
Pisuuuuhhh
Pintu dari kapsul full body virtual gelar terbuka. Lalu Bagaikan seorang zombie Ningrum keluar dengan wajah yang terlihat sangat kelelahan. Mungkin kerena mentalnya yang tersiksa di dalam virtual reality selama lebih dari 2 hari waktu virtual.
“Guuuhhh, aku sangat lelah” gumam gadis itu yang dengan gontai berjalan menuju tempat tidur.
Bruuuugh
Suara yang cukup keras terdengar saat dia menjatuhkan dirinya pada kasur hingga menyebabkan gempa tektonik disekitar wilayah itu.
“kyaaah!!!” dia terkejut dengan goncangan yang tidak masuk akal itu dan segera bersembunyi di bawah meja. Tapi beberapa saat kemudian guncangan berhenti dan dia pun keluar dari kolom meja.
“Sebensrnya apa yang terjadi” ucapnya kebingungan.
Ningrum kemudian berniat keluar tapi perhatiannya teralihkan saat melihat sebuah helem yang tergeletak di lantai, dia pun mengambilnya tapi wajahnya agak kecewa saat melihat ada goresan di permukaan helem itu.
“Sayang sekali ini telah menjadi sampah” ucap gadis itu saat menatap helm yang tidak lain adalah vgear V3.5 yang merupakan produk limited edition oleh takeeasy corp.
Vgear yang boa beli sendiri dari uang hasil dia menjadi pemburu hadiah saat masa-masa awal dia menjalankan lost demons. Dia mengingat saat itu adalah masa paling sulit untuk para pker karena tidak memiliki tempat untuk menaungi mereka.
Sementara para pecinta npc sangat berkuasa saat itu dengan para investor yang memberi banyak modal pada berbagai guild terkenal yang beberapa waktu kemudian menghilang karena diambil alih oleh Pure heart.
Menghancurkan sebuah sebuah guild memang tidak selalu dengan cara kekerasan. Tipu muslihat dengan kedok investasi dan sabotase yang dilakukan oleh para pengusaha juga sangat efektif untuk menghancurkan Guild dengan sekala besar.
Ningrum teringat saat dia mendapat misi untuk menemukan dungeon mati yang menjadi cikal-bakal lost demon. Misi yang cukup aneh seakan seseorang memang menuntunnya untuk pergi ke sana.
“Mereka berkata ‘terkadang dunia pun membutuhkan kejahatan untuk bergerak, begitu juga virtual univers’, kejahatan seperti apa yang dibutuhkan virtual univers?” gadis itu berbicara dengan dirinya sendiri saat menatap vgear yang berada di tangannya.
Benda yang cukup berkesan untuknya karena sudah menjadi alat penghubung antara dunia nyata dan virtual sebelum Ningrum mendapatkan vgear full body dari ayahnya.
Vgear limited edition dengan peformanya tidak kalah dengan keluaran terbaru yang dipasarkan secara umum. Jika saja helem itu dijual pasti akan laku hingga 20 juta. Tapi sekarang benda itu telah masuk ke tong sampah hanya karena sebuah goresan.
Sementara memasukkan helem itu ke tong sampah, Ningrum segera keluar kamar dan dengan cepat menuju kamar Sherly karena khawatir dengan adik bungsunya itu.
Suasana rumah menjadi sangat bising saat para penjaga Ruman membuat keributan karena khawatir jika ada sebuah serangan. Sherly yang ketakutan pun membuat Ningrum harus tidur dengannya malam ini.
Sementara itu Arthur menangis di kamarnya, ketika ditanya penyebabnya dia tidak mau membicarakan itu.
Lalu kedua sepuluh Louise dan Valerie, walaupun mereka tidak ingin keluar dari kamar karena suatu alasan tapi saat keduanya mengatakan baik-baik saja Ningrum pun mempermasalahkan itu.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Pagi nya.
Di meja makan lima remaja tengah memakan sarapan mereka. Suasana agak ribut tadi malam, tapi di pagi keadaan kembali normal.
__ADS_1
“Sepupu Louis kau terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?” Ningrum bertanya saat dia melihat Louise yang terlihat pucat.
“Bukan apa-apa, aku hanya mimpi buruk semalam” jawab Luis sambil melihat sarapannya dengan tatapan seperti ikan mati.
“Mimpi buruk? Apa karena gempa semalaman?” (Ningrum)
“Bukan, semalam aku bermimpi diajak berkencan dengan seorang gadis, lalu singkat cerita kami membuat ana….” Louise berhenti berbicara saat dari sampingnya dia merasa hawa membunuh yang sangat kuat dari adiknya.
Sementara Arthur sendiri langsung beraksi saat mendengar kata kencan.
“Membuat?” Sherly memiringkan kepalanya saat bingung dengan perkataan Louise yang terputus.
“Ya begitulah, aku menjadi ayah” wajah Louise semakin pucat saat mengatakan itu.
“Ouh, selamat” ucap Valerie dengan dingin.
“Tapi, yang melahirkan bukan lah si gadis tapi aku sendiri” (Louise)
Seketika suasana di meja makan menjadi membingungkan oleh perkataan terakhir loose. Sementara itu Arthur yang telah selesai menghasilkan masakannya segera berniat pergi lebih dulu tapi Ningrum segera memanggilnya.
“Arthur, apa kau ingin menitipkan salam pada teman-tenanku?” ucap Ningrum dengan candaan. Mendengar itu tubuh Arthur seketika bergidik.
