PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.48 kesedihan Nebula


__ADS_3

BOA POV


Aku tidak tahu dengan kunci yang dibutuhkan untuk membuka segel di suku Lamia golden scale, aku hanya menggunakan darah para warga untuk membuka segel saat itu. Sementara di suku Lamia emerald green scale, dalam sebuah catatan yang ditulis oleh great mage gaile, mengatakan bahwa dia mendapatkan potongan kepala ekhidna Setelah mencuri kuncinya dari para tetua. lalu letak segelnya sendiri sekarang sudah menjadi penjara terbesar di kerajaan five greater teocraci, Penjara Alcatelz. Aku dapat menemukan makam dari Origins of Lamia emerald green scale di sana.


Kemudian yang ketiga aku rasa ini akan sedikit ekstrim. Terletak didalam tubuh monster setingkat dewa, walaupun itu adalah dewa tingkat rendah tapi kesehatannya hampir mencapai 1 milyar. Entah bagaimana caranya potongan tubuh itu bisa sampai di dalam perut cacing raksasa itu, tapi yah ini hanya tantangan lain yang harus dilalui.


Lagipula jarang-jarang bukan bisa berpetualang di dalam tubuh seseorang, jika dalam video games mungkin ini akan mirip seperti petualang manusia setengah iblis super keren dan manusia setengah dewa yang ingin membunuh ayahnya.


So.… Mari lakukan.


***


Aku kembali mengenakan kacamata lalu aura yang terpancar dari tubuhku seketika lenyap tidak berbekas membuat tekanan yang membebani tubuh orang disekitarku menghilang. Aku beruntung tidak ada seorang pemain yang berada disekitar, karena aku tidak ingin ada yang mengenali.


Jika saja diantara para pengungsi kota red Saliva ada seorang pemain, mungkin aku tidak akan membuka identifikasi yang sebenarnya dan lebih memilih merebut kunci itu secara paksa.


Kemudian Dyulet menghampiriku dengan membawa sebuah kalung yang terbuat dari tali biasa, namun sebuah kristal berwarna hitam kemerahan menjadi liontin kalung itu. Kalung yang sebelumnya aku lihat dipakai oleh si nenek Lamia.


“Sebelum aku memberi kunci ini padamu, bisakah kau memberitahukan bagaimana caramu mendapat kedua pusaka yang berada di Slahorn?.” Dyulet berkata agak ragu, kelihatannya Setelah mengetahui kekuatanku dia menjadi lebih berhati-hati. Mungkin dia takut aku membahayakan penduduk suku Lamia sisik merah.


“Yah, tidak masalah….” Karena tidak merasa ada kerugian jika aku mengatakannya jadi untuk apa disembunyikan. Reaksi Dyulet terus berubah-ubah mendengar ceritaku terutama saat dia mengetahui jika saat ini ras Lamia golden scale sudah tidak ada lagi. Dulu aku adalah Lamia sisik emas terakhir tapi karena aku sudah berevolusi maka otomatis Lamia itu telah musnah.


“Jadi karena itu kau membenci manusia?” Dyulet bertanya. Mungkin dia masih teringat saat aku menertawakan ketika dia menganggap aku sebagai seorang manusia.


“Yah, anggap saja seperti itu.” jawabku sambil mengambil kalung ditangan Dyulet.


[Mendapat(necklace of red Lamia blood )]


__________________________________________


[necklace of red Lamia blood]


Rank : rare


Ketahanan : 50


Keterangan : sebuah kalung yang tidak terlalu menarik, terbuat dari kulit pohon sebagai tali sementara liontin adalah ekstrak dari darah Lamia Ruby red scale.


Efek :

__ADS_1


(1) sebuah kunci untuk membuka sebuah rune penyegel.


__________________________________________


Terlihat jelas jika tidak ada fungsi lain dari kalung ini selain digunakan sebagai item kunci. Ekstrak dari darah Lamia , apa setiap rune yang digunakan untuk melindungi potongan tubuh ekhidna hanya bisa di lepas dengan darah dari Lamia?. Terserah tidak ada habisnya untuk memikirkan fitur aneh dari game ini.


Setelah mendapatkan kunci yang dibutuhkan, aku kembali memacu kereta kearah kota red Saliva, walaupun aku merasakan darah naga yang sangat kuat dari dragonik tua bernama Dyulet itu, tapi kembali itu bukan darah naga bernama. Aku mulai pesimis untuk mendapatkan Sempel lain.


