PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.22 MC 14 corrupted


__ADS_3


[ziral]


Bagaikan dua musuh bebuyutan yang akan melakukan duel akhir, aku dan pedang cahaya saling menatap satu sama lain.


Entah dia dapat melihat atau tidak, tapi bilah pedangnya terus terarah padaku seakan aku adalah magnet yang menariknya dengan kuat.


Aku perlahan menarik nafas untuk menenangkan diri. sementara pedang cahaya itu kembali berubah warna menjadi merah muda. Aku menyadari jika saat pedang itu berubah warna maka kecepatan dan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat tapi saat pedang cahaya terkena serangan maka akan menyebabkan abnormal status [stun].


“Itu adalah kesempatanku untuk mengakhiri ini….tapi bagaimana jika tidak berhasil?” muncul keraguan dalam diriku. Tapi aku segera menepisnya


Sementara itu dari jarak yang agak jauh, avera hanya menatapku yang bersiap berdual dengan pedang cahaya. Pendangkalannya terlihat khawatir karena dia sendiri telah merasakan betapa kuatnya serangan dari pedang cahaya setelah berubah warna.


Avera saat ini telah mengganti equipment yang semula armor putih berganti dengan pakaian hitam ringan yang sangat cocok dengan rambutnya yang berwarna sama. Senjata yang dia gunakan juga diganti menjadi sebuah cambuk.


“Dia benar-benar terlihat seperti seorang veteran.” Gumamku saat melihat penampilan baru dari avera.


Aku agak heran saat melihat dia berganti senjata yang sangat berbeda dengan senjata awal yang dia gunakan, tapi mungkin dia tau apa rencana yang akan aku gunakan sehingga dia bersiap untuk segala situasi.


“Atau mungkin itu memang senjata aslinya? Dia terlihat sangat berkharisma saat menggunakan semua equipment itu”


Perhatianku terus tertuju pada avera yang mulai cemberut saat menyadari aku tidak fokus, dia pun menatapku dengan dingin sambil menunjuk dua matanya dengan jari pertanda agar aku fokus pada musuh yang aku hadapi.


Mendapat peringatan itu aku hanya tersenyum masam.


***


Dengan pedang yang hampir patah aku berlari menuju pedang cahaya yang turut melesat dengan cepat menuju ke arahku.


“Pedang brengs*k, Kemarilah akan aku beri kau pelajaran karena telah mempermainkan aku” kataku dengan suara keras sambil melempar sebuah belati ke udara.


Sementara itu para pemain dari guild sexy species yang menjadi penonton segera menyiapkan skill [mana whipe] atas perintah dari avera.


Lalu saat jarakku dan pedang semakin pendek, dengan tenang yang masih tersisa aku menebas berharap seranganku berhasil mengenai pedang itu, Tapi dengan sangat lincah pedang itu menghindar dan bersiap untuk melakukan serangan balik.


Ujung pedang mengarah kurus kearahku, para penonton disekitar dibuat cukup cemas saat melihat jika serangan itu akan langsung membunuh jika berhasil tapi-


“[flicker]” aku berteriak saat mengaktifkan kemampuan dari [flicker knife].


Tubuhku lalu menghilang dan berpindah ke tempat dimana belati yang di awal telah aku lempar. Pedang cahaya Segera berhenti bergerak karena kebingungan oleh tergetnya yang kembali menghilang.


Sementara itu para pemain dari sexy species jelas sadar dimana posisiku saat ini, karena mereka jelas melihat saat aku melempar [Flickr knife]. Taklama kemudian seakan telah sadar dimana posisiku, ujung pedang itu perlahan mengarah ke atas. Tapi itu telah terlambat saat pedang yang aku gunakan telah memukulnya dengan keras.


Traaang


Braaaaak


Dari atas aku menebas pedangku. dengan sekali agunan pedang yang aku gunakan patah, sementara pedang cahaya bergetar hebat karena merasa benturan yang dia terima. Aku sadar jika pedang itu telah terkenal [stun].


