
HUWOW TERIMAKASIH UNTUK 200K NYA.
__________________________________________
Kemunculan makhluk yang sangat besar membuat setiap pemain dari kedua Guild sangat terkejut sekaligus senang, pasalnya mereka melihat itu sebagai sesuatu yang sangat langka. Banyak yang langsung merekam dan melakukan siaran live streaming. Tomas dan Jaroh sebagai pemimpin pasukan itu tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat para pemain mulai ricuh.
Lalu setelah melihat jika raksasa yang berbentuk seperti death worm itu tidak bergerak, mereka pun mulai berjalan mendekati baby nidhogg bersama-sama. Menurut informasi dari npc bernama yardin, pusaka yang mereka cari berada di dalam tubuh binatang raksasa itu. Walaupun mereka tidak sepenuhnya percaya tapi tidak ada cara lain untuk membuktikannya selain masuk kedalam.
Sementara itu di sisi lain para pemain dari guild red Hoodie yang melihat kedatangan pasukan dari Fallenguards dan flame of immortal merasa cemas, mereka takut jika akan timbul masalah dengan mereka. Dredef pun tidak bisa berbuat banyak selain menunggu sampai kedua pasukan itu masuk lebih dulu kedalam mulut baby nidhogg.
Sama seperti dredef, Vpart yang memimpin pasukan dengan jumlah 120 iblis lebih memilih untuk melihat situasi lebih dulu sementara dari kelompok malaikat dengan sombongnya terbang dengan cepat memasuki gigi-gigi baby nidhogg.
***
[Anda berhasil menyelesaikan quest mengantarkan putri yoanta]
[Kesukaan penduduk red Saliva padamu bertambah +200]
Boa hanya terdiam saat melihat yoanta memeluk seorang lizardman wanita yang sepertinya adalah ibunya. Sementara itu seorang Lamia pria dari tadi menatapnya dengan cemas, bukan hanya dia tapi seorang dragonik yang dipanggil oleh yoanta sebagai kakek juga terlihat sesekali mencuri pandang dengannya.
“Apa ada yang salah tuan.” boa berkata karena dia merasa tidak nyaman terus ditatap oleh ayah yoanta, yardin.
Yardin menjadi salah tingkah saat tindakannya ketahuan. “Oh….maaf aku bertindak kurang sopan pada penyelamat putriku. Mohon terima permintaan maaf ini dengan jamuan kami.” ucap lamia itu. Tapi boa langsung menolak.
“Maaf, tapi saat ini aku sedang buru-buru.” kata gadis itu dingin, dia lalu memalingkan pandangannya pada Dyulet.
__ADS_1
“Aku datang kemari bukan hanya sekedar mengantar yoanta pulang kerumahnya, tapi ada hal lain yang aku cari, harap anda member petunjuk.” boa berkata sambil menggeser sedikit kacamata yang dia kenakan, tapi aura yang bocor saat kacamata itu bergerak sudah cukup membuat semu orang di dekatnya menahan bernafas.
Yoanta tidak mengatakan apa-apa karena sebelumnya dia sudah merasakan aura kematian ini saat dia diselamatkan oleh boa.
Sementara Dango dan xalif menang sudah menyadari jika boa bukanlah seorang pemain biasa. Itu dikarenakan selama mereka bersama dengannya, kedua orang itu tidak dapat mengukur kekuatan gadis ini. Dyulet juga berpikiran sama selama berada di dalam kereta dia mencoba melihat kemapuan orang-orang yang berhasil menyelamatkan cucunya. Dragonik itu dengan mudah mengukur lizardman dan knight tapi dia samasekali tidak bisa melihat apa pun dari boa.
“Aku tidak menyangka dia memiliki aura kematian sepekat ini.” dango bergumam, sementara xalif hanya mengangguk pelan.
Ditengah suasana yang mencekam itu, seorang Lamia tua tertawa keras membuat mulutnya terbuka lebar dan memperlihatkan gigi-gigi hitam yang beberapa diantaranya sudah hilang.
“Hahaha…. Sudah aku katakan bukan putrimu akan kembali membawa bencana, bencana besar yang ayahmu sendiri tidak bisa tanganin.” ucap Lamia yang merupakan ahli meramal di suku Lamia Ruby red scale.
***
Menyadari jika gadis dihadapannya adalah seorang yang berbahan, Dyulet mencoba berbicara dengannya.
Mendengar itu boa tersenyum lebar sambil terus memandang Dyulet.
