
“““Kita datang membawa kematian…. Hura hura”””
“““Hancurkan, bunuh dan tikung istri orang…. Hura hura”””
Nyanyian dari ratusan juta tentara chaos bringers bergema di dalam lubang yang menghubungkan dasar neraka dan permukaan, atau biasa disebut sebagai abysm.
Sementara itu di permukaan pasukan guardian of light bergerak menuju ke arah abysm untuk menghentikan kedatangan tentara chaos bringers.
Ratusan juta tentara membentuk barisan yang sangat panjang, lalu di udara jutaan malaikat memenuhi langit dengan cahaya yang bersinar dari tubuh mereka.
“Lindungi cahaya!”
““Oooo””
“Lindungi keimutan dan kepolosan loli!”
“““OOOOOOOO”””
Suara teriakan ratusan juta pasukan cahaya membuat langit bergetar.
Sementara masih banyak pemain yang kebingungan dengan pidato dari seorang archangel yang sepertinya adalah pemimpin dari pasukan guardian of light.
“Apakah semua malaikat itu lolicon?”
Seorang pemain bertanya pada teman di sampingnya. Tapi temanya juga bingung mau menjawab apa.
.
.
[Nggak tau lah terserah 😣]
.
.
ZIRAL POV.
Di depanku beberapa senjata terpajang untuk bebas di gunakan oleh para pemain yang memilih untuk berpihak pada tentara chaos bringers.
Tapi senjata yang ditawarkan tidak terlalu kuat, sehingga kebanyakan pemain lebih suka menggunakan senjata milik mereka sendiri.
Sedangkan senjata habis pakai seperti pisau lempar dan panah laris diborong oleh pemain.
Walaupun ini gratis tapi setiap pemain tentu diberi batasan sebanyak apa mereka boleh meminta persediaan.
Prajurit biasa hanya diperbolehkan mengambil persediaan apapun dengan total 10 kilo, Batas akan ters naik sesuai pangkat pemain.
Braaaaak
“Manusia cepatlah!”
Ucap seorang genome yang merupakan penjaga dari gudang persediaan, dia membentak sambil memukul meja didepannya karena merasa kesal padaku yang terlalu lama berpikir.
“Oh, maaf tuan”
“Tck, sudah cepat ambil apa yang kau mau dan segera pergi atau aku akan menendang pant*tmu”
“Oke…..”
Dengan cepat aku segera mengambil beberapa peralatan yang bisa digunakan oleh tentara biasa, karena menang beberapa peralatan hanya bisa di pakai oleh prajurit berpangkat tinggi.
Inilah mengapa banyak pemain yang tidak report-repot mengambil barang di sini karena mereka memiliki senjata yang lebih baik dari pada senjata yang ditujukan untuk prajurit biasa.
“Aku rasa ini bagus” ucapku saat mengambil beberapa peralatan.
__________________________________________
[Invisible cloak (darkmeleon)]
Rank : unique
Jenis : equipment
Keterangan : jubah yang terbuat dari kulit darkmeleon. Bunglon yang sangat pandai bersembunyi didalam kegelapan.
Efek :
Def +53
Agi +25
__ADS_1
Agi +25% saat di tempat gelap
(1) mendapat skill [hide]
(2) mendapat skill [kamuflase]
(3) mendapat skill [shadow step]
Request : assassin level 160
__________________________________________
[Super Sonic ostrich boots]
Rank : unique
Jenis : equipment
Keterangan : sepatu boot yang di buat dengan bahan Sonic ostrich binatang tercepat di gurun glovin.
Efek :
Agi +400
Evade + 15%
(1) mendapat skill [hiper speed]
(2) mendapat skill [Untouchable]
Request : level 230
__________________________________________
[Flickr knife]
Rank : langka
Jenis weapon
Keterangan : sebuah belati yang memiliki rune sihir [Flickr], saat dilempar belati akan kembali pada pemilik atau sebaliknya.
Fitur :
Agi +28
(1) mendapa skill [Flicker]
(2) mendapat skill [weapon Swift]
Request : assassin level 100
__________________________________________
Hanya tiga item yang aku ambil, tapi seluruh beban yang dihasilkan Sudan mencapai batas yang di berikan.
“Padahal aku ingin mengambil beberapa potion” ucapku dengan.
Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Dengan cepat aku segera menggunakan item yang aku ambil.
Genom itu hingga saat dia melihat aku menggunakan equipment yang permintaan levelnya jauh dari levelku saat ini
Tapi dia langsung tersadar jika berkah dewa yang aku miliki adalah dewa kerajinan. Dan setelah itu aku segera bergabung dengan barisan tentara chaos bringers.
.
.
[Ku menangis…..]
.
