
Lebih dari 50 pemain dan npc mengelilingi boa dengan senjata di tangan mereka.
"Dia membunuh dertyou?, berani juga dia"
Ucap seorang pemain yang termasuk anggota guild sky Tiger.
"Sayangnya dia tidak memiliki perlengkapan yang pantas untuk di jual,tapi kurasa kulit nya bisa di jual untuk beberapa silver"
Seorang npc yang terlihat seperti karakter bandit mengamati tubuh boa dengan seksama, membuat boa sangat kesal.
Diantara semua orang yang mengelilingi nya baik pemain atau npc semua memiliki dosa yang terlihat di atas kepala mereka.
"Bukankah ini desa awal yang sangat menyenangkan"
Senyum lebar mulai terlihat di mulut boa.
Melihat itu semua orang yang mengelilingi nya menganggap dia sudah tidak waras, tiba tiba seorang anggota guild sky Tiger maju.
"Ini salah mu sendiri karena berurusan dengan guild sky Tiger kami akan terus mengej....."
Kata kata nya terhenti karena sebuah cairan hitam mengenai wajah nya.
"Guaaaaaa.....panas panaaaas"
-550
-230
-230
-230
-230
-230
Player itu terjatuh dan berguling guling memegang wajah nya, sama seperti yang dilakukan oleh dertyou namun kali ini orang itu langsung tewas.
'mungkin karena mdef atau level nya lebih sedikit dibandingkan dengan orang pertama tadi'
Boa menyimpulkan kenapa orang yang dia serang langsung tewas.
Melihat pemandangan itu semua orang yang mengelilingi boa seakan tidak peduli dan mulai semakin mendekati boa.
"Kalian orang orang yang tidak pernah belajar bukan? Yah kurasa ini saat yang tepat untuk mencoba semua skill baru"
Boa segera bersiap untuk menyerang, dia telah mempersiapkan diri ketika dia sedang berjalan di sekitar desa, dia menyadari bahwa banyak orang yang sudah mengincar nya, dia pun melihat perlengkapan yang dia bawa.
"Yap aku sudah sip"
Tegas nya ketika melihat ratusan botol mana dan hp potion.
Para penyerangnya sudah semakin dekat hingga jarak 3 meter dari nya.
"Poison swamp"
Boa melempar mantra skill baru yang dia dapat, sebuah Medan berlumpur berwarna hitam selebar 10 meter dengan boa sebagai pusat nya.
[Ada telah berhasil meracuni....]
[Naik level]
[Ada telah berhasil meracuni....]
[Ada telah berhasil meracuni....]
[Naik level]
[Ada telah berhasil meracuni....]
[Ada telah berhasil meracuni....]
[Ada telah berhasil meracuni....]
"Gah"
Di karenakan dia menggunakan skill aoe dan mengenai puluhan orang,rentetan pemberitahuan sistem terdengar di kepala nya, dia pun segera mematikan fitur itu.
"A-apa ini"
"Poison swamp? Apa dia seorang Drak mage?"
"Sial padahal peralatannya sangat buruk apakah kita tertipu"
"Kerusakan macam apa ini?"
Hanya sebuah skill dan itu sudah cukup membuat keributan di antara para penyerang belum lagi kerusakan yang di sebabkan oleh kabut itu beragam tergantung seberapa besar mdef mereka, setidak nya yang terkecil adalah 200.
"Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
"Lari lariii"
__ADS_1
"Minggir jangan menghalangi jalan ku"
"Jangan menyerah ini hanya akan berlangsung selama 5 detik dan kita akan menyerang nya"
"sial rawa ini memperlambat gerakan"
Seketika kerumunan yang ricuh itu menjadi dua kelompok kelompok 1 yang masih ingin menyerang boa, sedangkan kelompok lain yang ingin melarikan diri terutama para npc yang takut akan kematian.
Puluhan orang dengan level rendah sudah terkapar tak bernyawa di atas lumpur,melihat itu senyum boa semakin melebar.
