
...jangan lupa like dan komen Setelah membaca....
__________________________________________
Ziral terus menutup telinganya saat ledakan demi ledakan terus terdengar semakin keras. Dia tidak tahu apa yang terjadi di permukaan, dia juga sangat menghawatirkan keadaan avera.
“Tapi aku tidak bisa berbuat apa pun saat ini” dia bergumam saat menyadari jika tidak ada yang bisa dilakukan dengan levelnya yang masih tingkat dasar. Namun setelah beberapa saat menunggu dia menyadari jika suara ledakan telah mereda.
[Selamat kau telah berhasil bertahan hingga akhir dengan level terendah diantara semua peserta.]
[Mendapat gelar (untouched by death)]
[Posisimu berada di no 2 pada ranking survivor]
[Mendapat Legendary chest]
[Posisimu berada di no 158.791.034 pada ranking kontribusi ]
[Mendapat 50.000 gold(DGO)]
[Sisi yang kau ambil (chaos bringers) telah memenangkan perang]
[Mendapat 5.000 gold(DGO)]
Mendengar rentetan notifikasi Ziral tanpa sadar membeku di tempat. Dia tidak percaya dengan apa yang baru dia dapatkan. Otaknya terus berputar untuk menghitung jumlah keuntungan yang dia peroleh.
“Legendary chest, menurut ingatanku item Legendaris di game DGO bernilai sekitar 25.000 hingga 100.000 CP. Lalu 5 gold DGO setara 1 CP. Jika semu jadikan rupiah maka hasilnya……”
Pemuda itu terus berpikir hingga kepalanya mulai berasap, tapi tidak lama kemudian dia segera teringat dengan seseorang yang telah membantunya.
“Benar, hanya ada dua pemain yang berhasil selamat. Apa itu artinya……”
Ziral mulai panik, dengan tergesa-gesa dia berusaha keluar dari lubang itu, beruntung tanah yang dibuat oleh avera dengan sihir tidak sekuat saat pertama kali ziral di masukkan.
“Mungkin terkikis karena ledakan.” pikirnya.
Dengan usaha yang cukup menguras tenaga ziral akhirnya dapat keluar dari lubang, lalu pemandangan yang dia saksikan setelah itu adalah tampilan yang sering dilihat di film-film perang.
Bau amis di udara langsung menyambutnya. Mayat-mayat bertebaran menutupi daratan bahkan beberapa menumpuk hingga menjual seperti gunung, sementara itu ratusan kawah dengan lebar dan dalam berkilo-kilo meter terlihat penuh dengan tumpukan mayat.
Ziral hanya bisa menelan ludahnya sendiri melihat pemandangan yang tidak ubahnya seperti neraka itu. Hingga dia melihat sosok raksasa yang bergerak di balik kabut di kejauhan.
Sosok yang memancarkan cahaya terang di seluruh tubuhnya, tidak lebih tepatnya tubuh raksasa yang menyerupai seorang gadis setengah ular itu terbakar hingga Kulitnya tidak berbeda dengan besi panas.
“Boa.” gumam pemuda itu setelah melihat pemain terkuat sedang membawa sesuatu berwarna hitam di tangannya.
__ADS_1
Dia sudah menduga akan seperti ini. jika ada seseorang pemain yang berhasil selamat dari perang gila ini maka Boa pasti akan masuk daftar teratas pemain yang memiliki kemungkinan selamat.
“Tapi tidak ada salahnya berharap jika dia juga selamat, bukan?” Dia cukup sedih saat menyadari avera tidak selamat.
Tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan, ziral kemudian mencari beberapa Item yang bisa dia ambil untuk dijual. Dan tanpa dia sadari Boa yang dari tadi penasaran dengan orang yang berhasil selat sedang menatapnya.
“Dia sangat beruntung bukan?” ucap gadis Lamia itu.
