
ISTANA LAUT SELATAN
BOA POV
“Menurut caramu datang kemari dengan teleportasi yang sudah tidak di aktif selama 300 tahun, itu sudah membuktikan jika kau datang dengan maksud untuk mencari bagian tubuh dari seorang old god.”
Dewi Roro kidul langsung dapat dengan mudah menebak tujuan kedatangan ku. Itu menandakan jika yang meletakkan teleportasi itu memanglah dia, jadi apa mungkin dia juga yang membuat sistem teleportasi dimana akan aktif hanya setelah melihat para hantu menari?.
“Itu sangat tidak berperasaan.” gumanku Setelah mengingat apa yang aku alami selama 30 menit.
“Aku merasa jika kau sedang berpikir buruk tentangku.” ucap sang Dewi dengan tatapan tajam. Membuat punggungku berkeringat dingin, tapi aku tetap berusaha untuk tenang.
“T….ti....tidak mungkin itu hanya imajinasi anda.” balasku sambil bermain dengan rambutku yang telah berubah menjadi ular, tidak berani menatap mata wanita itu.
“Hahaha….. kau benar-benar mirip dengan ‘dia’.” Dewi Roro terkekeh melihat ku yang menunjukkan kekhawatiran terhadapnya.
Saat ini aku merasa seperti seekor tikus di depan kucing, atau katak yang berhadapan dengan ular. Aku merasa kekuatanku yang mampu mengalahkan demigod dan semua pemain DGO tidak akan mampu melawan Dewi penguasa laut Selatan ini.
Apa kau pikir aku takut?
Ya aku takut.…. akut jika keinginan ku untuk mengungguli kekuatan Dewi ini malah berakhir musnahnya kehidupan di planet ini.
Aku senang melihat ada langit di atas ku, langit yang harus dilampaui.
***
Dewi Roro kemudian memperlihatkan padaku sebuah ekor ular yang merupakan bagian dari tubuh ekhidna.
“Ini adalah yang kau cari bukan?.”
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu aku hanya mengangguk pelan, tidak ada kesalahan mini map menunjukkan titik emas pada ekor tersebut.
“Aku bisa saja memberimu, karena jujur benda ini sudah tidak berguna untuk ku.” ucapnya sambil menatapku dengan senyum lembut.
“Kau memiliki keinginan untuk mengumpulkan semua bagian nya, dan saat ini kau memiliki 2 diantara 4 bagian. Apa aku boleh tahu kenapa…. kenapa kau ingin menjadi kuat?.” Dia terus menatapku seakan menanti jawaban.
“Itu mudah. Aku bukan orang baik yang menginginkan kekuatan untuk melindungi orang lain…..”
Mendengar jawaban dariku dahi Dewi Roro mulai mengerut. Tapi tanpa memperdulikan reaksi itu, aku terus melanjutkan.
“Aku ingin menjadi sebuah teror yang dapat membuat orang takut saat mendengar namaku, aku ingin menjadi seorang monster yang menghancurkan semua yang menghalagiku, penguasa yang menguasai seluruh kegelapan dunia.”
Dengan penuh percaya diri aku mengatakan semua peran yang aku jalani di dunia virtual.
Teror yang membuat tidak ada seorang pun mau berurusan denganku.
Monster yang menghancurkan siapapun yang berani membuat masalah denganku.
Dewi Roro hanya terdiam mendengar jawaban dariku, tapi perlahan senyum diwajahnya semakin lebar hingga dia tertawa kecil.
“Hahaha.… aku tidak dapat menghitung sudah berapa banyak manusia yang datang menemuiku. Mereka meminta berkah dariku dengan berbagai tujuan mulia, ada yang ingin mengakhiri kekacauan dunia persilatan, ada yang ingin menjadi raja untuk kemakmuran rakyat, ada pula yang ingin menyatukan negara…..” Dewi menghentikan perkataannya saat dia mengambil nafas dan mulai menyandarkan punggungnya di singgasana.
“Setiap orang memiliki lingkaran yang mereka buat sendiri, lingkaran itu disebut sebagai zona empati. dimana mereka akan memasukan orang yang mereka anggap berharga kedalam zona itu. Semakin orang itu memiliki kepedulian maka ukuran zona itu akan semakin besar, begitu juga sebaliknya. Semakin sedikit kepedulian seseorang maka lingkaran itu semakin kecil hingga tidak banyak orang yang berada di dalamnya, bahkan seringkali seseorang tidak dapat memasuki lingkaran yang dia buat sendiri.”