"Poison swamp sudah berakhir sekarang serang"
Seorang player berlevel 156 dengan peralatan heavy armor memberi perintah.
'kelihata nya dia seorang tank dan juga hp nya hanya berkurang 30% kurasa dia menaikan mdef nya cukup tinggi Dan mungkin dia memakai item penambahan mdef'
Walaupun seorang tank memiliki hp yang tebal tetapi terkadang mereka hanya menaikan satu tipe defense saja.
"Poison fog"
Skill berikut nya dia lempar,sebuah kabut berwarna ungu menyebar di sekeliling boa.
"D-d-dia juga punya poison fog, tidak ada harapan minggir jangan halangi jalan"
"Gyaaaa"
Player yang hp nya Saudah kritis mulai mundur, tapi karena mereka saling berdesakan retreat mereka menjadi lambat, kemudian player terdekat dengan boa mulai tumbang.
"Berhenti jangan larii...?"
Si tank kembali menyuruh mereka untuk bertarung tapi tidak ada yang mempedulikan dan tiba-tiba hawa dingin terasa di punggung nya, dan ketika dia berbalik.
"Grim reaper hand, venom claws"
Sebuah tangan hitam diselimuti cahaya merah dengan kuku yang terlihat di lapisi cairan hijau mengenai kepala nya.
Sraaaak
- 1947
[Kau terkena status keracunan semua serangan yang menyebabkan efek racun akan bertambah kuat]
-542
-542
...
"Serang gila macam apa ini"
Hanya dengan 1 serangan hp si tenk yang tadi tersisa 60% turun hingga tersisa 10%
Sraaaak
Serang ke dua membuat nya jatuh seperti boneka yang tali nya telah terpotong.
Para player yang melihat itu seperti melihat teror mimpi buruk, mereka semakin panik saat seorang dengan level tertinggi di desa itu tewas tanpa bisa melakukan apa pun.
.
.
.
.
Di luar zona poison fog
mereka yang berhasil melarikan diri sebelum poison fog mengenai mereka melihat kearah kabut tebal berwarna ungu.
"Benar benar gila, hanya tersisa 5 yang berhasil kabur? Bahkan denciv yang memiliki level tertinggi di desa ini pun tidak bisa menyentuh nya"
"Kita sudah tertipu,ku pikir dia seorang newbie karena tingkah nya di depan gerbang dan peralatan pemula yang dia pakai"
Mereka adalah orang-orang yang suka 'bermain' dengan para pemula, ketika boa pertama kali masuk ke desa mereka sudah mengawasi gerak-gerik nya.
Para player terus mengamati kabut itu dengan busur yang siap menyerang dan terus menjaga jarak dengan kabut racun selebar 10 meter, kemudian siluet seorang wanita setengah ular terlihat di balik kabut.
"Tembaaak"
Puluhan anak panah menerjang kabut dan mengenai siluet itu, setelah beberapa saat mereka sangat yakin jika banyak panah yang mengenai sasaran.
tapi semua orang tidak mengerti karena tidak ada satu pun notifikasi damage yang terlihat.
Woooosh
Tiba-tiba sesuatu terlempar keluar dari dalam kabut dan mengenai beberapa pemanah di jalurnya.
Ketika mereka melihat apa itu mereka tercengang, itu adalah mayat denciv yang di tutupi dengan anak panah seperti landak.
"Dia datang awaaaas"
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang berteriak memperingatkan tentang serangan balasan,tapi itu sudah terlambat,boa dengan sangat cepat mendekati mereka.
"Gyaaaa"
Cakar yang telah membunuh defciv kembali memanen nyawa para player lain.
"Keliling dia skill sedang coldown"
Satu persatu para player mulai bertindak menyerang boa dengan mengelilingi lagi.
Boa ingin menggunakan skill aoe lagi tapi kedua nya sedang coldown, yang tersisa hanya menyerang dengan tangan nya.
Sambil menghindari serangan Dia mengunakan grim reaper hand dan venom claws bersama hingga Setiap serangan yang dia lakukan maka 1 orang akan jatuh.
