PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.70 sang naga bencana 2


__ADS_3

TP POV


Dewa ormes merasa sangat senang melihat sebuah pedang yang jatuh dari langit menancap di tanah tepat di depannya, dia bahagia saat doanya dikabulkan oleh dewa yang dia layani. Segera dewa ormes bangkit dari posisi bersujud nya lalu berniat mengambil pedang di depannya, tapi-


“Pedang yang bagus bisakah aku meminjamnya?.” ucap boa sambil bertukar posisi dengan dewa ormes menggunakan skill [Sage domain].


Dalam sekejap posisi dewa ormes sekarang begitu jauh dari pedang dewa gram, sementara posisi boa yang menggambil posisi dewa ormes tepat berada di samping pedang dewa gram. Senyum mengerikan mengembang di bibir naga raksasa ketika melihat pedang didepannya. Pedang yang hanya seukuran tusuk gigi baginya. Namun memiliki aura setara dengan dewa tingkat tinggi.


“Jangan sentuh pedang itu dengan tangan kotor mu!!.” dewa ormes berteriak penuh kemarahan saat melihat boa ingin membuat pedang gram dengan dua jari.


Dewa ormes segera bergegas kearahku tapi langkahnya terhalang saat barrier yang terbuat dari kaca dari skill [the mirror] menghalangi jalannya. Dengan putus asa dewa ormes mencoba menghancurkan barrier itu. Saat dalam kondisi biasa dewa ormes bisa dengan mudah menghancurkan barrier itu, tapi saat ini aku yang menggunakan mode dragon Titan membuat barrier yang aku buat menjadi 10× lebih kuat. Dewa ormes harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan 1 lapisan barrier.


“Sial! sial! Siaaaal.” dewa ormes tidak henti-hentinya memaki sambil menghancurkan barrier yang aku buat sendiri senjata suci, namun setiap kali satu barrier hancur maka akan ada yang menggantikan, begitu seterusnya. Sementara tubuh dewa ormes mulai babak belur karena skill [the mirror] memiliki 30% kesempatan untuk mengembalikan semua damage yang di terima.


“Jangan mencoba menyentuhnya…….”


Diiiing


“Bugyaaaaa….”


Dewa ormes terkapar di reruntuhan kota saat serangannya sendiri memantul dan mengenai wajahnya.


Berniat menghancurkan barrier kaca dengan [white judgemen hammer], dewa ormes malah mengaktifkan skill pasif [refleks] yang terdapat pada barrier itu, dan hasilnya serangan miliknya sendiri berbalik padanya.


“Haha… lebih baik kau duduk manis saja di situ.” boa menertawakan dewa ormes yang terlihat sangat mengenaskan, jauh dari predikat dewa yang dia miliki.


Dengan perlahan boa kembali berusaha untuk mencabut pedang di depannya dengan dua jari.


“Oh ini lebih mudah dari yang aku duga!.”


Boa memperhatikan pedang yang hanya seukuran jari manis di telapak tangannya. Dia berpikir jika pedang itu akan sulit di cabut Seperti pedang excalibur dalam legenda atau palu majolnir yang tidak bisa diangkat oleh orang sembarangan.


“Tapi ini lebih mudah dari yang aku duga…. Hemm?.” perhatian boa teralihkan saat melihat pedang gram yang semula seukuran tusuk gigi mulai membesar dan membesar hingga ukurannya sesuai dengan tinggi boa saat ini.


“Hoho…. Ini mengingatkan aku dengan tongkat raja kera.” ucap boa sambil mengayunkan pedang dewa gram yang mengakibatkan hembusan angin yang begitu kuat setiap kali dia bergerak.

__ADS_1


“Hemmm… apa hanya ini?, Bukankah seharusnya pedang dewa tingkat mitos memiliki kemampuan lain?. Yah walaupun aku merasakan peningkatan kekuatan hanya dengan menggenggamnya….. tapi... ”


Boa menghela nafas berat yang membuat suhu disekitar naik beberapa ratus derajat.


“Haaahhh… seandainya aku bisa menilai pedang ini menggunakan aprisal.”


Ketika boa dengan leluasa bermain dengan Pedang dewa yang seharusnya dimiliki oleh dewa ormes. Dewa itu terus berusaha menghancurkan barrier berharap bisa menghancurkannya dan segera merebut pedang dewa dari tangan boa.


“Tck, kau sangat berisi dan menggangu bukan?. Kau Seperti lalat yang menjengkelkan….”