Bruuuugh


“Guahak…..agh! sakit.” aku berteriak keras saat tubuhku terjatuh dari ketinggian, tapi tidak mau membuang kesempatan dengan cepat aku bangkit dan segera menggenggam erat pedang cahaya yang masih terdiam melayang di udara karena efek [stun].


Pedang cahaya itu langsung meronta-ronta saat tangan kananku menggenggam erat gagang pedangnya. Aku berusaha keras agar genggam tanganku tidak terlepas, namun karena kuatnya pedang itu membuatku ku tidak bisa mengendalikannya.


“Kalian menjauh!” aku berteriak memperingatkan para pemain di dekatku agar menjauh karena pedang cahaya ditangan ku menebas ke segala arah sehingga membahayakan pemain lain.

__ADS_1


Kuatnya pedang itu memberontak menyebabkan aku terbawa hingga kakiku terangkat saat pedang itu terbang ke atas. Tapi beruntung avera yang sudah mengira ini akan terjadi segera mengunakan cambuknya untuk mengikat kakiku sebelum aku terbang lebih tinggi, sementara para pemain guild sexy species yang lain menggunakan [mana whipe] untuk mengikat pedang cahaya.


Bagaikan sebuah balon gas, aku melayang di udara dengan sebuah tali yang mengikat kakiku agar tidak terbang terlalu tinggi. Dari posisi ini aku dapat melihat pemandangan medan perang dengan lebih baik dari saat aku dibawa.


Tapi aku tidak bisa terlalu lama menikmati pemandangan ini karena rasa sakit yang kuat mulai aku rasakan.


“Gaaaaahh!” teriakan keras tidak bisa aku tahan saat lengan dan kakiku terasa akan terlepas karena berusaha mempertahankan genggaman ku. Walaupun sudah ada 7 pemain yang menggunakan [mana whipe] Utuk menahan pedang cahaya, tapi kekuatan pedang itu masih tetap bisa membuatku melayang di udara. Jika bukan karena ikatan dari cambuk Avera dan yang lain aku pasti akan diterbangkan oleh pedang ini.


Tapi masalah baru muncul. Kesehatanku mulai terkikis saat pedang itu memberontak lebih kuat membuat rasa sakit di lenganku semakin menjadi-jadi. Lalu aku dapat merasakan cambuk yang mengikat kakiku mulai meregang hingga hampir terlepas.


Apakah ini karena simpati dari avera yang melihatku kesakitan?.


Entah, aku sendiri tidak tahu apakah rencana untuk merebut senjata ini akan berhasil atau tidak. Apa aku menyerah saja dan melepas pedang sialan ini?.


“Kacau….sangat kacau.” gigiku bergemeretak saat aku berusaha menahan rasa sakit yang aku rasakan.


“Ayolah skill mahakuasa, bukankah sudah saatnya kau aktif.” aku berteriak menginginkan aktifnya skill yang telah menyelamatkan aku berkali-kali.


[Skill khusus (Deus ex Machina) telah aktif]


Akhirnya setelah menunggu hampir 20 menit, Skill yang sudah aku tunggu-tunggu akhirnya aktif. Perlahan aku dapat merasakan jika kekuatan tarikan dari pedang cahaya melemah. Bukan hanya aku Tapi para gadis yang berusaha menarik aku ke bawah juga merasakannya.


Tubuhku perlahan diturunkan hingga kakiku menyentuh tanah, sementara pedang yang telah kembali ke warna semula terlihat tidak lagi memberontak.


[Selamat kau mendapatkan (4th Holy swords, Crimson fury)]


Perlahan pedang sialan yang masih di tanganku terpecah menjadi butiran cahaya yang kemudian masuk kedalam dadaku, kemudian cahaya berwarna merah tua bersinar dari tubuhku. Hanya beberapa detik sinar itu terlihat tapi aku yakin itu sudah cukup untuk membuat aku menjadi pusat perhatian para pemain.


[4th Holy swords Crimson fury telah mengakui kamu sebagai pahlawan]


Tanpa memperdulikan tatapan mata pemain lain, aku hanya tersenyum saat mendengar notivikasi yang baru terdengar di kepalaku.


