
Kembali mencoba membuat pov
………………
Door
Bunyi tembakan terdengar di ikuti tubuh seorang pemain yang terjatuh dengan lubang di kepala menyebabkan koneksi terputus karena kematian.
Door
Door
…..
…
Gadis itu menembak para pemain satu persatu dengan santai tanpa perasaan. Setiap orang yang melihat live streaming pun menjadi bingung dengan kejadian ini.
“kenapa mereka tidak melawan ?” mungkin itu pertanyaan yang dipikirkan oleh mereka semua. Hingga akhirnya giliran jumin yang di todong senjata.
“sangat di sayangkan”
Boa agak ragu setelah melihat wajah wanita itu.
“berhenti”
Legui berusaha menghentikan boa. Tapi detik berikutnya suara tembakan kembali terdengar. Seperti halnya pemain lain. Tiefling biru itupun terjatuh dengan kepala yang berlubang.
“kau, apa kau tau apa yang barusan kau lakukan?”
“tentu. Aku baru saja menyingkirkan hama”
“h-hama kau bilang, dia yang kau sebut hama memiliki jutaan penggemar, mereka tidak akan tinggal diam melihat jumin di bunuh dengan begitu kejam”
“begitu? Jika memang kalian ingin komplain, kalian bisa mengajukan keluhan pada ku boa salah satu dari 5 tentu kota emerald scale, aku akan dengan senang hati menjawab keluhan kalian dengan kematian”
Boa menodongkan pistol pada legui. Walaupun efek fear sudah tidak mengekang tubuhnya tapi dia merasa jika kabur pun akan percuma.
Taklama kemudian sebuah suara tembakan kembali terdengar yang menewaskan pemain terakhir di tempat itu.
Live streaming berakhir setelah legui mati, tapi kabar tentang boa yang telah bermain dgo tersebar dengan cepat.
POV boa.
__ADS_1
Sangat menjengkelkan membuang waktu hanya untuk menghabisi pemain yang hanya membuat namaku kembali berwarna merah.
Tapi tidak bisa dihindari, jika pendeta itu mati akan sangat merepotkan untuk mencari kultus gaya di tempat lain.
Perlahan aku mendekati pendeta yang terus waspada terhadap ku. Mungkin sebaiknya aku mematikan aura lalu memperkenalkan diri.
“salam tuan pendeta, namu ku boa salah satu dari 5 tentu kota emerald scale. Kedatangan ku kemari karena ingin berbicara dengan Anda”
“salah satu dari 5 tetua? Aku tidak tahu maksud kedatangan mu tapi kenapa kau membunuh mereka semu”
Sungguh? Walaupun sudah berulang kali mereka berniat membunuhnya tapi dia terus memikirkan alasanku membunuh mereka?.
“apajah anda tidak melihat apa yang telah mereka lakukan? Lihat di sekeliling, banyak orang tak tahu apa-apa menjadi korban, jika tidak dihentikan akan lebih banyak korban berjatuhan”
“tapi kau tidak perlu membunuh mereka semua bukan?”
“tidak, justru jika tidak dibunuh mereka tidak akan sadar. Lagi pula mereka seorang pendatang, berapa kali pun mengalami kematian mereka akan dihidupkan lagi”
pendeta itu hanya terdiam mendengar alasan yang ku buat.
“lebih baik kita merawat organ yang terluka lebih dulu”
Aku mengatakan sambil melihat para npc yang terluka, pendeta itu langsung tersadar dan memerintahkan para biarawati segera merawat mereka. Wanita rubah juga termasuk biarawati yang bergegas merawat para npc.
Saat pastur dan biarawati subuk merawat para korban yang masih bisa diselamatkan, aku yang tidak dapat menggunakan sihir penyembuh hanya duduk menunggu mereka selesai.
Lagi pula jika pun aku bisa menggunakan sihir penyembuh belum tentu aku akan menolong mereka. Tapi sebaiknya aku membantu agar aku lebih mudah mendekati pastur.
“terimakasih berkat bantuan mu banyak yang berhasil selamat”
Pastur dan para biarawati menunduk berterimakasih pada boa yang telah memberikan bantuan potion.
Sudah hampir 2 jam boa menunggu hingga pastor yang merawat para korban bisa mendapatkan istirahat dan menemuinya.
Saat ini boa dan Pasteur yang memperkenalkan diri sebagai loha berada di ruang tamu Greja. walaupun terlihat jelas kelelahan di wajah pastur itu setelah merawat para korban, namun dia tetap bersikeras bertemu dengan boa.
“jadi anda berniat menjadikan kultus gaya sebagai agama resmi negara?”
“benar. Walaupun saat ini kami hanya sebuah kota, tapi hanya masalah waktu untuk menjadi sebuah negara”
“kota emerald scale kah? Aku sudah mendengar kabar tentang kota itu, Dan ini sebuah kabar baik untuk kultus gaya yang hampir menghilang”
Kemudian loha bercerita tentang alasan kenapa kultus gaya mengalami kemunduran. Penyebab utamanya masih tidak diketahui tapi akhir-akhir ini kultus ningenesis yang selalu memusuhi mereka semakin gencar melakukan teror terhadap kultus gaya.
__ADS_1
“itu mungkin kerena mereka sudah menjadi agama beberapa negara besar”
Boa mengeluarkan pendapatnya.
“yah mungkin itu sebabnya mereka menjadi lebih berani”
Mereka terus mengobrol hingga tidak terasa langit sudah berwarna merah saat sore menjelang.
“jadi malam ini kau akan membawa kami?”
“Kalian akan di teleportasi melalui gerbang yang berada di distrik lampu merah”
“gerbang teleportasi di distrik lampu merah ? Apa yang kau maksud milik savia”
“ya apa kau bermasalah dengan itu”
“tentu saja tidak, mereka telah banyak membantu kami hingga kultus ini mampu bertahan”
“itu bagus”
Boa segera berpamitan pada pastur loha dan segera berjalan pergi. Tapi saat dia hendak keluar Greja.
“itu sangat dingin, pergi tanpa berpamitan bukan”
Wanita rubah yang berada didepan pintu menghalangi boa.
“kau menyadari ini aku?”
Boa agak terkejut jika wanita ini tau bahwa dia adalah white.
“tentu saja”
Kata wanita itu sambil menunjukkan hidungnya. Boa hanya tersenyum saat identitasnya diketahui.
‘rupanya masih bisa di kenali dengan bau, apa perlu mengganti parfum sangat beralih dari white dan boa?’
“itu mengingatkan ku kau belum tahu nama ku bukan? Namaku sadien”
“perempuan pertama yang kau temui adalah white, tapi saat ini aku boa”
“itu membingungkan”
Sambil ditemani sadien, boa pergi dari Greja menuju distrik lampu merah.
__ADS_1
Chp 93 end.