[Benar, keberuntungan yang dia miliki sangat tinggi, hingga skill (Deus ex Machina) terus aktif walaupun sebenarnya skill itu hanya memiliki 5% kesempatan untuk aktif]
Nebula membalas. Boa terus menatap pemuda yang sedang mengais item dari para mayat yang tergeletak di mana-mana tanpa peduli tatapannya dan jutaan penonton yang menyaksikan siaran langsung.
Ratusan pemain dan penonton merasa terkejut setelah melihat pemain kedua yang berhasil selamat ternyata hanya pemain dengan level 1, apalagi setelah mereka melihat tingkah ziral yang terus mengambil item pemain seperti seorang pencuri.
***
“Adek, tunggu abangmu ini bakalan dapat banyak uang untuk biaya operasi mu” batin ziral saat terus mencari item yang terlihat mahal.
Tempat penyimpanan miliknya tidaklah terlalu besar mengakibatkan item yang bisa dia bawa sangatlah terbatas. Karena itu dia hanya memilih item unique dan legendaris. Taklama Setelah sibuk mencari dia mendapat beberapa equipment yang dia pikirkan akan berharga mahal menurut informasi yang dia miliki.
“Aku rasa ini cukup” ucapnya sambil melihat inventory yang dipenuhi oleh item, tapi dia agak risih saat melihat 1 slot yang masih kosong.
“Tidak masalah untuk mengambil satu lagi, aku rasa…” ziral kemudian melihat sekeliling dan matanya langsung terdiam terbelalak saat melihat salah satu mayat terlihat memakai perlengkapan yang sangat mencolok, sementara perhatiannya tertuju pada sepatu yang pemain itu kenakan.
“Bukankah dia Reno pemain terkuat dari Fallenguards?, Dan sepatu boot yang dia kenakan tidak salah lagi itu pasti item Legendaris (the greatest adventure himal boot).”
“Hey, kau tahu jika dia adalah salah satu pemain terbaik dari guild top, bukan?” boa bertanya Setelah melihat ziral yang dipenuhi oleh keserakahan.
Tapi beberapa saat kemudian pemuda itu merasakan udara disekitarnya semakin panas, lalu setelah merasakan keanehan itu dia segera tahu penyebab karena sudah pernah merasakan ini sekali. Ziral kemudian menatap boa dan melihat gadis raksasa itu semakin mendekatinya, sontak dia segera berteriak.
“Berhenti di sana, jangan mendekat. Udara panas yang keluar dari tubuhmu bisa membunuhku lagi.” Ziral berteriak pada raksasa setinggi 10 meter itu.
Boa langsung berhenti Mendengar teriakan pemuda itu, karena merasa bingung dengan perkataan ziral, boa memiringkan kepalanya.
“Lagi?.”ucap gadis itu yang perlahan tubuhnya semakin mengecil dan tidak mengulurkan hawa panas. Beberapa detik kemudian ukuran gadis itu tidak berbeda jauh dari ziral, ekor ular miliknya juga telah berganti dengan kaki manusia.
Ziral seketika menekan ludahnya saat melihat gadis yang sangat cantik didepannya mengenakan pakaian sexy buny girl. Tapi segera dia teringat dengan item legendaris, lalu segera memalingkan wajahnya dan kembali mengincar item itu.
“Jangan mengganggu ku, dan item itu adalah incaran ku. Aku harap kau tidak mencoba merebutnya” ziral berkata dengan keras seakan mencoba untuk mengintimidasi pemain terkuat di depannya.
Mendengar itu alis boa terangkat sementara senyum kecil terlihat di bibirnya.
“Aku hanya ingin memperingatkan mu jika mayat yang ingin kau jarah adalah seorang top player dengan guild yang termasuk dalam 10 terkuat.…” Boa kembali berusaha memberi peringatan pada ziral.
Tapi pemuda itu seakan tidak peduli dan tetap mendekati mayat pemain guild Fallenguards.