“Pahlawan, kah. Tanpa ragu, aku memang seorang karakter utama, HUWAHAHAHAHAH.”


Aku tertawa terbahak-bahak sambil memikirkan betapa besar perbedaan antara kenyataan dan virtual.


Di mana di dunia nyata aku hanya seorang pecundang, sementara di virtual univers langkahku untuk menjadi seorang pahlawan baru di mulai.


Keberuntungan yang sangat kuat, seakan aku bisa menjadi apapun yang aku inginkan. Dengan apa yang baru saja aku peroleh mungkin aku bisa memulai menjadi seorang gamer profesional.


“Ya, aku pasti bisa,” Gumamku. Aku kemudian menatap kearah avera yang mulai mendekatiku.


“Selamant tuan Main carakter, kau berhasil selamat,” katanya dengan senyum manis diwajahnya. Melihat itu para pemain guild sexy species yang merupakan bawaan dari avera menjadi ribut.


“Oh, sangat jarang aku melihat kapten tersenyum”


“Apa lelaki level 1 itu pacar kapten?”


“Bisa jadi”


Obrolan gosip khas perempuan pun terjadi di antara mereka. Mendengar bisik-bisik para bawahannya, Avera tidak terlalu peduli. Dia masih tersenyum padaku membuat aku sedikit malu.


“Kau harus membayar biaya bantuan ini”


Seketika aku membatu saat mendengar perkataan avera. Mungkin bukan hanya aku tapi para perempuan yang lain juga ikut terkejut hingga mereka berhenti bergosip.


“A….avera…i…itu.”

__ADS_1


“70% hak dari pedang cahaya itu adalah milik guild sexy species.”


“ITU TERLALU BANYAK.”


Kami kemudian terus berdebat tentang pembagian hak atas pedang cahaya. Dia mengatakan jika bukan karena bantuan darinya maka mustahil untukku mendapatkan pedang itu. Yah, aku tidak bisa membantah itu.


Tapi aku masih merasa pembagian 70/30 itu terlalu tidak Adi. Aku bersikeras untuk mendapatkan hak ebih banyak hingga menyebabkan perdebatan yang lebih panjang.


Namun semua berakhir saat notifikasi terdengar yang membuat setiap pemain dan npc berhenti bertarung.


[Memulai fase ke 2 (corrupted army)]


Groaaaaaaaahhh!!


Suara yang sangat keras terdengar di setiap sudut medan perang. Saat para pemain mencari dari mana asal suara, mereka mendapati serangan dari para npc yang telah bertempur bersama dengan mereka.


Perlahan semua npc dari kedua kubu berbalik menyerang para pemain. mereka tidak memperdulikan sisi mana, mereka hanya terus menyerang semua pemain yang dilihat.


Lalu saat keadaan menjadi sangat kacau, notifikasi kembali terdengar.


[Corrupted God telah muncul]


Mendengar itu semua pemain bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi itu tidak berlangsung lama saat-


BOOOOOOMMMM.


Ledakan yang sangat besar terjadi ditengah Medan perang, membuat jutaan pemain tewas karenanya.


Sementara aku.


Aku yang tidak sempat bertidak tiba-tiba ditarik tangannya oleh avera.


“Tiarap!.” katanya dengan nada yang tinggi setelah melempar ku kedalam lubang yang tercipta karena ledakan sihir. Tidak cukup sampai disitu, Avera kemudian menggunakan sihirnya untuk menutup lubang dengan tanah.


Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi di atas.


Aku hanya mendengar suara pertarungan yang dipenuhi dengan teriakan para pemain.


Sementara ledakan terus menerus terdengar hingga kupingku terasa saki.


Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Aku sangat cemas dengan gadis itu.


Aku tidak pernah diperlakukan dengan baik oleh orang lain sebelumnya.


“Aku berharap memiliki kekuatan agar bisa membalas kebaikannya.” kataku sambil menghadap langit-langit yang tertutup tanah, hingga tidak menyadari jika dadaku memancarkan warna merah pekat.


Bersambung.


Chp 217 end.


[Bagi like dan komen guys]


[avera]


__ADS_1


__ADS_2