“Aku benar-bebar tidak membutuhkan bantuan, kalian tahu?.” aku melirik kebelakang melihat kedua orang itu yang sudah mempersiapkan senjata mereka. Xalif dan dango masih beda di dalam kreta dengan alasan mereka masing-masing.


“Yah, aku tahu. aku hanya sedang mencari tumpangan untuk mesuk kedalam mulut raksasa itu, aku tertarik padanya karena dia naga.” dango memberi alasan.


“Aku…..ada seseorang yang ingin aku temu di sana.” jawab xalif.


Aku dan dango hanya terdiam mendengar perkataan xalif, aku berpikir dia akan memberi alasan Jika ingin bertemu para malaikat tapi aku salah. Mengalihkan pandangan dari mereka aku kembali memusatkan perhatian pada kereta yang mulai terbang ke langit. Lagi pula aku tidak yakin jika mereka akan berani berbuat sesuatu padaku Setelah melihat wujud ku yang sebenarnya.


‘Nebula, apa ku di sana?’ aku mencoba untuk menghubungi sistem AI yang sering menghilang tanpa kabar.


[Ya, aku di sini]


‘Hoho, akhirnya kau muncul, bukanlah kau terlalu sibuk akhir-akhir ini?. Aku sangat rindu kau tahu’


[Oh... benarkah Itu manis, tapi kau pikir karena Siapa aku sesibuk ini?.kau meninggalkan seluruh pekerjaanmu padaku.]


‘Yah, aku hanya ingin tahu berapa lama hingga baby nighogg terbangun.’


[Hanya itu saja?]


‘Yap hanya itu.’


[Guh, kau tahu jika kau adalah orang jahat?]


“Em…yah banyak yang mengatakan itu.”


[Haaahhhh.…kau benar-benar. Terserah, waktu yang tersisa hingga baby nidhogg bangun adalah 3 jam, 26 menit, 10 detil]


‘Oke terimakasih banyak.’


[Tunggu sebentar, aku ingin kau mendengar ini...]

__ADS_1


‘????’


***


Setelah banyaknya keluhan dan curhat, seperti karyawan yang telah dianiaya oleh perusahaan, akhirnya nebula berhenti.


‘Jadi kau ingin aku membawa Felice bersamaku?.’


Felice adalah seorang gadis budak yang dibawa Nebula dari kerajaan Eprado sebelum, aku tidak tahu alasan pasti dia membawa gadis kecil itu. Dia hanya mengatakan bahwa Felice sangatlah berharga.


‘Aku tidak yakin itu adalah ide yang bagus’


[Aku yakin itu adalah ide yang paling bagus]


“???”


[!!!]


‘Ah, terserah.…. Kita bicarakan lagi nanti setelah aku mendapat potongan tubuh ekhidna.’


Aku tidak mengerti apa yang telah dia lalui Setelah beberapa hari aku pergi dari Slahorn. Tapi aku menyadari dia menang terlihat kesulitan Setelah berbagai urusan Seperti membantu Silvia di pengembangan teknologi serta membantu Regal dengan penelitian prajurit green scale, dan yang terakhir dia terus mengawasi gadis bernama Felice entah apa sebabnya dia bersikeras untuk mengawasi gadis itu sendiri.


“Aku pikir mengurangi pekerjaannya memang bukan ide yang buruk.”


Kereta ku terus melaju dengan kecepatan tinggi, waktu yang diperlihatkan oleh Nebula menunjukkan jika hanya tersisa kurang dari 4 jam.


“Aku harus bergegas, tidak ada yang tahu apa yang terjadi jika dia bangun.”


Melewati kota red Saliva aku dapat melihat berbagai pemain dari guild-guild yang berbeda melihat keretaku, mereka mulai menuju ke arah baby nidhogg. Sementara masih banyak juga yang menunggu dan melihat situasi. Mengabaikan mereka aku memacu kuda lebih cepat hingga.…..para malaikat datang menghadang.


“Berhenti di sana!. Ini adalah tempat yang berada dalam pengawasan para malaika……guaaakkk”


Kepala malaikat itu terputus sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Seketika sisa dari malaikat yang menghadang perjalananku terdiam saat melihat rekan mereka mati hanya dalam satu serangan.


Di sampingku pedang fury Crimson, bersinar siap untuk di perintahkan.


“Aku tidak ingin mendengar omong kosong kalian, jadi mati dan jatuh.”


Setelah perkataanku berakhir, dengan cepat pedang Crimson melesat membantai para malaikat satu persatu.

__ADS_1


...***CHP 244 END...


...BERSAMBUNG***...


__ADS_2