
Les maquie kota kedua terbesar setelah ibu kota kerajaan bremund. Seperti kota-kota lain diskriminasi pada demi human pun terjadi di sini namun tingkat perlakuan para warga tidak separah kebanyakan kota lain. Masih ada warga demi human yang menjadi minoritas memilih bertahan walaupun perlakuan para manusia sangat buruk.
.
.
.
.
GERBANG KOTA
“selanjutnya”
Penjaga gerbang berteriak keras memanggil orang yang mengantri untuk memasuki gerbang. Seorang perempuan berambut putih dengan tanduk besar di kepala menghampiri petugas pemeriksa. Petugas merasa agak tidak senang ketika melihat demi human menghampirinya.
“selamat siang”
Perempuan itu menyapa si petugas dengan sopa.
“ya terserah. Apa keperluan mu datang ke kota ini?”
Seakan telah melihat seorang teman yang akan menagih hutang penjaga itu menjawab dengan ketus. Perempuan itu hanya tersenyum melihat perlakuan penjaga itu, membuat si penjaga menjadi heran.
“aku kemari untuk melihat guild red flare”
Jawab si gadis dengan wajah penuh senyum membuat pipi penjaga memerah.
“b-baik biaya masuk 10 koin emas untuk demi human”
Penjaga itu salah tingkah menghadapi perempuan didepannya. Kemudian perempuan itu dengan cepat menyerahkan biaya masuk dan penjaga pun menyerahkan plat besi pada nya.
“ini adalah plat pelindung. Kau harus mengenakan ini di dalam kota jika ingin aman”
Dengan seksama perempuan itu melihat plat logam yang biasanya di kenakan pada baju sebagai Bros.
[Lencana jinak]
Keterangan : lencana untuk membedakan para demi human dan monster.
Daya tahan : 150
Boa agak kesal oleh deskripsi yang tertera pada keterangan item tapi ada yang membuat dia lebih kaget.
[Kau telah menemukan fitur tersembunyi]
[Item ini telah di tanami skill tracked]
Keterangan : skill yang akan memberitahu posisi pemegang item pada orang yang telah menanam skill.
Boa tertawa kecil melihat fitur tersembunyi pada item itu.
“lalu apa yang akan kalian lakukan jika ada manusia yang tetap menyerang ku walau aku telah memakai ini?”
Penjaga itu terdiam mendengar perkataan boa. Dia melirik petugas penjaga lain yang dari tadi melirik perempuan yang ada dihadapannya seakan sedang menilai.
“sudahlah cepat ambil dan pergi dari sini kau memperlambat orang lain yang ingin masuk”
Penjaga itu tidak memberikan jawaban namun malah mengusir boa. Boa hanya menurut dan dengan santai dia melewati pos pemeriksaan.
“heh bukankah itu barang yang bagus”
Seorang penjaga berkata pada teman di sampingnya.
“ya tapi itu percuma jika dia seorang ‘pendatang’ dia tidak bisa di jadikan barang dagangan”
__ADS_1
“namun dia memiliki equipment yang bagus, kurasa dia cukup kaya”
Percakapan kedua penjaga terus berlanjut seakan sedang merencanakan sesuatu pada perempuan yang telah memasuki kota.
.
.
.
.
KOTA LES MAQUIE
setelah masuk kedalam kota boa langsung membuang lencana yang di beri petugas pemeriksa.
“siapapun yang ingin mencari masalah majulah”
Dengan riang gadis itu berjalan menyusuri kota. Walaupun banyak mata yang memandangnya tapi tidak ada yang mencari keributan dengannya.
“membosankan kupikir akan ada orang yang mencari masalah dengan ku Setelah berjalan dikota tapi yang kudapat hanya tatapan sinis”
Boa merasa bosan karena tidak ada hal menarik yang terjadi.
“apa mungkin mereka sedang mencari lencana itu di selokan?. Terserahlah jadi kemana aku harus pergi sekarang guild atau cabang kultus”
Boa memiliki misi selain melihat guild red flare yaitu memberi tahu kultus eralis sebuah kultus yang menyembah dewa gaya untuk membuat cabang di kota Lamia.
“sebaiknya aku ke guild lebih dulu”
Boa melajukan perjalanan menuju distrik komersil. Sepanjang perjalanan dia terus diawasi oleh beberapa orang berbaju hitam yang mengikutinya dari gerbang kota.
“hemp akhirnya ada badut penghibur, bagaimana jika bermain-main Sebentar”
Boa yang telah menyadari sedang di ikuti segera memasuki sebuah gang perumahan. 5 penguntit yang dari tadi mengikuti menganggap ini sebuah kesempatan lalu mereka segera menyergapnya dari kedua arah. Boa terdiam ketika melihat penampilan dari para penguntit itu yang memakai costum ninja serba hitam yang terlihat seperti equipment berkualitas tinggi.
Mendengar pertanyaan boa para penguntit hanya saling memandang. Walaupun para penguntit hanya diam tapi melihat gerakan mata mereka boa bisa menyimpulkan bahwa tebakannya benar.
“yah terserah. jadi apa yang kalia….”
Namun sebelum boa menyelesaikan kalimatnya bayangan dari 2 orang di depan dan seorang di belakang bergerak seakan hidup dan menuju ke arah bayangan boa, namun target dari ketiga bayangan itu hilang dalam sekejap membuat para penguntit itu bingung. Tiba-tiba sebuah aura mengerikan membuat tubuh mereka kaku terasa dari atas, sesosok demi human berambut putih dengan tanduk di kepala yang dari tadi mereka incar sedang duduk dengan santai di tepi atap memandang kearah mereka.
