
Boa POV
Membosankan hanya itu yang aku rasakan saat mengeksekusi malaikat dengan 6 sayap yang menurut informasi adalah malaikat terkuat ke dua dari jajaran ras malaikat.
Tapi aku tidak merasakan apapun, sana seperti yang lainnya…. lemah. Mereka selalu hancur saat aku mulai menikmati permainan, aku ingin sesuatu yang lebih tahan lama.
“Hemmm….”
Tiba-tiba aku merasakan suatu tekanan aura yang sangat kuat. Apa baby nidhogg akan terbangun?. Tidak ini Berbeda dengan aura milik nidhogg. Apa mungkin ada makhluk lain yang memiliki aura sekuat nidhogg?.
Merasa penasaran aku melihat ke mini map dan benar saja jika ada sesuatu yang terlihat kuat menuju ke arahku.
__________________________________________
[God of sword Ormes]
Ras : Great God
Titel : vassal of myth God Gram
LV : 609
HP : 12.500.000
MP : 17.900.000
__________________________________________
Melihat statistik dari makhluk yang baru saja memasuki mulut nighogg lewat mini map, aku hanya bisa terpana.
“Aku bisa melihat statistik milik dewa besar sementara aku tidak bisa melihat milik Dewi Roro kidul yang merupakan seorang legendary God. Apa itu artinya sistem nebula hanya bisa membaca stat dari tingkat ke 6 dan lebih rendah?.”
Nebula pernah berkata jika sistem yang dimiliki oleh Aprisal memiliki batasan, bahkan versi akashic milikku yang sebenarnya adalah versi teratas tidak luput dari itu. Penyebabnya adalah sistem Nebula tidak bisa menampung seluruh informasi dari perpustakaan terbesar sealam semesta [akashic library] dan inilah yang menyebabkan masih banyak informasi yang tidak tersedia pada sistem.
“Aku pikir harus menyambutnya, tidak bagus jika kami bertarung di tengah kota.” tubuhku mulai berangkat dan terbang ke pintu masuk lambung nidhogg.
Sudah dapat dipastikan jika dewa itu mengincar potongan tubuh Ekhidna yang telah aku gunakan, jika dia tau semua yang dilakukannya adalah sia-sia aku rasa dia akan sangat marah. Banyak pasukan malaikat yang gugur, bahkan 2 royal Angel knight ikut menjadi korban. Mendapat kerugian sebesar itu aku yakin jika dewa itu tidak akan kembali ke langit dengan tangan kosong.
Dengan kecepatanku hanya perlu waktu 3 menit untuk sampai di pintu masuk yang masih tertutup oleh dinding leech. Aku hanya menunggu sambil melihat mini map dan menyadari jika si dewa telah berada di balik dinding, lalu tiba-tiba tebasan cahaya menusuk dari balik dinding hingga menyebabkan dinding itu menjadi potongan-potongan daging kecil. Aku hanya diam di tempat ku sambil terus memantau lubang yang menunjukkan sinar merah pekat. Sinar yang berasal dari pedang cahaya yang sama seperti milikku.
Perlahan seorang pria setinggi 2 meter melayang keluar dari lubang dengan [Crimson fury sword] fi tangannya. Pria itu menatapku dengan seksama.
“Jadi….. kau yang membunuh semua malaikat yang aku kirim?.” ormes berkata dengan salah satu alis mata yang terangkat, seakan telah selesai menilai ku. Aku dapat merasakan dia memandang ku dengan rendah seakan sedang melihat seekor lalat yang mengganggu.
“Bukan… bukan aku yang melakukanya.” jawabku dengan santai yang membuat dewa ormes mengerutkan keningnya.
“Apa kau mencoba menipuku ku?. Aku tidak merasakan ada seseorang yang lebih kuat dari mu di dalam perut sialan ini.” bentak dewa itu dengan penuh kekuatan hingga suaranya sekeras Sambaran petir. Namun aku masih tetap tenang karena aku sudah pernah mendengar ledakan Petir yang lebih keras sebelumnya.
“Hahaha…. Aku tidak bohong, bukan aku yang membunuh para malaikat tapi para pliharaan ku.”
Mendengar perkataanku, ormas terlihat marah karena merasa di remehkan. Genggam tangannya pada [Crimson fury sword] semakin menguat seakan tidak tahan untuk menebas ku.
“Kalau begitu bagaimana dengan pusaka itu, apa kau yang memilikinya.” tatapan ormes penuh intimidasi ke arahku. Aku hanya tersenyum kecil melihat itu lalu menjawab.
__ADS_1
“Ya, aku sudah menggunakannya.” jawabku tapi tiba-tiba ormes menghilang dari pandangan kemudian.
Jraaaas.
-67.507
“Kalau begitu mati serangga.” Dari belakang ormas muncul dan menebas kepalaku.
Kepalaku yang terlepas hanya bisa memandang seakan tidak percaya.
‘Sial walaupun memiliki pengurangan damage 75% dari Ekhidna tail dan beberapa skill serta item tapi demeg serangannya masih 60 ribu. Seberapa kuat orang ini.’ pikirku saat tubuhku mulai hancur tidak lebih tepatnya meleleh menjadi gumpalan magma.
Melihat wujud ku yang berubah, dewa pedang ormes semakin kesal, “Tidak buruk, aku sama sekali tidak menyangka jika makhluk rendah seperti mu memiliki tubuh elemental, kau pasti memiliki garis darah titan.” ucap ormes sambil terus menatap tubuhku yang mulai membentuk tubuh kembali. Tapi tiba-tiba ledakan petir merah menelan tubuh ormes.
