
Setelah memasukkan mana hingga batas yang bisa di simpan oleh greatsword, aku bersiap melakukan serangan.
Grave thief menyadari besarnya kekuatan merusak dari skill yang akan aku gunakan menjadi bertambah waspada. Beberapa pasukan Undead yang berani mati (Walaupun sebenarnya merupakan tidak hidup diawal) menyerang dengan serempak berujung agar aku tidak menggunakan skill ini pada tuan mereka. Tapi tujuanku menang bukan lich itu.
Pasukan Undead yang sudah mengepungku ditengah-tengah segera berlari dengan niat membunuh yang jelas, tapi aku segera menggunakan [teleportasi] untuk keluar dari kepungan.
Para Undead yang kehilangan target mereka menjadi kebingungan. Si lich sendi berusaha mencari keberadaanku dengan skill deteksi lalu api dimatanya membesar saat mengetahui posisiku saat ini.
Dia melihat kerah skeleton dragon yang tengah mengambang di langit. Sebuah cahaya yang sangat terang terlihat jatuh dari atas tepat kearah naga tulang itu. Skeleton dragon sendiri menyadari jika dia telah ditargetkan tapi karena efek dari [gravitasi] dia tidak mampu menggerakkan tangannya untuk menghindar, tapi bukan berarti dua akan menerima begitu saja kematiannya.
Skeleton dragon memutar lehernya 180 derajat seperti burung hantu. Setelah itu dia membuka lebar mulutnya, cahaya ungu yang berada di dalam mulutnya menandakan jika dia akan mengeluarkan skill khas naga, semburan nafas.
Tapi cahaya ungu kali ini jauh lebih pekat dari yang sudah aku lihat selama perang, seakan dia siap mempertaruhkan semua dalam sekali serang.
GROOOOAAARRRRRR!!!
-19.273
-20.210
-19.752
………
…...
...
Serangan nafas yang lebih kuat, lebih panas dan lebih bau. Aku yakin nafas yang aku terima memiliki efek racun, tapi berkat [immune poison] yang kumiliki tidak ada satupun notifikasi tentang keracunan.
“Berhentilah menyemburkan nafas bau itu sialaaaan!!!, [HEAVEN FALL]!!!”
Menerjang asap ungu yang membuatku ingin muntah, aku meneriakkan nama skill yang aku gunakan seperti tokoh anime saat menggunakan Serang ultimate, Walaupun sebenarnya tidak perlu.
Yaa, tidak ada yang salah bukan untuk membuat suasana menjadi semakin dramatis.
Semua orang terdiam, entah itu pemain yang menonton secara langsung ataupun penonton yang melihat siaran dari Colosseum, bahkan grave thief dan seluruh pasukan Undead hanya bisa melihat aku terjun dengan pedang bersinar bersiap menghancurkan skeleton dragon.
Aku tidak melihat nyala api di rongga mata tengkorak naga itu, apa dia sedang menutup matanya? Apakah sebegitu menakutkan diriku hingga dia tidak sanggup melihat apa yang akan terjadi?.
Aku terus turun turun turun dan turun hingga greatsword yang aku gunakan hampir menyentuh kepala tengkorak naga tapi itu lolos.
“Oh maaf tanganku licin” Ucapku sambil menggaruk kepalaku sendiri saat meluncur turun melewati skeleton dragon
““““[BOHOOONG]””””
Terdengar suara teriakan serempak dari setiap orang yang menonton, bahkan aku mendengar suara nebula tercampur.
__ADS_1
Sementara itu skeleton dragon terlihat kesal karena dipermainkan. Dengan marah dia menggerakkan seluruh tubuhnya agar terbebas dari pengaruh [gravitasi] dia juga menyerang ku dengan nafas baunya.
“Jika kau memang begitu ingin mati terima ini”
Dengan cepat aku melempar greatsword yang aku pengen kearah skeleton dragon yang sadar jika kali ini tidak ada trik apapun, walaupun tulang kadal itu terlihat panik tapi tidak ada yang bisa dia lakukan saat lemparan pedangku mengenainya.
Blaaaaar
Ledakan dengan kekuatan besar terjadi menghapus keberadaan skeleton dragon dalam sekejap, kuatnya hembusan angin dari dampak ledakan menyebabkan angin topan yang menghempaskan segalanya. Pasukan Undead, para pemain dan bahkan tentara Beetles sendiri dihempaskan bagi daun. Medan perang yang ramai sekarang hanya tersisa beberapa pasukan Undead dan pemimpin mereka grave thief.
“Baiklah saatnya untuk mengakhiri”
Kembali menggunakan skill [charger] [acceleration brain], aku berniat untuk menyerang bos monster tapi tiba-tiba aku berhenti saat merasakan pergerakan dari para pemain yang dari tadi hanya menonton.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
“Mereka cukup teroganisir bukan?”
