda mengatakan jika ingin menguasai seluruh lautan, tapi bisakah aku tahu tujuan asli anda?.”
__ADS_1
Dewi Roro kidul menoleh ke belakang saat mendengar pertanyaan ku, aku dapat melihat senyum di bibirnya agak memudar.
“Tidak masalah, itu hanya sebuah cerita konyol.” ucapnya sambil memulai cerita panjang yang tidak terlalu panjang.
***
Dewa memiliki beberapa peringkat. Ada 10 level mulai dari demigod atau setengah dewa hingga celestial God, dewa surgawi.
Dan saat ini Dewi Roro kidul berada di tingkat ke 7, Legendary God. Biasanya dewa yang mencapai peringkat ini adalah dewa yang memiliki banyak pengikut. Merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa walaupun tidak banyak orang yang menjadi pengikutnya tapi Dewi bisa mencapai level itu. Bahkan tidak ada seorangpun pemain kecuali aku saat ini yang tahu jika ada dewa Nusantara yang berada di dalam game degradation God online.
Lalu bagaimana dia dapat mencapai level ini?. Jawabannya sederhana…. Seperti para pemain yang menaikan level mereka saat mengambil nyawa dari makhluk lain. Dewi Roro kidul mengambil nyawa dari dewa lain untuk menaiki peringkat Legendaris.
“Itu dimulai saat adik dari Zeus, Poseidon melamarku. Bukan karena cinta atau semacam rasa sayang, mereka tidak memiliki itu.” ucapnya dengan suara yang terdengar menahan amarah.
Aku dapat melihat amarah yang jelas dari mata Dewi.
Dia melanjutkan jika dewa laut susanoo menolak lamaran dari Poseidon yang mengakibatkan para pendukung dewa olimpian menjadi memusuhinya. Begitu juga Dewi Roro kidul yang menolak perjodohan karena dia tidak memiliki keturunan sementara dia tidak mau menjadi seorang selir dari dewa yang sudah memiliki ribuan wanita di ranjangnya. Dan hasilnya dapat di tebak jika dia menjadi musuh dari olimpian.
Karena ingin menjadikan contoh bagi mereka yang melawan olimpian, Poseidon memerintahkan dewa yang sudah resmi menjadi anggota keluarga (bawahan) untuk menyerang istana laut selatan yang dia pikir lebih lemah dari istana katsuren tempat tinggal dewa susanoo, dikarenakan yang memimpin istana laut selatan adalah seorang wanita yang bahkan hanya memiliki tingkat dewa tua.
Pasukan dari istana naga laut dan kuil Baruna menyerang secara bersamaan. Pasukan dari istana laut selatan yang mendapat serangan dari dua pasukan dewa laut mengalami situasi genting, tapi kemudian pasukan dari dewa susanoo menyerang, bukan karena ingin membantu tapi justru ingin memusnahkan 3 dewa laut sekaligus.
Long Wang dari istana naga laut menghadang pasukan susanoo, kedua dewa itu sama-sama tingkat dewa legendaris. sementara Baruna bertugas menyelesaikan tugas yaitu membunuh penguasa laut selatan, keduanya dianggap setara karena sama-sama tingkat dewa tua. Tapi perlawanan dari Dewi Roro kidul justru menghabisi dewa Baruna, yang kemudian menaikan tingkat kedewaan Dewi Roro kidul yang semula dewa tua menjadi dewa Legendaris.
__ADS_1
Perubahan itu jelas merubah arus pertempuran. dewa long Wang yang semula bertarung imbang dari dewa susanoo, menjadi kerepotan saat Dewi Roro kidul yang telah berhasil membunuh dewa Baruna menyerangnya. Mendapat 2 serangan dari dewa tingkat legendaris membuat dewa long Wang memilih untuk mundur, sementara dewa susanoo yang kehilangan target mengalihkannya ke Dewi Roro kidul. Pertarungan keduanya pun tidak dapat dihindari.
Dewa susanoo yang telah menjadi dewa Legendaris sejak ribuan tahun jelas lebih unggul dari Dewi Roro kidul yang baru menapaki ranah dewa Legendaris. Tapi wilayah mereka bertarung adalah wilayah laut selatan dimana kekuasaan dari Dewi Roro kidul. Dibantu oleh jutaan makhluk penghuni laut selatan, dewa susanoo yang sombong karena melawan seorang diri sementara pasukan yang dia bawa sudah musnah.
Menderita luka fatal dari pertempuran dewa susanoo pun mundur. Kepergian dewa terakhir itu menjadikan kemenangan bagi istana laut selatan. Namun kehilangan dari istana laut selatan begitu besar hingga tidak ada perayaan apapun tentang kemenangan itu. Bahkan Dewi Roro kidul harus kehilangan 2 naga laut yang dia miliki dan ratusan jendral yang setia padanya harus gugur dalam perang. Walaupun dia telah menguasai setengah lautan karena mengambil alih kekuasaan dewa Baruna, itu tidak mengobati sedikitpun kesedihannya.
“Seperti mu, yang ingin melindungi apa yang kau miliki. Tidak membiarkan siapapun mengambil apa yang berharga bagi mu, keserakahan. Aku pun demikian.…..”
Dewi Roro kidul menghentikan langkahnya sambil menatap pemandangan di depannya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
Aku yang penasaran kemudian mengintip dan Melihat sebuah kota yang hancur berantakan. Banyak lubang-lubang seakan telah terjadi ledakan dan bebatuan karang yang menimpa rumah-rumah. Tidak terlihat satupun seseorang yang tinggi di kota itu. Apa mungkin ini bekas kota dari penghuni laut selatan?.
Sepertinya ini adalah pintu depan dari istana laut selatan, sementara letak teleportasi yang aku gunakan untuk tiba di sini tepat di belakang istana, yang menyebabkan aku tidak menyadari ada kehancuran seperti ini.
“Mereka akan kembali datang untuk mencoba mengambil yang tersisa dariku. Dan pada saat itu aku yakin jika tidak ada yang dapat aku lakukan untuk bertahan. Karena itu aku membutuhkan sekutu…..”
Perkataan Dewi Roro kidul terhenti ketika dia memandangku dengan senyum yang sangat mempesona, ‘Tidak ada kesalahan dia menang seorang dewi’ itu lah yang aku pikirkan saat melihat senyum itu.
“Lan Kekuatan..... Aku butuh pitulungmu.”
...***CHP 253 END...
...BERSAMBUNG***...
__ADS_1