__ADS_1
“Apa peduli mu?. Bagi kalian para pemenang tidak akan mengerti para pecundang seperti kami yang harus mengambil resiko apapun untuk tetap bertahan.” balas pemuda itu.
Boa hanya bisa menutup matanya setelah mendengar balasan dari ziral.
“Yah, itu benar aku tidak peduli pada nasib para pecundang dengan otak bebal dan tidak mendengarkan nasehat dari orang yang berusaha menolongnya…” Nada bicara Boa jelas menunjukkan jika dia marah pada ziral.
Tapi pemuda itu tetap tidak peduli, tangannya kemudian menyentuh sepatu yang dipakai oleh mayat pemain dari guild Fallenguards.
“Jika kau mati jangan salahkan aku, karena aku sudah memperingati mu”
Mendengar perkataan Boa, ziral semakin waspada. Dia berpikir jika gadis itu juga menginginkan sepatu legendaris yang dia incar. Berpikir seperti itu dia dengan cepat melepas sepatu boot dari mayat pemain Fallenguards. Tapi tiba-tiba-
BLAAAAAR
ledakan yang cukup besar terjadi hingga mengakibatkan tubuh ziral hancur lebur meninggalkan beberapa Item drop dan koin-koin emas.
Melihat itu Boa hanya menghembuskan nafas panjang.
“Apa dia benar-benar tidak berpikir jika ada sihir pengaman di item itu?” Ucap boa yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kebodohan ziral.
Sudah menjadi hal biasa di DGO jika pemain akan melapisi sebuah item langka milik mereka dengan sihir pelindung. Biasanya sihir yang di gunakan adalah sihir pelacak dimana jika item itu jatuh saat pemiliknya terbunuh maka bisa dengan mudah di lacak.
Sementara ada pula sihir jebakan seperti yang terjadi pada ziral, biasanya sihir itu kan aktif saat item yang dilapisi sihir diambil dari pemiliknya. Efeknya beragam dari racun, Sambaran petir hingga ledakan.
Boa hanya mendengus kesal melihat kebodohan pemuda yang berhasil hidup setelah perang nuklir (big bang) yang menelan lebih dari 500 juta pemain.
“Kenapa skill [Deus ex Machina] tidak melindunginya?.” Boa bertanya karena merasa heran.
Ziral berhasil selamat dari skill terkuat miliknya, sementara pemuda itu langsung terbunuh hanya dengan sihir jebakan tingkat rendah.
[Setelah pengumuman perang berakhir, berkah dewa kerajinan yang dia miliki pun menghilang begitu pula skill (Deus ex Machina).]
Boa hanya mengangguk Setelah Mendengar penjelasan dari Nebula. Kemudian gadis itu melirik tempat Ziral tewas, gadis itu segera mengambil sepatu yang menjadi penyebab pemuda itu tewas.
“Hemm?.”
Boa agak terkejut saat melihat ada kotak emas dengan dekorasi mewah yang tergeletak di samping sepatu boot. Gadis itu tersenyum melihat itu karena dia sendiri mendapat 2 kotak yang sama setelah menjadi nomor 1 dalam event ini.
“Mendapat 3 legendary chest, tidak buruk bukan?” ucapnya Setelah mengambil kotak itu dan menyimpannya di inventory miliknya.
“Sekarang aku tahu kenapa pemain yang berhasil selamat dari perang ini tidak segera di teleportasi.” senyum lebar tergores di wajah gadis cantik itu.
[…... Yang sedang kau pikirkan itu benar. Pihak developer sengaja memperlambat pemindahan para pemain yang berhasil selamat. tujuannya agar mereka saling membunuh untuk merebut hadiah dari pemain lain.]
Boa tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Dia membayangkan jika ada lebih banyak pemain yang selamat pasti akan terjadi perang lain walaupun event telah berakhir. Perang yang disebabkan oleh keserakahan seperti yang terjadi pada ziral tadi. Dia mati karena terlalu serakah.
__ADS_1
bersambung