PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.18 MC 10 perang besar


__ADS_3

Gua yang gelap dengan hanya diterangi obor disepanjang jalan, jalur tangga yang melingkar menuju keatas.


Jalur yang sangat lebar hingga 2 kompi pasukan dapat berjalan beriringan.


Setelah cukup lama pasukan ku berjalan, akhirnya kami sampai di permukaan.


Cahaya yang sangat terang dikarenakan sepanjang jalan aku hanya melihat kegelapa, dengan reflek aku menutup mataku


Lalu saat perlahan aku membuka mata, pemandangan peperangan terlihat di depanku.


Jutaan panah menghujani dari para malaikat yang memenuhi langit.


Sementara itu para iblis dengan ganas menyerang bagaikan tsunami yang tidak dapat di hentikan.


Keadaan diluar permukaan abysm sangatlah kacau bagaikan perang akhir antara kebaikan dan kejahatan.


.


.


.


.


.


“Serangan dataaaaang!”


Teriakkan dari komandan pasukan memperingati para tentara.


Ratusan hujan cahaya dari para malaikat yang terbang segera menghujani Korps tempat aku berada.


Para iblis dengan sigap menggunakan tameng mereka untuk menahan, tapi aku tanpa pikir panjang segera bersiap lari untuk menyelamatkan diri.


Begitu juga banyak pemain yang berpikir sama sepertiku.


Kami lebih memilih lari, Tapi tiba-tiba avera menghubungiku lewat friend chat.


[Avera : jika kau berpikir untuk lari maka jangan lakukan sekarang]


Aku hanya termenung saat membaca pesan itu. Tapi tidak lama kemudian, aku melihat para pemain yang berusaha kabur dari barisan Korps yang mereka ikuti dibantai habis oleh sesosok kesatria tanpa kepala dengan menunggangi kuda yang serba hitam.


“Dulahan” gumanku saat melihat sosok itu dengan cepat menebas setiap pemain yang keluar dari barisan.


[Avera : Dulahan akan membunuhmu siapa saja yang keluar dari barisan karena dianggap sebagai pemberontak. mereka sangat cepat, kau tidak akan bisa lari dari mereka]


Kembali wanita itu mengirimkan pesan.


[Ziral : terimakasih]


[Avera : tidak masalah]


Tidak punya pilihan lain, aku terpaksa mengikuti pasukan menuju ke tengah Medan perang.


Pemandangan yang sangat luar biasa saat hampir 1 milyar prajurit saling bertarung.


Lalu sebuah cahaya bersinar terang dari seorang malaikat dengan 6 sayap di punggungnya. Dapat dipastikan jika dia tengah menyiapkan serangan pamungkas.


Melihat itu jutaan pasukan mage mencoba menghentikannya dengan berbagai sihir, berharap agar Rapalan mantra dari malaikat itu terganggu.

__ADS_1


Tapi tingginya tempat malaikat itu terbang membuat tidak ada satupun serangan yang mencapai.



Ucap malaikat itu, yang menandakan jika serangannya telah siap untuk dilepaskan.


Lalu-


Zooommmm


Seperti sebuah serangan kameha meha dari anime terkenal. Malaikat itu mengeluarkan laser dari kedua telapak tangan yang telah disatukan.


Dengan cepat laser itu mengarah pada barisan pasukan chaos bringers, target yang dia arahkan adalah seorang gadis yang sekujur tubuhnya terbakar oleh api.


Blaaaaar


Ledakan terjadi begitu besar di tempat gadis itu berdiri, beberapa iblis di sekitar gadis itu bahkan diterbangkan karena efek dari ledakan yang sangat kuat.


Sungguh ledakan yang sangat kuat hingga mungkin telah menewaskan beberapa juta pasukan chaos bringers.


“Oooooo, rasakan itu pel*cur”


“Kemenangan bagi guardian of light”


Sorak-sorai dari pasukan guardian of light terdengar di seluruh penjuru Medan perang.


Tapi seketika suara gemuruh itu berhenti saat tubuh malaikat yang telah menembakkan laser cahaya terjatuh dengan kepala yang menghilang. Dan ternyata, gadis api itu telah berada di atas tempat di malaikat semula berasal.


“Ingin membunuhku? Coba lebih keras” ucapnya dengan wajah yang memandang rendah setiap tentara guardian of light.


Tapi itu tidak berlangsung lama karena ratusan ribu malaikat dan prajurit yang menunggangi berbagai megic beast langsung terbang mengelilingi boa.


“Bunuh raja iblis itu” Teriak seorang malaikat yang terbang sangat cepat. Sama seperti malaikat yang baru di bunuh oleh boa, dia juga memiliki 6 sayap di punggungnya.


“Hemp, tidak akan semudah itu Ferguson” (boa)


“Namaku bukan Ferguson” (malaikat)


“Terserah” (boa)


Perlahan tubuh boa bersinar merah terang dengan api yang semakin membara, kulit menyala bagai besi lebur membuat semua equipment yang dia kenakan terbakar habis.


