PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.41 red saliva


__ADS_3

...jangan lupa like dan komen Setelah membaca Terimakasih...


__________________________________________


Setelah dibebaskan para tahanan segera berterimakasih pada boa. Mereka merasa bingung dan takut sambil melihat ke sekeliling khawatir jika ada Bandit yang masih tersisa. Sementara itu boa yang tidak tahan melihat para tahanan yang telanj*Ng segera memerintahkan mereka untuk mencari pakaian para bandit yang tersisa.


Setelah itu mereka segera diantar ke kota terdekat yang tidak lain adalah dermaga yang baru saja boa singgahi. Selama perjalanan, boa berusaha untuk mencari informasi tentang desa asal para Lamia Ruby red scale. Dia memberi 3 koin emas pada Lamia itu untuk berbicara, Lamia itu terlihat sangat senang karena saat ini dia tidak memiliki sepeserpun uang. Lalu dia pun mulai mengatakan apa yang dia tahu. tapi boa segera mengernyitkan dahinya saat mendengar informasi dari Lamia yang baru dia selamatkan.


“Dibanding sebuah desa sekarang red saliva sudah dibilang sebagai kota yang cukup besar.”


Lamia sisik merah yang memperkenalkan diri sebagai yoanta ini menerangkan jika banyak pemain memilih ras sebagai Lamia Ruby red scale, hal ini mengakibatkan perkembangan pesat pada desa itu. Lalu peran sebuah guild yang cukup kuat hingga masuk dalam jajaran 10 guild Roky juga membuat desa asal Lamia sisik merah semakin dikenal luas.


“Mirip green scale…..”


Boa teringat dengan desa yang sekarang telah berubah menjadi kota besar. Namun bedanya desa red saliva tidaklah melarang adanya manusia karena guild red hoodie, guild yang menguasai desa itu merupakan Guild yang terdiri dari pemain dengan berbagai ras termasuk manusia.


‘Oke…..bukankah mereka benar-benar mirip sexy species.’ batin boa.


Yoanta kemudian melanjutkan ceritanya. Setelah kota itu berubah menjadi kota besar, perkembangan para Lamia Ruby red scale semakin pesat hingga salah satu dari anggota guild itu menjadi tetua dari 5 tetua pemimpin. Tapi keadaan mulai berubah setelah banyaknya iblis dan malaikat yang datang lalu membuat kerusuhan di red saliva.


Belakangan tersebar informasi jika di desa yang sekarang telah menjadi kota menyimpan sebuah peninggalan dari dewa tua, kabar itu berasal dari para iblis dan malaikat yang tertangkap dan di interogasi. Karena semuanya mengatakan hal yang sama maka para pemain pun mempercayai hal itu.


Awalnya guild red hoodie ingin mencari dan mendapatkan peninggalan itu sendirian. Tapi tidak disangka jika informasi itu bocor dan menjadi kekacauan karena Guild besar pun ikut mengincar peninggalan tersebut.


“Tck…”


Boa berdecak kesal karena potongan tubuh dari ekhidna ternyata telah diketahui banyak pemain, karena dia berpikir pencariannya akan menjadi lebih sulit disebabkan oleh munculnya pesaing.

__ADS_1


“Ini akan buruk jika ada pemain yang memilikinya.” gumam boa.


Lalu gadis itu kembali bertanya tentang kondisi red saliva saat ini, lalu yoanta menjawab jika sekarang terjadi pemberontak yang dilakukan oleh red hoodie yang ingin menguasai seluruh kota dan menginginkan informasi tentang peninggalan itu pada para tetua yang lain. Sementara kekacauan terus terjadi karena banyak pemain dan npc yang mulai berdatangan untuk memperebutkan peninggalan dari dewa itu.


***


Mengetahui kondisi tempat yang dituju saat ini, boa hanya bisa mendengus kesal.


“Mungkin akan lebih merepotkan dari yang aku pikirkan.” Gumamnya.


Setelah itu boa kembali menyerahkan beberapa koin emas pada Lamia itu sebagai bonus, lalu mulai meningkatkan laju kudanya. Dia tidak mengira jika akan ada banyak orang yang mencari potongan tubuh ekhidna seperti dirinya. Gadis itu juga tidak mendengar kabar apapun soal ini di internet.


