
“aaaa aa aaa a a aaaaa”
Nyanyian dari seorang wanita yang tengah asik mandi terdengar di kamar mandi mansion, dia mencoba mengingat ratapan orang-orang yang telah dibunuh beberapa jam yang lalu. Dengan alat sihir yang mengeluarkan air berfungsi sebagai shower, wanita itu terus membersihkan seluruh tubuhnya.
Noda darah pada tubuh wanita itu perlahan larut terbawa air, menyebabkan air berwana merah mengalir di bawah kakinya.
Lalu saat dia membersihkan kepalanya, beberapa potong daging yang menyangkut di rambut emasnya terjatuh.
Dengan lembut dia menggunakan sabun untuk membersihkan darah yang masih menyisakan darah sekaligus menghilangkan bau amis di sekujur tubuhnya dengan aroma dari sabun.
Setelah dirasa cukup bersih, wanita itu segera keluar dari kamar mandi lalu masuk ke kolam air panas yang telah di siapkan sebelumnya.
“haaaaa”
Desah wanita itu saat dengan rileks menikmati saat merendam tubuhnya di dalam air panas.
Di dalam air panas dia menatap tangan kanannya yang mulai berubah sesuai keinginannya. Kuku jari yang bisa dengan bebas dia tumbuhkan, kulit yang mengeras seperti besi, tulang setajam pedang yang bisa dia keluarkan dari telapak tangan dan benang super kuat yang muncul dari kelima jari.
Wanita itu tersenyum lebar seakan puas dengan kondisi tubuhnya saat ini.
“itu cukup menyenangkan”
Dia teringat pembantaian yang dia lakukan beberapa jam lalu hanya untuk memuaskan rasa lapar karena efek dari penanaman parasit.
Saat pertama kali tubuh inang di masuki parasit, inang akan mendapat status kelaparan yang mengerikan, tingkat rasa lapar tergantung dengan banyaknya parasit memasuki tubuh inang.
Jika inang tidak segera mendapat makanan yang cukup maka parasit akan memakan tubuh inang yang beresiko Kematian.
Butuh lebih dari 50 manusia dan 8 kuda untuk wanita ini melewati fase neraka kelaparan hingga akhirnya dia merasa kenyang.
Sesuai perkataan gadis yang telah memberinya parasit, jika kelaparan hanya akan terjadi saat pertama parasit di tanam, selebihnya dia akan hidup normal dengan kekuatan parasit yang berada didalam tubuhnya.
“aku telah memastikan keselamatan para budak. lalu apa yang akan dia lakukan terhadap ku ? Apa dia akan mengambil parasit yang sudah terbiasa didalam tubuh ku ?”
Tujuan awal gadis itu memberi dia parasit adalah untuk mengamankan para budak. tapi setelah merasakan kekuatan yang dia terima dari parasit, akan sangat disayangkan jika harus berpisah dengan parasit ditubuhnya.
Karena merasa tubuhnya sangat nyaman perlahan wanita itu merasakan kantuk, matanya perlahan tertutup lalu dia tertidur saat berendam di air panas.
.
.
.
.
__ADS_1
Malam telah tiba saat boa berniat menyusup kedalam mansion, tapi setelah melihat keadaan rumah yang ingin dia serangan, dia merasa itu tidak perlu.
Diluar mansion boa yang sudah sampai di depan gerbang rumah Marquis Mendapati gerbang dikunci.
Dia melihat banyak noda darah di sisi lain gerbang. Dengan menggunakan [Flickr] boa dengan mudah melewati gerbang.
Pemandangan selanjutnya saat dia memasuki halaman mansion adalah ratusan jarum besar yang terbuat dari tanah disebabkan oleh sihir [earth thorn] dengan ujung bernoda darah, dan genangan darah dibawahnya membentuk sebuah kolam dengan bau menyengat.
“dia pasti sangat kelaparan, aku jadi khawatir jika dia ikut memakan para budak”
Merasa khawatir dengan kegagalan quest yang dia terima dari savia, boa memeriksa mini map, dan dia kembali tenang saat enam titik yang menunjukkan lokasi para budak masih ada di peta.