Hanya tersisa gauntlet di kedua tangannya dan pakaian sexy, yang seperti tidak bisa dihancurkan.


Tubuhnya perlahan meringkuk lalu listrik merah mulai muncul disekitar tubuhnya. Seakan tau apa yang akan dilakukan oleh boa, mata malaikat itu terbelalak dan segera berhenti terbang.


“Sial dia memadatkan energi dan mana, semuanya mundur dan beri serangan jarak jauh”


Perintah malaikat itu, tapi terlambat saat energi yang menyelimuti seluruh tubuh boa meledak menjadi sebuah badai petir merah yang menyambar ke segala arah.


JDAAAAAAR JDAAAAAAR JDAAAAAAR JDAAAAAAR JDAAAAAAR JDAAAAAAR


“““Guaaaaaakkk!!!”””


“““Ktaaaahhh!!”””


Tidak peduli lawan atau sekutu, badai petir merah itu menyambar apapun dan menewaskan jutaan prajurit di kedua sisi.


Bahkan salah satu kilat merah itu hampir membunuhku.

__ADS_1


Jdaaaaaar


“Guaaaaaakkk”


Kilatan petir merah menyambar korps pasukan yang aku ikuti, keadaan menjadi kacau saat seluruh ratusan prajurit tewas dari ledakan dan yang lain terhempas karena efek ledakan.


Termasuk aku yang diterbangkan beberapa meter ke udara. Aku sempat melihat wajah avera yang agak khawatir saat melihatku diterbangkan.


‘Andai saja aku diberi kesempatan, aku pasti akan mendekatinya’ pikirku saat tubuhku melayang bebas di udara.


Namun perhatianku teralihkan saat melihat langit.


“Sungguh spektakuler”


Gumanku saat melihat pemandangan langit yang dipenuhi oleh mayat-mayat malaikat dan prajurit guardian of light yang terbakar berjatuhan bagai butiran air saat hujan.


Mereka semua tewas dengan karena Sambaran petir yang hampir memusnahkan semua pasukan udara guardian of light.


Tapi tidak lama kemudian aku tersadar dengan masalah serius yang sedang aku hadapi.


“Huwaaaaaaaaa!” aku berteriak keras saat tubuhnya mulai terjatuh ke tanah.


“Sial aku akan MATIIIIII!!!” teriakku dengan mata tertutup karena takut dengan pemandangan jatuh yang sangat cepat.


Sepertinya ledakan tadi membuatku terbangun lebih jauh ke depan.


Di bawahku ratusan tombak dari prajurit chaos bringers siap menusukku saat aku terjatuh, Amun tiba-tiba.


[Skill (Deus ex Machina) sktif]


Notifikasi terdengar bersama dengan sesustu yang menarik kakiku ke atas, dan saat aku mencoba untuk memeriksa aku melihat kakiku dicengkeram oleh cakar burung hitam, lebih tepatnya itu adalah gagak raksasa berkaki tiga yang ditunggangi oleh seorang iblis bertanduk 1.


“Oohh, terimakasih tuan…” ucapku pada iblis yang menunggang di atas burung.


Tapi saat dia membuka helmnya, sebuah wajah yang terlihat kesal namun tetap terlihat sangat cantik dari iblis wanita berkulit biru membuatku sangat terpesona.


“Ma..maaf nona itu salahkan” aku dengan putus asa meminta maaf. tapi aku rasa itu tidak berhasil saat beberapa detik kemudian tubuhku diputar-putar lalu dilempar dengan cepat kearah seorang malaikat.


“Sial, dia menggunakan aku sebagai senjata sekali pakai” teriakku.


Tubuhku dengan cepat menabrak malaikat itu dan aku dapat merasakan rasa sakit seperti menabrak sebuah tembok saat mengendarai motor dengan sangat cepat.


“Guaaak! Sial kesehatanku”


Aku dan malaikat sama-sama terjatuh. tapi malaikat itu masih berusaha untuk mengendalikan diri dan berusaha untuk kembali terbang dengan sayapnya.


Melihat itu aku segera merangkulnya agar bisa ikut terbang dan menghindari dampak kerusakan dari jatuh.


Malaikat itu seketika memberontak saat aku memeluknya dari belakang, kekuatannya sangat kuat hingga aku hampir tidak sanggup bertahan.


Tapi tanpa menyerah aku tetap merangkulnya dari belakang yang menyebabkan saya malaikat itu tidak kuat menahan beban 2× lipat. Dan menyebabkan kami berdua terjatuh tepat di tengah garis depan Medan perang


.


.


[kalo nggak suka novel saya komen agar saya semakin memperbaiki diri, jangan malah asal turunin rating]


.

__ADS_1


.


Chp 213 end.


__ADS_2