
“Bukankah mereka sangat kuat ahahaha”
Aku tidak bisa menahan kegembiraan saat melihat ciptaan ku menghancurkan kota ini. Tapi tiba-tiba.
“Salah satu tingkat captain hampir mati? Aku tidak menyangka ada yang dapat memojokkan mutan dengan 4 parasit”
Agak terkejut saat merasakan salah satu dari demi human dengan tingkat captain yaitu gelar yang digunakan untuk menandai jika mutan itu telah ditanami 4 serangga parasit saait ini sedang mengalami kesulitan.
Merasa penasaran aku segera melihat keadaan mutan itu lewat mini map dan mendapati jika dia tengah di kepung oleh sebuah party berisi 6 orang dengan berbagai job dan level yang melebihi 200.
“Oi oi bukankah itu curang? Mengeroyok seorang beastman yang memiliki level jauh dibawah dengan jumlah segtu jika dibiarkan terus dia kan mati”
“Apa kita akan mengirimkan bantuan? Tapi kurasa tidak terlalu masalah jika makhluk lemah seperti dia mati”
Di belakangku deviliot yang menyaksikan pertaruhan antara beastman berpangkat kapten sedang dikeroyok, dia terlihat tidak peduli jiga sekutunya mati.
“Jangan seperti itu. Sangat sulit mendapatkan inang yang mampu menahan 4 parasit sekaligus. Jika kita kehilangan dia maka akan sangat merugikan”
Saat ini ada lebih dari 10.000 orang yang menjadi inang parasit yang ku buat.
70% mereka saat ini hanya mampu menahan 1 parasit.
15% mampu menahan 2 barasit.
10% dengan 3 parasit.
4% dengan 4 parasit, dan sisanya adalah mereka yang sangat diperhatikan oleh boa sendiri hingga dapat tumbuh sangat kuat, contohnya deviliot.
Saat ini deviliot mendapatkan pangkat knight dimana di dalam tubuhnya terdapat 8 serangga. Dan hanya ada 6 orang yang dapat mencapai tingkatan ini. Selain deviliot dan adik-adiknya yang terakhir Adah salah satu petinggi guild zero Coffin, belvia.
“Kalu begitu aku akan mengirimkan pasukan pendukung…”
Mengerti jika aku tidak ingin kehilangan subjek penelitian yang berharga deviliot berniat mengirim pasukan pendukung tapi saya segera memotong perkataannya.
“Tidak”
“Hemm??”
“Biar aku sendiri yang pergi”
Mendengar perkataan ku membuat deviliot panik.
“T-tapi tidak perlu bagi anda mengotori tangan hanya untuk menolong prajurit lemah seperti dia, jika anda mau aku akan menyuruh salah satu bangsawan untuk melindungi dia”
What, apa-apa kenapa aku malah diperlukan seperti putri rapuh yang perlu dilindungi? Apa ini karena perang besar pertama mereka hingga Taku suatu hal yang tidak terduga terjadi?.
“Lagi pula aku perlu menaikan level. aku berpikir sebaiknya level ku mencampai 200 sebelum perang yang sesungguhnya”
Deviliot tidak dapat membantah perkataan tuannya. Dia sadar jika perang atau lebih tepatnya pembantaian yang sedang mereka lakukan saat ini hanya sebuah awal untuk peperangan yang jauh lebih besar.
“Aku serahkan komando tertinggi padamu, jalankan sesuai rencana dan bersenang-senanglah kau juga harus menaikan level jangan sampai kalah dengan adik-adikmu”
Iblis bertanduk tunggal itu hanya bisa menatap punggung tuannya yang mulai di telan cahaya. Lalu setelah tuannya tidak ada lagi disekitar, dengan wajah yang berubah serius dia menatap seluruh kota yang sebagian telah terbakar oleh api.
__ADS_1
“Nyonya benar aku juga haru menikmati festival ini. Aku juga tidak ingin kehilangan kebangaan sebagai kakak perempuan”
Dengan penuh tekad dia segera memanggil kuda yang telah di berikan boa padanya. Ceval kuda bicorn pertama boa. Kulit hitamnya terlihat sangat mengkilap sangat serasi dengan armor hitam milik deviliot. Dengan sebuah tombak ditangannya iblis kavaleri memasuki Medan perang.
.
.
.
.
“Gila yang benar saja, apa benar jika levelnya hanya 156?”
“Terserah sialan jika kau tidak percaya”
“cih”
Sekelompok pemain yang berasal dari guild white nova tengah mengepung seorang beastman harimau yang berasal dari pasukan musuh.
“[Flash]”
Salah satu pemain dengan job Priest menggunakan sihir untuk membutakan beastman. lalu setelah dia berhasil, temanya yang lain segera menindaklanjuti.
“Mati kau sialan, [radiant slash]”
pemain dengan armor putih itu menggunakan Sebuah teknik swordsmage tipe cahaya yang dapat menciptakan tebasan cahaya yang menimbulkan damage dua atribut sekaligus cahaya dan api.