Boa segera melanjutkan perjalanan menuju mansion yang sudah dalam kondisi porak-poranda seakan telah diserbu kawanan monster.
Seperti telah terjadi pertarungan besar, kondisi teras mansion rusak parah dengan pintu yang hancur seakan telah di bobol, ditambah bercak darah memenuhi setiap sudut ruangan.
Di depan teras yang hancur, seorang wanita dengan baju maid hitam berdiri seakan telah menunggunya.
“selamat malam”
Dengan sopan maid itu membungkuk saat menyapa boa. Merasa penasaran boa menganalisa maid didepannya.
[Nama lira : assassin level 198]
Keterangan : mata-mata dari zero Coffin, sangat ahli dalam menyusup dan membunuh.
Boa agak terkejut saat melihat status maid didepannya yang cukup tinggi.
“aku diperintah oleh nyonya belvia untuk mengantar anda”
Maid itu berjalan didepan untuk menunjukkan jalan dan boa yang berada dibelakang hanya bisa mengikuti. Mereka menuju ke halaman belakang dimana belvia telah menunggu.
.
.
.
.
Ditanam belakang mansion terdapat sebuah gazebo yang biasa digunakan anggota keluarga Marquis menikmati teh.
Tiga orang tengah duduk di depan meja yang penuh dengan berbagai hidangan tersaji. Ayah dan anak yang masih ketakutan mencoba untuk tetap tenang di meja makan.
Bahkan semenarik apapun makanan didepan mereka tidak akan bisa membangkitkan selera keduanya. mereka masih teringat saat belvia memakan utuh Merti hidup-hidup.
__ADS_1
Bagaikan zombi kelaparan, wanita itu memakan isi perut lelaki naas itu didepan mereka. Mencabut jantung yang menyebabkan akhir penderitaan Merti, lalu dengan santai memakan jantung itu seakan sedang memakan apel.
Keduanya menjadi trauma dan mungkin tidak akan memakan daging di sisa hidup mereka. Belfo sangat bersyukur karena saat ini istri dan kedua putrinya tengah berada di ibukota. Sehingga tidak mengalami kejadian mengerikan seperti yang mereka alami.
“datang”
Satu kata dari belvia membuat mereka berdua panik, mereka pun langsung membetulkan posisi duduk saat seorang maid yang dibawa belvia datang dengan tamu yang telah mereka tunggu.
Mereka tercengang saat tamu yang datang adalah gadis cantik dengan tanduk besar di kepalanya. Aura yang mereka rasakan dari gadis itu sangat mengerikan, seluruh tubuh keduanya menegang seakan memberi tahu jika gadis itu sangat berbahaya.
“aku sangat senang akhirnya kau datang”
Belvia berdiri menyambut gadis berseragam hitam itu dengan penuh senyum. Tidak ingin membuat belvia marah, mereka berdua pun ikut menyambut tamu dengan sopan.
“sudah waktunya makan malam, jika berkenan bisakah kami mendapatkan kehormatan dengan mengajak anda makan bersama”
“boleh saja, lagi pula stat kepuasanku sudah turun di bawah 50%”
“terimakasih”
Belvia segera mempersilahkan boa duduk tepat di depannya.
“aku harap hidangan sederhana ini memuaskan mu”
“jangan khawatir, aku bukan tipe orang yang suka memilih-milih makanan, selama itu makanan lezat, aku pasti akan memakannya”
Boa menatap ke arah ayah dan anak dengan wajah pucat saat ditatap olehnya. Mereka seketika berpikir jika makanan yang di tawarkan oleh belvia bukan makanan yang berada di meja, tapi justru merekalah yang menjadi menu makan malam.
“hihihi mereka orang-orang yang lucu, bukan”
Tawa cekikikan dari boa saat melihat keduanya ketakutan.
“aku tidak akan makan daging kalian okey, jadi santai saja”
Keduanya agak lega saat mengetahui jika menu makanan malam bukanlah daging mereka.
Dengan hanya perbincangan yang dilakukan oleh kedua perempuan, makan malam berlangsung dengan tenang.
.
.
.
.
__ADS_1
Chp 96 end.