
Masih chepter yang penuh guro
………………………
Dengan tergesa-gesa Mikre berlari sambil membawa anak majikannya menjauh dari pertempuran.
“““gyaaaa”””
Tiba-tiba teriakan dari para prajurit yang telah dia tinggalkan terdengar keras, membuatnya menoleh kebelakang.
Matanya terbelalak saat melihat ratusan jarum besar muncul dari tanah menusuk puluhan prajurit dan menggantung mereka di langit-langit, bagai pohon manusia yang tumbuh dari neraka.
Di tengah para prajurit yang sedang sekarat, dia melihat belvia yang memeluk dirinya sendiri seperti iblis yang sedang menikmati teriakan putus asa para prajurit disekelilingnya.
Sebuah pemandangan horor yang mungkin tidak akan bisa dia hapus dari ingatannya.
Dia lari secepat mungkin sambil terus membawa martin putra Marquis menuju mansion, berharap bisa melaporkan kejadian ini pada belfo.
“phuu hueeek”
Saat melihat bibinya memakan daging manusia. Martin tidak kuat menahan mual dan akhirnya muntah.
“cepat lari, jangan melihat ke belakang”
Teriak Mikre sambil terus menarik tangan Martin. Tapi karena kepala Martin yang mulai pusing menyebabkan larinya terhambat.
Saat tiba didalam mansion Mikre langsung memerintahkan para penjaga bersiap dengan serangan yang akan datang.
Mendapat perintah dari mikre, semua prajurit di mansion segera bersiaga, sedangkan dia dan Martin langsung menemui belfo di ruangannya.
“guh hueeeeek”
“apa, apa yang kau lakukan mengotori karpet mahal yang lebih berharga dari mu, dasar anak kurang ajar”
Di ruangan ayahnya Martin kembali muntah. Belfo yang belum tau apa yang sedang terjadi memarahi anaknya, tapi Mikre segera menghentikan tuanya.
“marquis mohon segera mengungsi, saat ini kita sedang diserang”
“duserang ? Siapa yang berani menyerang kediaman walikota siang bolong”
Belfo tidak mempercayai perkataan komandan pasukan walaupun di wajah Mikre terlihat jelas ketakutan yang intens.
“itu nona belvia sendiri yang menyerang”
Bagaikan disambar petir. Belfo mematung saat mendengar belvia lah yang menyerangnya.
Perlahan belfo memegang pundak kirinya yang sudah tidak ada lagi lengan di sana. Dia telah mengorbankan tangan kirinya sebagai ganti nyawa karena dulu membuat belvia marah.
Rasa takut akan kemarahan kakak perempuannya terukir dalam jiwa melebihi apapun yang dia takuti selama hidupnya.
“ke-kenapa, kenapa dia marah”
Tubuh lelaki tambun itu merinding ketakutan saat memikirkan alasan kemarahan kakak perempuannya.
__ADS_1
“aku tidak mengetahui alasan sebenarnya, tapi saat melihat wujud nona yang berubah, aku berpikir jika dia dirasuki”
“dirasuki?”
“ya, dia terlihat seperti monster yang kelaparan”
“lalu b….”
Blaaaaar
“““gyaaaaa”””
Sebelum belfo menyelesaikan kalimatnya suara ledakan di lantai bawah terdengar dengan suara jeritan meminta tolong.
“sial dia sudah menerobos”
Mikre langsung mengarahkan pedangnya pada pintu masuk ruangan itu.
Pertarungan masih terjadi di lantai bawah, tapi dengan suara teriakan yang terus terdengar dapat dipastikan jika itu bukan pertempuran melainkan pembantaian.
Duk Duk Duk.
“sial sangat cepat”
Mikre yang berharap para prajurit memberi cukup waktu untuk mereka kabur menjadi putus asa saat suara langkah kaki yang perlahan menaiki tangga terdengar, membuat suasana diruang kerja Marquis menjadi semakin tegang.
GLK
Mikre menelan ludah saat dia menyadari jika wanita itu telah berada di depan pintu, belfo dan Martin hanya bisa berlindung di belakangnya dengan tubuh menggigil.
Dada besar dan wajah cantik membuat siapapun yang melihat wanita itu jatuh hati, namun tidak dengan tiga lelaki diruang itu.