Swiiii jleb
-139
Sebuah anak panah menembus tepat di kepala nya dan darah pun mulai mengalir.
Tapi bukan nya senang para penyerang justru semakin putusasa.
"Apa apaan bukan kah dia mage kenapa defense nya sangat tinggi?"
"Ah sial ini percuma, bahkan head shot dari cithiya hanya sebuah goresan di hp bar nya"
Melihat serangan mereka tidak efektif para player mulai berbalik dan kabur.
"Mau pulang? Bukankah pestanya belum berakhir?"
Boa memalingkan kepalanya yang masih tertusuk anak panah ke arah seorang elf wanita yang tidak lain adalah orang yang telah mendaratkan panah di kepala nya lalu sebuah senyuman yang mengerikan membuat si elf itu merinding.
Menyadari dirinya sedang di incar elf itu langsung berbalik dan lari sejauh mungkin dari tempat itu.
"Gila apa apaan itu tadi"
Gadis itu Teringat dengan senyum boa dan dia berpikir itu bukan tanda bagus.
'cih aku harus berkumpul dengan pasukan pendukung lain, tidak ada gunanya bertarung melawan monster itu dengan para pemula'
Rencana cithiya setelah gagal dalam pertempuran ini iyalah untuk melapor kepada atasan agar di kirimkan pasukan penindasan.
Pasukan penindasan sky Tiger adalah pasukan khusus yang di bentuk untuk menghukum player yang berani melawan guild sky Tiger, mereka akan terus memburu player itu hingga level player itu jatuh atau bahkan berhenti bermain dgo.
Tapi tiba-tiba sebuah cahaya bersinar di depan jalan yang akan di lalui cithiya.
Tidak sempat mempersiapkan diri sebuah tangan hitam yang keluar dari cahaya tersebut dengan cepat mencekik leher Chintya.
"Guaaaa Kho Kho"
Chintya terus meronta ronta agar tangan itu lepas tapi genggam itu malah semakin kuat, Kemudian sesosok Lamia keluar dari cahaya itu.
"Bukankah Tidak sopan keluar dari pesta Tampa permisi?"
Mata cithiya melebar mendapati sosok yang mencekiknya.
"Kaaau tid..ak akan selamat, set..elah ini kau akan ka...mi buru tidak ada yang da..pat melindungi mu se..mua orang ya..ng disini melihat nya"
Melihat sekeliling, boa mendapati mereka sedang berada di tempat yang sangat ramai seperti sebuah pasar, npc terus melihat mereka berdua sedang player ada yang sedang merekam mereka.
Melihat boa yang diam cithiya merasa dia tidak berani berurusan dengan guild nya.
"Hehehe kau lihat tidak ada yang bisa membantu mu sebaiknya kau lepaskan tangan kotorku itu kalau tidak guak"
Rasa takut nya seketika berubah hanya dengan memikirkan siapa yang berada di belakang nya, kesombongan yang dia tunjukkan pada orang yang di bawah nya pun ikut keluar, namun bukan nya melepas tapi cengkraman itu malah semakin kuat.
"Ka...u ap..a k.au ber..niat mel...awan guil..d Tig..er?"
Ucap Cintya dengan susah payah mengeluarkan suara dari tenggorokan nya.
"Wow bukankah kau orang yang cukup perhatian? Menghawatirkan keselamatan musuh sendiri, tapi terimakasih aku tidak butuh itu"
Cengkraman itu terus menguat hingga rasa sakit di lehernya membuatnya sulit bernafas di dunia nyata, mata cithiya hanya menunjukan warna putih memperlihatkan betapa tersiksa dirinya.
Para npc dan player terus melihat tanpa melakukan apa pun seakan tidak peduli.
"Berhentiiii"
Sebuah suara terdengar cukup keras, memerintah boa agar berhenti tapi itu sudah terlambat.
Crack
Suara sesuatu yang patah bergema, dan wilayah yang sebelum nya bising seketika sunyi.
.
.
.
.
__ADS_1
Chp 22 end