“Oh bagus, kita sudah mendapatkan letak dimana pusaka tersebut disimpan.” gadis itu masih tersenyum membuat yardin dan Dyulet merasa tidak nyaman, sementara nenek Lamia Masia tersenyum dengan mata terpejam.
“Jadi sekarang yang aku butuhkan adalah kuncinya, bisakah anda memberi aku kuncinya?.” boa tidak merubah raut wajahnya yang penuh senyum tapi setiap orang yang melihatnya dapat merasakan jika dia sedang mengancam.
Yardin hanya menatap Dyulet. sebagai calon penerus ayahnya dia sudah diberitahu sebuah rahasia jika ada sebuah kunci yang dibutuhkan untuk mengambil pusaka dari dalam tubuh baby nighogg. Tanpa kunci itu maka siapa pun yang memasuki tubuh raksasa cacing itu akan menjadi sia-sia, dan mungkin mereka hanya masuk untuk mengantarkan nyawa.
Menghela nafas panjang, Dyulet mencoba menenangkan diri, dari tadi dianter mengerahkan segenap kekuatan untuk mengukur kekuatan boa tapi hasilnya tetap nihil.
__ADS_1
“Dari mana kau mengetahui jika ada kunci untuk mendapatkan pusaka itu?.” Dyulet terus berusaha mendapatkan informasi tentang identitas sebenarnya dari boa.
“Itu mudah, jawabannya karena aku sudah memiliki 2 pusaka yang berada di benua Slahorn”
Mendengar Jawaban dari boa, Dyulet menjadi sangat marah. Udara disekitarnya bergetar hebat saat aura yang dia miliki meluap mengakibatkan setiap orang kesulitan bernafas.
“Kau Bagaimana manusia sepertimu mendapat 2 pusaka yang dijaga oleh saudara-saudara kami.”
Dikarenakan dia tidak dapat mengenali wujud asli boa, Dyulet mengira dia adalah seorang manusia karena penampilannya. Hal itu tentu membuat boa tertawa terbahak-bahak.
“MANUSUA? MANUSIA….. HAHAHA KAU MENYAMAKAN DIRIKU DENGAN MAKHLUK RENDAH SEPERTI MEREKA?.”
Dyulet menyadari jiks telah salah mengenai ras dari perempuan ini saat bagaimana cara dia menyebutkan ras manusia seakan mereka adalah ras paling rendah, “Seperti seorang iblis.” gumam Dyulet, dia teringat pada pandangan merendahkan dari kebanyakan iblis dan malaikat terhadap manusia dan mengaggap jika ras itu adalah mahluk terlemah. Tapi saat Dyulet dah yang lainnya berpikir jika boa adalah malaikat atau iblis, mereka kembali dikejutkan oleh wujud boa yang sebenarnya.
Perlahan kakinya berubah menjadi setengah ular dengan sisik perak kebiruan mengkilap bagaikan besi yang sangat keras, serta corak merah bagaikan lahar yang dapat melelehkan apapun. Bukan hanya itu, dua lengan lain pun tumbuh serta saat dia melepas topi dikepalanya bukanlah rambut yang terlihat melainkan ratusan ular memenuhi kepalanya.
“Aku boa salah satu dari 5 ratu five greater teocraci, kerajaan yang akan menguasai seluruh benua slahorn.” boa memperkenalkan diri sambil melepas kacamatanya.
Bukan hanya aura kematian pekat yang mereka rasakan saat boa melepas kacamatanya tapi aura penguasa dan bahkan aura yang sama saat dengan milik baby nidhogg.
Aura yang membuat setiap orang ingin berlutut dihadapan pemiliknya, seakan memang disitulah tempat mereka seharusnya.
Tanpa mereka sadari mereka telah jatuh bersujud di depan gadis itu. Melihat itu boa hanya merasa biasa saja karena sudah setiap hari para npc memperlakukan dia seperti ini. Lalu pandangannya menajam saat melihat Dyulet yang juga telah bersujud, kemarahan sudah sepenuhnya hilang saat menyadari jika tidak ada kesempatan untuk menang jika berhadapan dengan gadis pemegang aura dewa.
“Jadi apa pilihanmu?. Kau ingin menyerahkan kunci itu secara baik-baik, atau aku perlu membuat kunci baru……. Dengan darah seluruh suku Lamia red scale sebagai bahan?.”
__ADS_1
...***CHP 243 END...
...BERSAMBUNG***...