Walaupun ledakan dari [red Giant thunder] sangat kuat tapi aku yakin jika itu tidak berpengaruh pada dewa itu di karena tidak ada angka demag yang terlihat.
‘Apa mungkin dia memiliki teleportasi atau [flicker]’ pikirku.
Wuuuusssss
-98.530
“Gahaaaak”
Tiba-tiba cahaya dari atas memukul tubuhku hingga kembali menjadi cairan magma yang langsung berceceran di tanah. Lalu saat melirik ke atas aku menyadari jika itu adalah serangan dari dewa ormes dengan [white judgemen hammer].
“Kau memiliki kulit yang cukup keras serangga.” ucap ormes dengan kesal saat melihatku belum juga terbunuh oleh 2 serangannya.
‘Aku yakin itu bukan [flicker] atau [teleportasi], skill perpindahan sekejap sekalipun tidak akan mampu menyaingi kecepatan cahaya petir. Lalu apa.’
“[refleks]” dengan cepat aku segera menggunakan sihir pelindung yang baru aku dapatkan setelah memiliki Ekhidna tail. Membuat [yellow thunder Spear] yang dilempar oleh dewa ormes ke arahku berbalik ke arah si penyerang.
Kening dewa itu mengerut Setelah melihat serangannya dikembalikan, tapi tiba-tiba saat tombak petir itu hampir mengenai dewa ormes, dalam sekejap tombak menghilang. Lalu-
Blink
Entah dari mana tiba-tiba tombak petir itu berada tepat di depan mataku.
“[the mirro...]”
BLAAAAAR
-357.912
Begitu cepat hingga aku tidak mampu untuk bereaksi, bahkan mengaktifkan skill pertahanan saja tidak biasa. Ledakan begitu keras hingga aku tidak dapat merasakan tubuhku. Mungkin aku kembali menjadi lahar.
Kesehatanku kembali di pulihkan dengan cepat, namun aku masih tetap menunggu karena selama aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mengeluarkan seluruh kekuatanku secara membabi-buta adalah sesuatu yang salah.
Memang aku bisa membunuhnya dalam 100 serangan dengan [soul scratch] seperti yang aku lakukan pada dewa korup di final event, tapi saat ini aku tidak bisa menyentuhnya. Menggunakan [Flicker] atau [teleportasi] tidak akan membantu karena aktifasi terlalu lama sementara kecepatan petir bahkan tidak bisa menyentuhnya.
‘Sial seakan aku bermain di telapak tangannya, apakah seperti ini kekuatan para dewa?. Tidak aku sudah melihat yang lebih menakutkan dari ini di laut selatan. Hanya saja dia memiliki trik.’
Berulang kali aku terus menyerang berharap melihat celah, tapi serangan itu terus dikembalikan padaku. Aku sempat berpikir jika dia juga memiliki [telekinesis] dan [refleks] tapi tidak. [Telekinesis] hanya dapat menggerakkan benda atau objek tertentu, tidak langsung memindahkan seperti yang terjadi pada tombak petir, begitu juga [refleks].
__ADS_1
Puluhan anak panah dari [red Phoenix bow] terbang ke arahku tapi saat aku mencoba menghindar tiba-tiba ratusan anak panah itu telah berpindah beberapa centimeter di sekitar ku.
Blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar blaaaaar
-17.968
-17.968
-17.968
-17.968
………..
…….
….
“Brengsek [the mirror].”
Beberapa kali ledakan anak panah membuatku terluka tapi kemudian.
[Efek chain breaker aktif, target tertegun]
[Efek refleks dari the mirror aktif, target terkena 25% dari damage yang kau terima.]
Dewa ormes terdiam di tempatnya tanpa melakukan apapun sementara aku dapat melihat kerusakan yang terus mengikis bar hp walaupun itu bahkan tidak sampai 2% mengurangi kesehatan dewa itu. Tapi ini ada kesempatan.
“[Drago blood hidora], [acceleration brain]”
Tidak ingin melewatkan kesempatan aku menggunakan maksimum dragon blood yang belum pernah aku pakai sebelumnya. Kilatan petir menyambar di seluruh tubuhku sementara sisik-sisik merah menyala menutup bagian tertentu. Kakiku kembali berubah menjadi mode ekor ular. Di bantu dengan [acceleration brain], kecepatanku meningkat pesat hingga dunia seakan melambat.
“[Flicker]”
Berkedip di belakang dewa ormes, lalu dengan cepat menyerangnya dengan cakar yang dilapisi [Soul scratch], [grim reaper hands] dan [venom claw].
Sraaaaak
Satu ayunan dan memberikan 5 kerusakan sekaligus lalu efek pun terakumulasi.
[Target terkena keracunan, seluruh kerusakan dari racun akan bertambah kuat]
[Target terkena abnormal status (Bleeding), kesehatan menurun selama 30 detik]
[Target tetkena abnormal status [roh yang tercabik], stat berkurang 1%]
[Target tetkena abnormal status [roh yang tercabik], stat berkurang 1%]
[Target tetkena abnormal status [roh yang tercabik], stat berkurang 1%]
[Target tetkena abnormal status [roh yang tercabik], stat berkurang 1%]
[Target tetkena abnormal status [roh yang tercabik], stat berkurang 1%]
__ADS_1
...CHP 259 END...
...BERSAMBUNG...