“Kau membuat lingkaran kecil yang hanya bisa menampung satu hal saja, hal yang kau pikir sangat berarti bagimu….. keserakahan mu.”
Dahiku mengerut mendengar pendapatnya tentang diriku tapi tanpa berkata apa-apa aku tetap mendengarkan apa yang dia lihat dariku.
“Apa kau mengerti apa itu keserakahan?. Itu adalah sifat untuk memiliki sesuatu yang kau anggap berharga, lalu saat telah berhasil mendapatkannya kau tidak akan membagikanya pada orang lain. Dan apa yang masuk dalam kategori berharga bagimu?. Itu adalah teman, keluarga dan seluruh komunitas yang kau buat.…. Kau menginginkan kekuatan untuk mencegah semua itu diambil oleh orang lain……. Kau orang yang sangat serakah nona Boa!.”
__ADS_1
Dia mengatakan semua itu dengan senyum kemenangan seakan telah berhasil membongkar jati diriku yang sebenarnya. Apakah aku memang seperti itu?. Anggap saja seperti itu, aku memang bukan orang yang suka berbagi tanpa alasan, aku juga cukup sombong.
Ya, aku menyadarinya dia memang benar. Aku terlalu serakah.
“…..nanging!.”
Ucapnya membuatku tersadar dari lamunanku, sehingga aku kembali memusatkan perhatian ke padanya.
“Aku yakin kita sama.… Aku memiliki keserakahan ku sendiri….” Ucapan Dewi Roro terhenti saat salah satu naga di belakang singgasana mendekatkan kepalanya. Dia hanya tersenyum kecil sambil membelai kepala naga itu. Sambil terus membelai kepala si naga, dia kembali melanjutkan.
“Keserakahan ku menginginkan untuk memiliki seluruh lautan. Karena itu aku pun membutuhkan kekuatan untuk memuaskan keserakahan itu.”
Setelah kepala naga itu kembali ke posisinya, Dewi Roro kembali tersenyum padaku.
“Aku memiliki apa yang kau inginkan dan kau miliki apa yang aku inginkan. Jadi bagaimana jika kita saling bertukar?”
Tawaran yang membuatku bingung. Apa aku benar-benar memiliki sesuatu yang dia inginkan?,
Melihat kebingungan ku, Dewi Roro kembali tertawa.
“Hahaha…. Kau bahkan tidak mengerti apa yang telah kau Miki bukan?. Mungkin bagi makhluk daratan itu benda itu tidak terlalu luar biasa dibandingkan dengan item legendaris lainya. Itu adalah sesuatu yang akan membuatmu menjadi penguasa tertinggi di seluruh lautan.…. Pusaka yang telah di curi dari Atlantis, Seven Sea Tridente.”
Nafasku tercekat saat mendengar apa yang dia inginkan. Senjata mitos yang aku dapatkan setelah menghancurkan kerajaan Eprado menjadi incaran dari penguasa laut Selatan. Menang sejak aku mendapatkan senjata itu hanya sekali aku menggunakannya bahkan aku belum sempat menggunakan skill untuk merubah ras menjadi fishrman.
Tapi bisakah aku benar-benar merelakan pusaka itu jatuh ke tangannya?.
Melihat keraguanku, Dewi Roro melanjutkan perkataannya.
“Sejak pusaka itu dinyatakan hilang 15 tahun lalu semua makhluk laut berusaha untuk mencarinya, seluruh lautan menjadi kacau karena itu. Bertahun-tahun tidak ada kabar tentang letak pusaka tersebut, hingga kejadian tentang kehancuran sebuah kerajaan di permukaan terdengar oleh semua makhluk laut. Bukan karena mereka peduli dengan keadaan daratan atau apa. Tapi ditemukan tanda-tanda jika pusaka terkuat lautan telah digunakan saat pertempuran yang menghancurkan kerajaan itu. Dan saat ini para makhluk laut mulai mencari pusaka itu di daratan mereka tentu tidak akan memiliki apa yang mereka inginkan. Itu akan berakibat buruk pada rencana kerajaan mu untuk menguasai benua.”
__ADS_1
...CHP 253 END...
...BERSAMBUNG...