[Tenanglah kau tidak perlu buru-buru seperti itu, tempat penyimpanan tubuh ekhidna sangatlah sulit di jangkau. Bahkan jika semua orang tahu mereka tidak akan mampu mendapatkannya]


Nebula mulai menerangkan jika dibawah kota red saliva ada sebuah labirin tersembunyi dimana tempat itu merupakan tempat potongan tubuh ekhidna disimpan. Sementara kerumitan labirin sendi tidaklah main-main, banyak jebakan yang siap mempertahankan item bertingkat mitos tersebut.


Dari penjelasan yoanta, para pemain baru menyadari jika terdapat sebuah peninggalan Setelah mendapatkan informasi dari para malaikat dan iblis. Itu menandakan jika kedua ras tersebut memiliki informasi tentang letak potongan tubuh lainnya.


“Apa akhir-akhir ini banyak iblis dan malaikat yang bermunculan di sekitar kota Green scale dan reruntuhan desa Lamia golden scale?”


[Benar, beberapa hari terakhir sudah banyak iblis yang menyusup ke dalam kota Green scale, tapi karena mereka belum melakukan tindakan yang berbahaya menyebabkan tidak adanya alasan untuk mengusir mereka. Sementara para malaikat yang terlalu sombong seringkali membuat keributan tapi itu mudah untuk diatasi oleh pasukan mutan]


Nebula menambah jika di reruntuhan desa green scale juga sering muncul iblis dan malaikat sehingga pertempuran besar terjadi di sana, itu menyebabkan Perhatian para pemain mulai terarah pada tempat itu. Mendengar itu wajar boa menjadi pucat.


“Sial, bukanlah itu buruk?. Kau tahu bukan betapa pentingnya tempat itu.”


Di bawah reruntuhan desa itu terdapat semua kekayaan yang dia dapat dari game ini. Entah itu hasil penjualan bisnis yang dia bangun dengan para bandit black monkey, bagiannya dari pajak seluruh wilayah five greater teocraci yang jumlahnya dapat mencapai jutaan keping emas dalam satu bulan, hingga seluruh jarahan yang dia dapat dari perang. Boa menimbun semua ditempat itu. Bukan hanya kepingan emas tapi item dengan rank unik keatas yang dia dapatkan dari para pemain juga dia simpan di sana.

__ADS_1


Gadis itu sendiri sudah tidak dapat menghitung jumlah pasti kekayaan yang dia simpan di bekas makam dari tetua Lamia origin tersebut.


[Kenapa kau sangat khawatir?. Saat ini tempat itu adalah pusat dari pemerintah seluruh bangsawan monster yang kau ciptakan, tidak ada tempat aman selain di sana di seluruh kerajaan five greater teocraci]


Boa menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Nebula. Dia terlalu khawatir dengan keamanan brankas yang menyimpan seluruh aset dia miliki sehingga lupa dengan siapa yang dia tugaskan untuk menjaga tempat tersebut.


Setelah agak tenang boa ingin melanjutkan pertanyaannya, tapi kemudian dia mendapati jika ada seseorang yang telah menumpang di keretanya tanpa izin. Boa mengerutkan dahi Setelah mengetahui identitas dari penumpang gelap tersebut ternyata adalah Lamia Ruby red scale yang dia minta informasi tentang kota red saliva.


“Nona yoanta kenapa anda menaiki keretaku tanpa ijin?” tanya boa pada Lamia yang saat ini berada di atas atap kereta.


Lalu tak lama kemudian sebuah kepala menoleh ke bawah memperlihatkan wajah gadis itu. Dengan senyum seperti anak kecil yang ketahuan berbuat jahil dia mulai berbicara.


“Hehehe……sebenarnya aku ingin menumpang di kereta mu karena aku pikir kau sedang menuju ke tempat asalku.”


Boa hanya memandang gadis lamia sisik merah itu dengan tajam Membuat yoanta menjadi agak takut.


“Bukankah dengan emas yang aku beri padamu cukup untuk menyewa tumpanga?.”


Mendengar perkataanku yoanta menggelengkan kepalanya.


“Ya aku menang bisa menyewa tumpangan dengan semua emas yang kau berikan, tapi tidak ada yang dapat memastikan aku sampai atau tidak. Sudah aku katakan sebelumnya jika keadaan red saliva saat ini sangatlah berbahaya”


Yoanta kembali menerangkan tapi boa seakan tidak ingin mendengar alasan apapun hal itu membuat gadis itu panik, tapi kemudian Nebula memberi saran pada boa.


[Lebih baik kau membawanya karena latar belakang yang dia miliki…….]


...***CHP 237 END....

__ADS_1


...BERSAMBUNG***...


__ADS_2