“[shadow bind] huh, yah kurasa costum ninja itu memang bukan untuk sekedar pameran”
Merasakan tekanan dari aura yang sangat kuat pemimpin itu segera memerintahkan untuk mundur karena merasa jika mereka tidak akan mampu menghadapi demi human itu.
Tapi ketika mereka akan mengaktifkan [shadow blink] skill yang dapat memindahkan pengguna kesebuah area gelap dalam jarak 10 meter dari titik awal tidak ada yang terjadi, mereka berlima kembali dibuat kebingungan untuk kedua kalinya.
“kenapa kalian ingin pergi begitu cepat?. Bukankah kita baru mulai?”
Merekapun seakan menyadari jika kegagalan pengaktifan skill mereka disebabkan oleh boa. Mereka mulai menyusun rencana pelarian lain tapi sebelum mereka bertindak ribuan serangga menyerang mereka entah dari mana.
“sayang sekali aku memiliki jadwal ketat hari ini jadi mari kita selesaikan dengan cepat. Waktunya makan”
Walaupun berusaha keras melawan tapi tidak ada gunanya. Mereka terus digigit hingga dalam 1 menit tubuh kelima penguntit itu habis dimakan bahkan tidak ada tulang yang tersisa dan bercak darah pun sudah dihisap habis oleh ribuan lalat hanya tersisa peralatan yang tertinggal.
“sudah hampir waktu pertemuan, akan sangat buruk jika aku terlambatnya”
Boa segera meninggalkan tempat itu yang kembali sunyi seakan tidak pernah ada pembantaian di sana.
#
GUILD RED FLARE
Zena salah satu petinggi guild red flare sedang dalam mod yang buruk, ini dikarenakan rencana kencan dengan pacarnya terancam di batalkan lantaran ada pertemuan mendadak yang tidak bisa dilewatkan.
__ADS_1
“kenapa dia belum datang juga!!! Jika dia belum datang dalam waktu 5 menit aku akan pergi”
Bentak gadis itu pada ascard guild master red flear. Gadis itu terlihat jelas tidak ingin menghindari pertemuan ini.
“waktu yang di tentukan masih 15 menit lagi. Tenangkan dirimu jika kau menunjukan sikap ini pada pengawas, itu bisa membuat kami semua dalam masalah”
Venc wakil ketua guild berusaha mengingat Zena tentang betapa pentingnya pertemuan ini. Ada enam orang di ruang itu dan mereka juga memiliki kesibukan mereka sendiri sama seperti Zena. Tapi karena keberhasilan pertemuan kali ini menentukan nasib guild mereka, mau tidak mau harus menyediakan waktu.
“walaupun kita sudah diberi tahu jadwal pertemuan sejak 10 hari yang lalu namun siapa yang menyangka jika hari ini akan ada Raid besar”
Seorang pria yang menggunakan full plat armor hitam menghadapi kondisi yang sama dengan zena, dia ingin menonton Livestream guild favoritnya yang bersiap melakukan Raid boss.
“ya aku juga memiliki bonus XP yang tersisa 3 jam lagi dari pada menunggu seseorang yang belum tentu datang bukankah lebih baik farming”
Kyo seorang warior dengan bahu zirah samurai dan pedang katana yang selalu di bawa kemanapun. Dia berharap dengan bonus XP yang didapat ketika menggunakan rare rollet bisa membuat nya masuk top 100 tapi waktu nya benar-benar tidak tepat.
“ooooh cukup aku sudah tidak tahan aku akan pergi”
Walaupun masih tersisa 5 menit Zane sudah kehabisan kesabaran,dia segera melangkah ke arah pintu keluar.
Tok tok tok
Tapi ketukan terdengar lebih dulu dari balik pintu sebelum Zena sempat membuka pintu itu. Firasat buruk segera dirasakan Zena.
“siapa”
Bentak Zane merasa tidak senang karena merasa khawatir tidak bisa kabur dari tempat itu.
“ini quera”
“ada apa”
“pengawas yang dikirim oleh investor telah datang”
“sial”
Firasat Zena terbukti benar. Sekarang dia tidak bisa kabur dari pertemuan ini.
“persilahkan tamu untuk masuk kemari”
“baik”
Venc segera membalas si pengantar pesan yang masih diluar ruangan. Dan suara langkah kaki yang menjauh terdengar dari balik pintu dengan cepat.
“zena duduklah dan jaga sikap mu jangan membuat masalah untuk kami”
Walaupun Zena merasa sangat tidak senang dengan perkataan venc dia tidak mampu membantah venc. Diapun hanya bisa menurut dan kembali ke tempat duduknya.
Langkah kaki dari luar kembali terdengar pelan seakan si pemilik kaki dengan santai melangkah Tampa kekhawatiran apapun membut beberapa orang di ruangan itu semakin kesal.
Tok tok tok
“silahkan masuk”
Pintu terbuka seluruh mata tertuju pada seorang perempuan yang perlahan memasuki ruangan. Mereka berharap jika dia adalah tipe yang mudah ditangani.
.
.
.
.
Chp 73 end.
__ADS_1
**ada seorang bijak yang pernah berkata “baca doang komen kagak, ampas kalian”**
Yuk komen biar tidak jadi ampas 😁