Dengan kesal boa menghilangkan barrier yang melindungi sekitarnya menyebabkan dewa ormes bisa mendekat padanya.


“Kembalikan pedang ituuuuu.” dengan penuh amarah dewa ormes menyerang menggunakan ke 13 senjata suci, tapi serangan santai boa mengahadapi setiap serangan dari sewa Itu.


“Hahaha….. ini cukup menyenangkan.” boa tidak menyangka kemampuan berperang menjadi jauh lebih baik hanya dengan menggunakan pedang dewa di tangannya. Walaupun ukuran tubuhnya saat ini begitu besar tapi gerakannya mengalir seperti air, tidak ada satupun serangan dari dewa ormes yang dapat melukainya.


Jarak diantara keduanya semakin menipis. Terlihat dengan jelas raut wajah dewa ormes yang mulai putus asa melawan monster yang tingginya 5× lebih besar darinya namun tidak ada satupun serangannya yang berhasil melukai naga Titan itu.


Setelah jarak antara keduanya cukup dekat, boa dengan cepat menendang tubuh dewa ormes hingga dewa itu tidak sempat menghindar. Lalu saat tubuh dewa ormes terbang di langit boa segera menusukan pedangnya.


Dewa ormes tidak dapat berkata apa-apa, dia hanya menatap boa dengan lemas. Melihat musuhnya yang sudah tidak berdaya membuat senyum mengerikan di beberapa naga Titan itu semakin melebar.


Boa mengambil tubuh dewa ormes yang masih tersangkut di ujung pedang gram dengan tangan kirinya. Boa dengan kejam meremas tubuh dewa ormes yang berada di genggaman tangannya. Teriakkan kesakitan dewa pedang itu bergem di seluruh domain yang di buat oleh boa, saat seluruh tulang di tubuhnya diremukkan.


Merasa puas dengan mendengar teriakkan itu, boa lalu membakar tubuh dewa ormes yang sudah tidak bisa melawan, teriakan kembali terdengar begitu menyakitkan. Boa adalah seorang iblis yang bermain-main dengan makanannya.


“Aku sudah mengatakannya jika akan memakan tubuhmu sepotong demi sepotong.” ucap boa yang menatap tubuh dewa ormes di telapak tangannya, tubuh yang dipenuhi luka bakar sangat parah dan luka menganga di perutnya. Fakta jika dia masih hidup menandakan jika dia memanglah seorang dewa.


“Just….ki.ll…me.…alr..eady.”


Dengan air mata mengalir deras, dewa ormes meminta penderitaannya untuk segera diakhiri. Boa Hanya tersenyum kecil melihat kondisi dewa ormes yang sudah sangat menyedihkan di telapak tangannya.


“Yah… tentu aku akan melakukannya.” boa berkata sambil mendekatkan dewa ormes yang tidak ubahnya seperti arang ke dalam mulutnya. Teriakan terakhir dari dewa itu kembali terdengar saat taring-taring naga itu mengoyak sebagian tubuhnya.


“Much much much... aku rasa ini agak kurang garing...” ucap naga raksasa itu yang sedang dengan nikmat menikmati daging seorang dewa.

__ADS_1


Hanya dengan dua suapan membuat riwayat dari dewa ormes berakhir.


[Selamat anda menjadi yang pertama membunuh seorang dewa tingkat old God]


[Mendapat God esensial]


[Saat ini God esensial tidak dapat digunakan dikarenakan tubuh Avatar belum melewati proses awakening dan Transcendent]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


……….


…….


….


Ohooo.… God esensial itu adalah material untuk meningkatkan level seorang dewa. Sayangnya saat ini aku belum dapat menggunakannya. Yah mungkin untuk saat ini aku hanya bisa menyimpannya.


Aku mendengar dari Dewi Roro kidul jika para dewa saling berebut esensial dewa satu sama lain, yang berarti mereka saling berperang untuk meningkatkan level dewa mereka.


Mungkin aku akan diburu oleh para dewan untuk merebut esensial yang aku miliki, belum lagi esensial yang aku dapat adalah milik seorang dewa tua.


Ini semakin baik saat Levelku naik hingga 312. Hahaha seorang dewa memang sebuah masa XP yang luar biasa. Aku bahkan bisa berevolusi 2× hanya dengan membunuh satu dari mereka.


Mungkin berburu dewa bukanlah ide buruk.


...CHP 265 END...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2