Mereka jelas melihat dibelakang belvia terdapat delapan kaki laba-laba yang tumbuh dipunggung nya.
“hieeek”
Belfo tidak kuat menahan suaranya saat melihat wujud mengerikan dari saudarinya. Seakan tidak memperdulikan pandangan ketiga orang yang ketakutan itu, belvia dengan lahap menggigit kepala yang dia bawa dan memakan otak dengan penuh kenikmatan.
“guuuuhh”
Perut belfo terasa mual saat melihat itu, sama seperti anaknya tapi dia berusaha keras untuk tidak muntah.
“haaah itu benar-benar sangat enak”
Setelah memakan habis otak dari kepala yang dia bawa, belvia menjilati darah pada bibirnya sambil menatap tiga orang didepannya.
Wanita itu menjatuhkan kepala yang sudah otaknya habis dia makan ke depan, belfo yang melihat kepala dilantai Dengan lubang besar dan mata yang menatapnya membuat perutnya semakin mual.
“hueeeeeeek”
Belfo tidak tahan menahan mual hingga akhirnya dia muntah.
“mati kau moster”
__ADS_1
Mikre yang dari tadi hanya diam berniat menyerang tapi salah satu dari delapan kaki laba-laba di punggung belvia dengan ringan menahan serangan komandan prajurit itu.
“menyedihkan”
Belvia menguap bosan saat melihat usaha putus asa Mikre menyerangnya. Awalnya Mikre sanggup berhadapan dengan satu kaki tapi dia mulai kerepotan saat belvia menggunakan kaki kedua.
Mikre terus fokus bertahan dari serangan empat kaki laba-laba, hingga dia tidak menyadari jika ekor kalajengking sedang mengincar kakinya.
“gaah”
Teriak lelaki itu saat kakinya tersengat ekor kalajengking yang berasal dari punggung belvia. Dalam sekejap Mikre tidak dapat mengendalikan tubuhnya karena racun dari sengatan kalajengking dan dia pun terjatuh di lantai.
“yah, tinggal kalian berdua sekarang”
Wajah ayah dan anak seketika memucat saat belvia menggerakkan ekor kalajengking dari punggungnya kearah mereka, ekor dengan ujung yang mengeluarkan cairan pelumpuh membuat mereka ketakutan.
“ku-kumohon kakak tolong ampuni aku, entah apa yang telah aku atau keluarga ku perbuat tapi tolong ampuni kami”
Dengan wajah penuh air mata belfo dengan cepat bersujud didepan kakak perempuannya, Martin yang ketakutan pun ikut sujud seperti ayahnya.
“tenang saja saudara ku, aku tidak akan membunuh mu, karena kalian adalah suatu-satunya keluarga yang aku miliki”
Dengan suara yang merdu seakan menenangkan adik laki-laki yang terus menangis, belvia meyakinkan belfo.
“b-benarkah”
Merasa jika kakaknya tidak berbohong, belfo mengangkat kepalanya.
“ya, sekarang kau diam di sana selagi aku makan”
““gaaah””
Ekor kalajengking dengan cepat menyuntikkan racun pada ayah dan anak yang berakibat kelumpuhan.
Perlahan kedelapan kaki laba-laba dari punggung belvia melepas baju besi yang dikenakan Mikre lalu dengan tangannya sendiri dia menyentuh perut pria yang sudah tidak bisa bergerak itu.
“terlihat enak”
Seakan melihat daging segar, air liur belvia menetes. Dagu wanita itu terbelah ketika dia membuka lebar mulutnya. Mikre yang melihat gigi-gigi tajam yang siap memakan perutnya menjadi sangat ketakutan. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat belvia mulai menggigit perutnya.
Dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan belfo hanya bisa menyaksikan kakaknya dengan lahap memakan perut Mikre.
Lumpuh tapi masih tersadar, membuat Mikre merasakan sakit yang luar biasa saat perutnya dimakan.
Matanya terbuka lebar dengan air mata yang terus mengalir menggambarkan betapa sakit yang dia rasakan.
Saat tatapan Mikre bertemu dengan tatapan belfo, dia terus menatap tuanya seakan meminta pertolongan tapi belfo yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menutup mata.
.
.
.
__ADS_1
.
Chp 95 end.