PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
THE COAST


__ADS_3

Ningenesis sebuah ajaran yang mendoktrin tentang supremasi manusia, mereka menganggap jika manusia adalah makhluk paling sempurna yang harus menjadi pemimpin dari semua makhluk yang ada.


Mereka sering melakukan pembantaian demi human dengan alasan penyucian dan menyerang pemukiman demi human untuk alasan pembasmian hama. Dikarenakan kerajaan dragburn yang memiliki penduduk demi human sebesar 55% dari total populasi, mereka sering mendapatkan masalah karena kultus itu.


“jika selama ini mereka mendapatkan bantuan dari ningenesis maka semua masuk akal”


Rapetalia mulai berspekulasi tentang hubungan pure heart dengan kultus ningenesis.


Ningenesis berulang kali mendeklarasikan perang bersama kerajaan yang menjadikan kultus itu sebagai agama nasional mereka melawan kerajaan non manusia, dan dragburn yang paling sering dijadikan target.


Banyak spekulasi mengenai kultus ini di buat oleh para player yang berhasil menjadi salah satu anggota. Mulai dari sang uskup yang diduga seorang iblis yang menyamar, kultus yang dibuat oleh raja iblis yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dunia dan masih banyak lagi.


“jika itu benar maka tidak akan ada harapan untuk setengah dari penduduk dragburn untuk bertahan. Haaaa”


Richard menghela nafas berat. Dia berharap suatu saat nanti bisa mengembalikan kejayaan kerajaan dragburn, namun mimpi itu seakan telah sirna ketika mendengar informasi dari komo.


“sebenarnya kami memiliki ide bagus yang kupikir akan sangat membantu jika kalian memilih ingin mengembalikan kejayaan kerajaan kalian”


Komo menjatuhkan bom. Ketiga manusia yang tadi lesu seketika memusatkan perhatian pada lizardman merah didepan mereka.


.


.


.


.


“huweeee”


Dyna terus menangis sambil memeluk boa. Wajah boa tenggelam diantara dua gunung kembar Dyna karena tinggi mereka yang tidak sama.


‘kenapa Yui membuat rupa dyna yang sangat berbeda dengan diriny?. Apa karena dia mulai merasa khawatir akan kondisi perkembangan bentuk tubuhnya?’


Saat boa menciptakan npc dari dungeon core dia telah di bantu oleh teman-temannya dan Yui yang mendesain Dyna merasa heran dengan hasilnya.


“dyna cepatlah!!!. Jangan merepotkan nyonya”


Devilliot membentak Dyna yang terus menangis. Dyna pun segera melepaskan pelukannya, sambil mengusap air mata di pipinya Dyna menaiki kereta bersama yang lain.


“sebagai yang tertua aku akan menyerahkan semuanya pada mu dev”


“baik nyonya”


Kereta pun berangkat meninggalkan boa dan boneka golem.


Setelah rapetalia menyetujui tawaran Komo, para pembantu boa diperintahkan untuk menjadi pengawal keluarga itu karena mereka tidak tau apa yang akan great heart dan ningenesis lakukan jika keluarga kerajaan dragburn yang tersisa dalam perlindungan mereka.


Boa terus memandangi 4 kereta yang membawa rombongan menuju kota lamia.


“baiklah aku juga harus melanjutkan perjalanan. Airin berapa lama lagi hingga kita sampai di kota

__ADS_1


[2 jam dengan kecepatan normal dan 40 menit jika dengan kecepatan tertinggi]


“perjalanan akan membosankan jika sendiri jadi aku ingin sampai secepatnya”


Boa merasa agak kehilangan karena harus merelakan para pembantunya pergi, Sedangkan Airin dia benar-benar tidak bisa diajak ngobrol. Airin hanya akan berbicara jika boa mengajukan pertanyaan dan hanya itu dia tidak akan bisa dijadikan teman untuk bergosip dan sejenisnya.


Setelah kereta-kereta itu tidak terlihat lagi Gadis Itu segera menaiki kereta dan taklama kemudian sebuah kereta melaju dengan kecepatan yang tidak pernah di capai kereta manapun melesat di jalanan


.


.


.


.


KOTA LAMIA


di pesisir pantai sebuah desa dalam pembangunan telah memulai aktivitas mereka. Para penduduk yang kebanyakan ada mantan budak berkerja keras membangun desa itu untuk memulai kembali dari awal.


Sebuah kereta yang di kendarai oleh seorang manusia yang mengenakan topeng monyet kuning menyusuri jalanan yang cukup ramai. Melihat kedatangan manusia para demi human menjadi waspada namun karena lambang pada kereta yang meraka agak lega, kusir kereta itupun terus melaju Tampa khawatir akan ada Serang dari para demihuman juga kereta berhenti di sebuah gedung yang dijadikan cabang guild marchan.