.
Seperti sebuah barisan semut. Aku tidak bisa melihat ujung dari barisan tentara.
Para pemain lain saling berkerumun membentuk kelompok, sepertinya mereka adalah anggota sebuah guild. Tapi ada juga yang memilih sendiri.
Sementara aku termasuk kedalam orang-orang yang bermain solo. Bukanya aku suka sendiri tapi aku sadar tidak ada yang mau menjadikan aku anggota kelompok mereka karena level milikku yang terlalu rendah.
“Jika memang ada yang mau membawaku, sudah pasti mereka hanya ingin memanfaatkan aku”
__ADS_1
Hingga akhirnya aku berbaris dengan para npc disekitarku. Aku memilih posisi paling luar agar bisa langsung melarikan diri saat memasuki Medan perang.
“Aku hanya diharuskan untuk selamat”
Tapi ternyata bukan aku yang berpikir seperti itu, para pemain yang tidak berniat untuk mengikuti pertandingan juga mengambil posisi terluar dari barisan mereka.
“Hoy, pemula” suara seorang perempuan terdengar dari seberang barisan.
Saat aku menoleh ke sumber suara, aku melihat seorang wanita yang mengenakan armor putih dan senjata morning star satu tangan lalu perisai di tangan yang lain.
“Oh, hey” jawabku.
“Meeenn, levelmu benar-bebar paling dasar. Apa kau baru membuat Avatar kemarin?”
Wanita itu terus berbicara dengan ramah padaku. Semakin lama kami mengobrol sambil terus berjalan, aku merasa tidak perlu khawatir pedanya. karena entah kenapa aku nyaman dengan dia dan merasa sudah saling mengenal.
Setelah cukup lama akhirnya dia memperkenalkan diri sebagai avera.
“Hahaha, wow itu tragis kawan”
Avera menertawakan ku, saat aku bercerita tentang apa yang terjadi hari ini di dunia nyata.
Aku menceritakan semua hingga keputusanku untuk menjual vgear yang sudah aku temukan. Tapi tentu aku tidak menceritakan apapun soal tawaran dari nebula.
“Merelakan impianmu lepas saat kau hampiri menggapainya…..itu sebuah tragedi”
Pandangannya menerawang jauh seakan mengingat sesuatu.
“Itu bukan apa-apa, keluarga lebih penting bagiku” (ziral)
“Benar…. tapi aku benar-benar tidak menyangka jika bisa bertemu dengan mu di sini” (avera)
Suara wanita itu sangat pelan hingga aku tidak bisa mendengarnya.
“Hemm…apa?” (ziral)
“Ehh….bukan apa-apa, lebih baik kita saling menambah teman” (avera)
“Untuk apa? Lagi pula ini kali terakhir aku bermain virtual reality” (ziral)
“Hehehe, jangan meremehkan plot. Seorang main carakter akan selalu dihadapkan dengan situasi yang tidak terduga” (avera)
Aku agak terkejut saat wanita berkata seperti itu.
“Main carakter, huh. Tapi aku bukan main carakter, aku hanya seorang figuran bahkan untuk ceritaku sendiri” (ziral)
“Memang bukan, jadi jangan banyak bicara dan terima permintaan pertemanan dariku” (avera)
Gadis itu tiba-tiba menaikan suaranya seakan marah, entah apa yang membuatnya tiba-tiba marah tanpa sebab.
Dia mengingatkan aku pada seorang teman kerjaku.
Pada akhirnya aku menerima permintaan pertemanan. lalu saat permintaan pertemanannya diterima, dengan wajah yang penuh senyum yang sangat cerah dia menawarkan jabat tangan dengan ku.
Sangat cantik, andai saja pikiranku tidak terlalu pusing memikirkan bagai mana cara untuk bertahan hidup pasti aku sudah menggoda wanita ini.
Tidak menunggu lama aku segera menyambut tangannya, jarak antara masing-masing pasukan hanya 1 meter membuat kami tidak terlalu sulit untuk berjabat tangan.
Tapi saat aku melihat avera lebih jelas. Aku melihat sebuah lambang yang sangat terkenal di game DGO, lambang dari guild khusus wanita.
“Sexy species?” gumanku saat melihat lambang itu di dada avera.
“Hemm? Oh ini, bagaimana cukup keren bukan?”
Avera yang menyadari aku menatap lambangnya tersenyum menggoda.
“Ya, cantik” Ucapku sambil menatap wajah avera.
Wajah wanita itu seketika menjadi merah saat menyadari tatapanku.
Tanpa aku sadari, aku telah mendapatkan teman pertamaku di dunia virtual.
.
.
[Ah entah 🤧]
.
.
__ADS_1
Chp 212 end.