[Mereka sudah saling berkomunikasi sejak kau berurusan dengan skeleton dragon]
“Hoooo, begitu kah?”Mendengar itu aku hanya bisa tersenyum.
Mereka bersatu membuat aliansi hanya untuk melawanku? Tidak menurut penuturan dari nebula, bukan hanya aku yang mereka incar tapi juga si lich. Kelompok pemain terbagi menjadi 2 tim. Yang satu mencoba menahan bos monster dan yang lain bertugas menghabisi ku.
“Menarik”
Aku tidak bisa lagi menyembunyikan senyum lebar di wajahku saat melihat ratusan pemain datang dengan cepat.
“Dia sudah banyak terkena serangan dari skeleton dragon, Kesehatannya pasti sudah menipis jangan biarkan dia menyembuhkan diri!!!”
Teriak pemain perempuan dari guild pure heart, tyfainne jika tidak salah. Dengan ratusan pasukan dia menyerbu ke arahku. Wajah mereka terlihat menyeringai senang seakan kemenangan mereka sudah jelas.
Sementara itu pasukan yang menyerang grave thief dipimpin oleh seorang mage. Mereka mulai membombardir lich itu dengan sihir mereka, walaupun tugas mereka hanya untuk mengalihkan perhatian tapi cara mereka menyerang seperti ingin membunuh bos monster itu.
“Terimakasih, dengan ini aku tidak perlu lagi berkeliling peta untuk membunuh kalian satu persatu”
Aku segera menendang tanah yang akan pihak, bergerak dengan cepat hingga tidak dapat ditangkap oleh mata para pemain. Semua pemain tersentak kaget saat melihatku menghilangkan dari pandangan mereka. Mereka menganggap jika aku telah kehabisan mana setelah menggunakan Skill [heaven fall] hingga semuanya berpikir aku tidak dapat menggunakaan skill apapun lagi.
“Gyaaaaaa!!!”
__ADS_1
“Agaaaaahhh!!”
“Ooooyeeeehh!!!”
Satu persatu aku menyerang para pemain yang linglung dengan kecepatan gerakku yang tidak bisa mereka atasi. Mereka hanya melihat kilatan cahaya bergerak sangat cepat menabrak para pemain, setiap pemain yang tertabrak akan langsung tewas dengan tubuh terpotong-potong.
Hanya dalam beberapa detik aku berhasil membunuh 47 pemain. Aku pun berniat menyerang korban berikutnya, dan itu adalah sekelompok pemain dari Pure heart yang sedang dalam mode bertahan.
“Dia datang” teriak tyfainne yang menyadari jika aku sedang mengincar mereka.
Dengan cepat aku berlari menuju kerajaan tembok pertahanan yang terbuat dari puluhan perisai, menghadapi itu aku langsung melempar 2 [thunder boom] sekaligus. Ledakan beruntun terjadi membuat barisan bertahan kacau balau. Melihat kesempatan aku segera mempercepat laju kakiku.
Melewati para pemain yang telah menjadi tembok besi, aku berhadapan dengan pemimpin mereka tyfainne. Dengan kecepatan yang sangat tinggi aku mengarahkan tendanganku pada wanita itu.
Braaaakk
“Guaaaakkk!!!”
Tapi sayangnya refleks yang dimiliki oleh pemain terkuat Guild Pure heart (dari pendapat Nebula), berhasil selamat dari serangan ku setelah menahan tendang dengan perisai. Walaupun demikian dia masih menderita kerusakan cukup besar hingga mengikis 25% kesehatan yang dia miliki, dia juga dibuat terpental sangat jauh dari tendangan tersebut.
Tak ingin membuang kesempatan aku segera menyerang lagi. Dengan cepat aku menuju kearahnya dengan cakar tajam siap menerkam.
Traaang
Suara benturan antar besi terdengar. aku pun dibuat terkejut saat serangan keduaku berhasil di tepis oleh wanita itu dengan menggunakan perisai penyok dengan cap kakiku ditengah perisai.
Kemudian dia berusaha melawan balik dengan pedang yang dia pegang dengan tangan kiri, tapi tebasan nya tidak terlalu kuat hingga aku dapat dengan mudah menghindar, apa mungkin dia bukan seorang kidal? Tidak Karena serangan tadi hanya sebuah pengalihan.
“[SHIELD DASH]”
Dengan skill umum yang dimiliki oleh para pemain pengguna perisai, dia menerjang kearahku yang berjarak beberapa centimeter tetap didepannya. Aku sangat beruntung dia meneriakkan skill yang dia gunakan hingga aku memiliki waktu untuk menghindar.
Kenapa dia meneriakkan nama skill dengan konyol seperti karakter anime?
Ya, aku juga melakukan itu saat menyerang skeleton dragon dengan [heaven fall].
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
CHP 170 end.
__ADS_1