PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3.23 Yarara


__ADS_3

“Itu mengingatkanku, kenapa kau sangat bersikeras untuk menjalankan sendiri cabang holy grail di dgo?”


Menonton sambil memakan popcorn, aku mulai pembicaraan dengan melempar pertanyaan pada cariana.


“Itu karena ada sesuatu yang aneh tentang game itu” balasnya sambil meminum kopi latte yang dia pesan.


“Aneh???” kepalaku miring kesamping karena bingung dengan jawaban cariana.


“E…emm, Pernahkah kau merasa keanehan setelah kau bermain game itu?” (cariana)


“Keanehan?” (clair)


“Benar, seperti tubuhmu menjadi semakin kuat” cariana menatapku saat mengatakan itu. Seakan itu adalah pembicaraan yang serius.


“Apa kau tertipu oleh sebuah ajaran sesat yang mengatakan jika virtual reality adalah penghubung dunia lain???” sambil memenuhi mulutku dengan popcorn, aku menatap cariana dengan wajah kasihan.


“Bukaaan!!!”


Wajahnya kembali memerah seakan telah melakukan sesuatu yang memalukan. Pendanaan ku kembali menatap pertandingan kualifikasi liga veteran.


Tidak ada yang cukup menarik bagiku di 10.000 pertandingan yang berlangsung bersamaan.


Liga veteran bukan lagi milik pure heart dan sky Tiger. Tapi para guild top lain juga ikut menduduki banyak grup.


“Sangat disayangkan jika para kepala HIDRA tidak ikut event selain belchers. blog united pasti tengah dipenuhi dengan makian untuk para anggota HIDRA” (cariana)


“Memang kenapa??? Kami adalah para pemain yang melakukan hal-hal buruk, sudah sewajarnya kami mendapat perlakuan seperti itu”


Cariana hanya terdiam mendengar jawaban dariku. Tangannya terkepal erat seakan memiliki sesuatu yang sulit.


“Jangan pikirkan kami, itu adalah keputusan yang kau ambil sendiri. Jangan menyesalinya” ucapku untuk menenangkannya.


Tapi sepertinya efeknya malah sebaliknya, dia semakin murung dan mulai menangis.


“Terimakasih” balas cariana sambil memegang lengan kirinya.

__ADS_1


Saat air mata mulai membasahi pipinya, riasan yang dia gunakan mulai memudar. Aku terkejut ketika melihat itu, bukan karena dia menangis tapi karena sebuah tato yang muncul saat riasannya memudar oleh air mata.


“Kau masih menyimpan ini?” ucapanku sambil menghapus riasan yang menutupi tato di bawah matanya, ukiran tato dengan kata Yarara di pipi kanannya.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


Pertarungan sengit terjadi di liga veteran. 10 top guild bersaing ketat memperebutkan trofi kemenangan. Tapi kami tidak memperdulikan itu.


Aku mengajaknya pergi untuk mencari makanan. Menikmati festival dengan berjalan-jalan bersama seakan kami sedang melakukan kencan.


“hemm ini enak” ucapku saat menikmati mie ayam yang aku pesan.


“Jika yang aku katakan benar-benar menjadi kenyataan, bagai mana menurutmu tentang itu?” (cariana)


“Maksudmu?” (Clair)


“Tentang mendapatkan kekuatan di dunia nyata dari bermain game” (cariana)


“……..” (Clair) -__-


Aku kembali menatapnya dengan heran.


“A..aku serius” (cariana) >////<


Wajah wanita itu kembali memerah seakan baru saja mengatakan sesuatu yang bodoh.


Aku hanya terdiam saat menghabiskan semua kuah mie di mangkuk.

__ADS_1


“Fiuuuhhh, itu enak. Jika yang kau katakan itu memang terjadi maka itu akan menjadi sebuah kekacauan” Ucapku sambil membersihkan sekitar mulut dengan tisu.


“Akan selalu ada kekacauan jika setiap orang memiliki ‘senjata’ di tangan mereka. Manusia adalah mahluk yang dipenuhi oleh nafsu dan keserakahan, mereka selalu menginkan berada di atas orang lain. Dua kali terjadi di masa lalu, insiden konyol yang terjadi hanya karena segelintir orang serakah dengan senjata ditangan mereka, imbasnya jutaan lainnya menjadi korban”


Aku menghentikan perkataanku untuk meminum jus lemon. Tidak memperdulikan cariana yang terlihat sangat penasaran.


Dari jendela kedai berlantai dua aku menatap kota yang dipenuhi oleh ratusan jutaan pemain dan npc saling membaur. Terlihat juga papan reklame yang menayangkan keseruan pertandingan battle royal liga veteran yang ditonton oleh jutaan pemain.


“Jika setiap orang memiliki kekuatan maka sistem yang mengekang mereka sekarang akan hancur, dan mungkin kejadian yang sama akan terjadi untuk ketiga kalinya”


“Tapi, aku percaya setiap hal yang terjadi pasti memiliki tujuan”


Cariana termenung dengan apa yang aku katakan, sementara aku sendiri memanggil pelayan kedai untuk memesan porsi kelima. Ya ini adalah dunia reality virtual, sebanyak apapun kau makan itu tidak akan mempengaruhi tubuhmu di dunia nyata.


Benar…kan?


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


Chp 150 end.


Agak bingung kasih nama julukan buat mantan kepala kesembilan.


Yarara atau sanca,


Tapi karena sanca sejenis ular python maka pilihan jatuh pada Yarara.


“Ara Ara jones-Kun” (suara milf Jepang 😂) mungkin itu yang akan sering diucapkan cariana dicepter-chepter berikutnya

__ADS_1


__ADS_2