Kusir yang telah turun dari kereta segera memasuki bangunan itu bersama dengan seorang bertopeng monyet merahh yang dari tadi menumpang di dalam kereta, mereka langsung menuju konter tidak memperdulikan tatapan para demi human yang berada di sana.


“permisi nona saya diperintah untuk menyampaikan surat ini untuk guild master”


Kusir dengan topeng itu kemudian menyerahkan sepucuk surat pada perempuan penjaga konter. Perempuan penjaga konter agak terkejut ketika melihat segel pada surat.


“maaf tuan bisakah anda menunggu sebentar”


“kurasa ini akan cukup lama, bagaimana jika kita menunggu di sana”


Kusir bertopeng itu melirik bar yang ada di ruang tunggu gedung. Orang yang ditanya hanya mengangguk kecil dan mereka pun pergi ke bar itu.


“gluk gluk puaaaah ini bir yang bagus”


“jangan terlalu banyak kita masih memiliki pekerjaan”


“tidak apa kita hanya menjaga kereta, sedangkan penjaga sudah di siapkan oleh mereka”


Pria bertopeng monyet merah mulai meminum bir di mug besi milik nya. Bisnis yang mereka sepakati dengan si Lamia telah menghasilkan keuntungan yang cukup besar dalam dua hari terakhir mereka telah melakukan 4 -6 kali transaksi.


Meraka berperan sebagai penyalur barang yang akan di jual melalu jaringan yang mereka miliki di pasar gelap, di karenakan barang yang mereka jual adalah kualitas tinggi jadi tidak ada kekhawatiran barang yang tidak laku.


“bisnis berjalan lancar hingga banyak para bawahan yang lebih memilih menjadi penyelundup dari pada merampok”


“yah tentu saja, ini bisnis yang cukup aman dengan resiko kecil namun penghasilan besar”


“lalu bagaimana dengan tawaran rental membuat markas disini, mereka juga akan memberikan tempat bukan”


“masalah itu kita harus menunggu beberapa saat untuk melihat situasi. Banyak kelompok lain telah memperhatikan kita”

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari topeng merah si topeng kuning mengangguk kecil. Mereka terus bersantai menikmati bir dan alunan musik dari item ajaib yang di Padang di bar itu sampai seorang karyawan datang untuk menjemput mereka.


#


Di gudang guild pedagang mereka berdua bertemu master guild marchan dengan deretan gerbong kereta yang siap diberangkatkan.


“ini lebih banyak dari terakhir kali”


Topeng merah kaget melihat deretan kereta barang yang berjumlah 13 gerbong, sedangkan biasanya mereka hanya mengantar 8-10 saja.


“yah dikarenakan banyaknya pengungsi di kota bertambah pula tenaga kerja dan beginilah hasilnya”


Penjelasan sederhana dari guild master yang seorang Lamia membuat si topeng Kuning menggaruk kepalanya tidak mengerti.


“berhentilah berpikir memangnya kau masih memiliki otak?. Cepat panggil yang lain kemari”


Topeng merah meneriaki rekannya yang kadung tersadar lalu dia pergi mengambil kereta yang didalamnya ada 9 orang dengan topeng yang memiliki nomor untuk membedakan.


“terlihat kurang apa perlu aku meminjamkan beberapa untuk membantu?”


“tidak perlu repot-repot kami memiliki bawah yang sedang bersiaga di luar”


“begitukah kalau begitu tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi”


13 kereta pergi meninggalkan gudang, sedangkan si topeng merah masih bersama master guild untuk bisnis lain. Dia diajak keruangan guild master untuk membicarakan pembayaran.


“desa ini berkembang sangat cepat bukan”


Topeng merah melihat keluar jendela dari lantai 3, pemandangan para pekerja yang sedang membangun dermaga dan gedung yang akan dijadikan bengkel kapal membuat si topeng merah tertarik.


“bukankah akan menjadi masalah jika desa ini belum memiliki pemimpin?”


Lamia itu berhenti sesat dari pekerjaan ketika mendengar ucapan topeng merah.


“tidak. Aku mendengar jika para tetua sudah menemukan orang yang cocok untuk memimpin tempat ini”


“begitukah?”


“ya. Beberapa hari lagi mereka akan mengadakan pesta pengangkatan secara resmi”


Rumor telah beredar di desa yang baru di bangun jika seorang manusia akan menjadi pemimpin mereka. Banyak penduduk yang merasa kecewa namun tidak ada yang berani menolak dikarenakan ini adalah perintah langsung dari tetua yang telah menyelamatkan mereka dari perbudakan.


.


.


.


.


CHP 72 end.

__ADS_1


**ada seorang bijak yang pernah berkata"baca doang komen kagak, ampas kalian"**


Yuk komen biar tidak jadi ampas 😁


__ADS_2