“Haahh!!!!!, Ah sial aku telat” balas bocah lelaki itu sambil bergegas meninggalkan ruangan.
“Haaahhh, dasar anak muda” Ningrum menghembuskan nafas berat saat melihat adik lelakinya yang terlihat menghindari pertanyaan yang berhubungan dengan teman-temannya.
Yah, dia sendiri memang sudah tau tentang apa yang terjadi setelah dia logout, karena kenanga alis Komo telah meminta izin padanya untuk mengajak Arthur kencan.
“Wel~ sepupu Louise apa lebih baik kau menunda untuk masuk kelas hari ini? Kau terlihat tidak sehat” Ningrum agak khawatir dengan kondisi sepupunya.
“Apa? Apa yang kau bicarakan sepupu? aku sehat sekali lihat” ucap Louise dengan sangat bersemangat. Dia pun bangkit dari tempat duduk lalu kembali melanjutkan kata-katanya
“Mimpi buruk tentang tangan yang keluar dari dalam mulut atau perutmu meledak, semua itu tidak akan bisa menghentikan aku menemui kecantikan gadis-gadis SMA” Lanjutnya dengan semangat yang semakin menggebu-gebu. Walaupun sebuah sendok terbang yang dilemparkan oleh Valerie mengenai kepalanya, tapi dia tidak peduli.
Lalu setelah sarapan mereka segera masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke sekolah.
Sebelum keluar dari gerbang kediamannya, Ningrum melihat sebuah truk sampah terparkir diseberang jalan. Dia sering melihat truk itu kerena setiap 3 hari sekali truk sampah akan datang.
Dia teringat dengan vgear yang dia buang, mungkin sesuatu yang dulu dia anggap sebagai barang berharga sudah masuk kedalam truk itu sekarang.
Kemudian saat mobil yang dia tumpangi keluar dari gerbang dia melihat anak lelaki seusianya yang berseragam petugas kebersihan. Ningrum juga sering melihat lelaki itu saat truk sampah datang.
Anak lelaki itu kemudian melihat kearah mobil mewah, lalu dia pun melihat seorang gadis didalamnya. Seakan dapat melihat dibalik kaca hitam mobil mewah itu, pandangan keduanya pun bertemu.
Menyadari itu, Ningrum hanya tersenyum kecil kearah anak lelaki. Tindakan gadis Itu langsung membuat wajah si anak lelaki merona dan segera menyembunyikan wajahnya dengan topi yang dia kenakan.
“Hemm, menari” gumam Valerie yang dari tadi hanya diam duduk di samping Ningrum.
“Haha, jangan berpikir yang tidak-tidak” balas Ningrum.
“Hehehe tidak tentu tidak, aku hanya senang menemukan bahan yang bagus untuk novel yang aku buat” (Valerie)
“Novel?, Kau memiliki hobi menulis?” (Ningrum)
__ADS_1
“Ya, aku melakukannya. Oh benar, maaf karena telah membentak mu tadi malam, kau menghawatirkan aku tapi aku malah melakukan itu”
Wajah Valerie agak sedikit murung saat mengingat kejadian tadi malam.
“Aku sedang dalam pengerjaan naskah, tapi tiba-tiba gempa datang membuat semua ide di otakku terbang entahlah kenaba. Itu membuat Sangat kesal” ucap Valerie mengatakan alasannya marah-marah tadi malam.
Sementara itu Ningrum yang melihat sepupunya dengan kasihan pun hanya termenung.
“Begitu. Aku pikir kau marah karena aku menggangu HAPPY TIME mu di tengah-tengah”
Mendengar perkataan Ningrum seketika wajah Valerie langsung memerah hingga terlihat seperti kepiting rebus.
“h...happy time? APA MAKSUDMU DENGAN HAPPY TIME?” teriak Valerie sambil memukuli Ningrum.
“Kalu kau tidak melakukan itu lalu kenapa kau marah, hihihi” (Ningrum)
Seketika Valerie menghentikan pukulannya.
“Si..si...siapa yang marah, aku tidak marah. Heng” ucap gadis itu sambil memalingkan wajahnya.
Sementara itu didalam mobil yang lain, Louis tengah sibuk dengan smartphone miliknya. Dia mencari informasi di internet tentang gadis yang telah menghamilinya di dalam mimpi yang dia lihat tadi malam.
“children of chaos, world natural enemy dan ratu ular. Dia memiliki banyak julukan yang keren bukan?” guman lelaki tampan itu.
“Aku ingin segera melanjutkan petualangan ku di vanaheim”
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
End arc 3 first event.
Jejak author :
Oh yeaaaahhhh
Akhirnya arc ke 3 berakhir.
Awalnya arc ini bakalan menceritakan tentang perburuan boa melawan para pahlawan wakil dari para dewa , yang akan terjadi setelah even DGO pertama, sedangkan rencana awal cerita tentang event hanya beberapa chepter saja. Itulah sebabnya di awal arc judulnya menjadi ‘hero hunt’.
Tapi karena saya pikir cukup disayangkan jika membuang begitu saja cerita event pertama saya lanjutkan hingga full arc.
Well~ terimakasih buat yang sudah baca sampai sini.
Dan tolong maafkan kejahilan author yang bikin troll kemaren. Episode sebelumnya sudah saya revisi jadi nikmat.
.
__ADS_1
Chp 195 end.