Jraaaas
Saat tubuhnya terkena sabetan cahaya teriakan harimau itu terdengar sangat keras hingga membuat party 6 orang itu terkena [stun] selama beberapa detik.
Luka menganga dengan tepian menghitam seperti terbakar terlihat di badannya membuat darah bercucuran. Siapa pun yang melihat itu akan berpikir sama jika beastman harimau itu akan segera mati karena pendarahan.
“Siaaaal cepet berakhir aku sudah tidak tahan membunuhnya” teriak pemain yang memiliki penampilan seperti seorang barbarian.
“[Shadow chain]”
Takut jika lawan mereka akan lari selama mereka terkena [stun]. Seorang dark mage menggunakan sihir pengikat.
“Graaaah aku tidak akan mati sebelum aku membalas kebaikan nya”
Dengan menggunakan dragon blood yang dia dapat setelah menerima 4 parasit. Beastman itu memaksa melepas belenggu rantai bayangan yang mengikatnya.
“Sial dia melakukan itu lagi”
Namun karena luka di dada yang membuat darahnya mengalir membuat beastman semakin lemas dan membuat dia kembali terikat oleh [shadow chain]. Dia berniat menggunakan [dragon blood] sekali lagi tapi tiba-tiba matanya melebar seakan melihat sesuatu dan dia langsung bersujud.
“Hahaha akhirnya dia menyerah juga cepat habisi dia”
Kesatria dengan armor putih itu terlihat sangat senang saat melihat beastman harimau yang menundukkan kepalanya sambil berjongkok seakan sedang memberi hormat pada seseorang.
“Ini akhirnya npc sialan”
__ADS_1
Seorang pengguna tombak yang berhasil melepaskan diri dari [stun] lebih cepat dari temannya segera mengambil kesempatan untuk menyerang beastman yang tidak bergerak tapi-
“Guaaaak”
Tiba-tiba saja dia merasa jika tubuhnya terasa sangat berat hingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Teman-temannya yang melihat itu menjadi heran.
“Serius kau ngelawak di saat seperti ini?”
Bentak barbarian yang merasa kesal dengan tingkah temannya itu.
“Bukan seperti itu hanya saja tubuhku menjadi berat dan tidak bisa digerakan”
Mendengar alasan dari penggunaan tombak membuat semua orang berpikir jika mereka telah membuang waktu terlalu lama hingga seorang datang membantu beastman.
“Sial cepat selesaikankan”
Teriak si barbarian bertepatan dengan hilangnya efek [stun], bersama dengan armor putih dia berlari menuju beastman yang masih dalam posisi menunduk.
Wuuuusssss
Braaak
“guaaakk”
Armor putih terjatuh saat diserang tepat di kepalanya dengan benda yang cukup besar seukuran kepalan manusia, tidak itu memang kepala manusia dan mereka mengenali kepala siapa itu.
Itu adalah kepala teman mereka, seorang pemain pengguna panah yang bertugas melakukan serangan jarak jauh.
Barbarian segera melihat sekeliling untuk mencari pelakunya dan melihat sepasang mata merah menakutkan di atas atap tempat dimana mayat archer tergeletak.
“Sial, itu dia”
Seakan tidak memiliki kekuatan yang tersisa dia menjatuhkan pedangnya. Matanya terbelalak saat melihat sosok Lamia dengan empat lengan itu tersenyum lebar menunjukan Gigi tajam. tapi bukan itu yang membuat dia ketakutan namun hasil dari penilaian menggunakan mata ajaib miliknya yang membuat dia merasa percuma untuk melawannya.
“Monster”
Swing swing swing swing swing
5 panah yang boa lepaskan dengan cepat mengenai para pemain membuat party itu musnah dalam sekejap. Tapi beastman itu masih tidak bereaksi membuat boa berpikir jika dia tidak bisa bergerak karena kekurangan darah.
Boa segera memerintahkan monster sejenis nyamuk untuk menyembuhkan beastman harimau itu. Nyamuk-nyamuk itu menghisap darah mayat para pemain dan menyuntikannya pada beastman dan dalam beberapa detik kemudian beastman itu sembuh total.
Tapi dia masih tidak bergerak. Membuat boa semakin bingung.
‘Ah, apakah dia menyalahkan dirinya sendiri kare hampir mati?’
Merasa merepotkan jika dia disini terlalu lama. Boa segera berbalik Setelah mengucapkan beberapa kata berkata.
“Jadi lebih kuat, jangan biarkan mereka menginjakmu lagi”
Setelah itu dia menghilang entah kemana meninggalkan harimau yang dengan erat mengepalkan tangannya hingga berdarah saat kuku-kuku tajam menembus dagingnya sendiri.
“Lebih kuat, aku harus menjadi lebih kuat untuk membalas kebaikannya pada ku”
__ADS_1
Dengan penuh tekad dia kembali ke Medan perang, tapi sebelum itu dia melihat mayat para pemain dan mengambil beberapa peralatan untuk dia gunakan.
Chp 117 end.